Meningkatnya aktivitas kehidupan manusia akan sebanding dengan meningkatnya sampah yang dihasilkan. Sebutlah sampah kertas, plastik, sampai styrofoam yang tidak dapat terurai sama sekali. Logikanya, saat Ramadan jumlah konsumsi makanan akan berkurang, namun pada kenyataannya justru semakin meningkat. Artinya produksi sampah juga semakin meningkat.
Realitas yang terjadi di kota Bandung, menjelang waktu berbuka puasa banyak pedagang dadakan yang menjual tajil. Otomatis makanan-makanan itu perlu dibungkus. Kebanyakan plastik dan kantong kresek menjadi alternatif untuk membungkus makanan tajil itu. Belum lagi jika mendekati hari raya Idul Fitri. Orang-orang akan semakin banyak membeli segala macam persiapan hari raya seperti baju baru, daging, sayur. Otomatis produksi sampah juga meningkat.
Menurut Anil, Staf Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi (YPBB), hal tersebut merpakan fenomena yang selalu terjadi dari tahun ke tahun. Anil bersama YPBB telah melakukan upaya pengurangan sampah melalui program kampanye “Zero Waste Lifestyle.” Kampanye ini berupaya penggunaan nol sampah pada gaya gidup.
Koordinator program kampanye “Zero Waste” ini kemudian menyebutkan salah satu program yang telah dilalukan. YPBB mengadakan lomba “Lebaran Hijau” tahun lalu. Kampanye tersebut berupa lomba mengumpulkan tip-tip mengenai pengurangan jumlah sampah dan tentang lebaran hijau. Tip-tip tersebut kemudian dikompilasi dan ditambahkan foto-foto.
Kendati demikian, belum ada alat ukur untuk menentukan seberapa banyak pengurangan sampah. Awalnya program lebaran hijau ini bermula dari program buka bersama kepada komunitas.
“Yang penting semangat-semangatnya dulu yang nyebar. Nanti juga bakal mulai ada orang-orang yang terinspirasi,” ungkap Anil. Setelah tips-tips itu terkompilasi maka akan banyak tips dan foto untuk menginspirasi kembali.
Adapun sepuluh tip dari YPBB sejak H-8 Idul Fitri seperti:
- Delapan hari menuju lebaran: Bring Your Own Food! Bawa bekal makan sendiri dong saat mudik! Jadi, ga perlu kuatir kelaparan di jalan , dan gak banyak sampah.
- Tujuh hari menuju lebaran : D.I.Y (Do It Yourself!) Buat cemilan sendiri untuk Lebaran yuk bersama keluarga!! Lebih sehat, minim sampah, murah, dan juga bisa tambah mesra dengan keluarga!
- Tujuh hari menuju lebaran : Don’t Litter! Pisahkan sampah dari acara lebaran kamu berdasarkan sampah organik dan anorganik. Yang organik dikompos, dan yang anorganik diberikan kepada para pengepul yang kompeten.
- Enam hari menuju lebaran : Say No To Parcel! Membuat Parcel akan menghabiskan banyak plastik dan juga biaya. Jamulah rekan/kerabat untuk makan di rumah kita.
- Enam hari menuju lebaran : Sapu Tangan Yes, No Tissue! Pakai sapu tangan yang bisa dicuci dan dipakai berulang.
- Lima hari menuju lebaran : Go Reusable Bag!! Ganti kantong kresek dengan tas yang bisa dipakai ulang!
- Empat hari menuju lebaran : Trees Are Green! Hadirkan Lebaran Hijau di rumah dan lingkungan kita dengan menanam dan merawat pohon dan biarkan rumput-rumput bertasbih dibawahnya. Kumpulkan semangat baru alam disetiap daun yang gugur dalam lubang tanah.
- Tiga hari menuju lebaran : Simpan sendiri sampahmu! Waktu mudik, sediakan dua wadah untuk sampah di mobil : 1. untuk sampah organik, dan 2. untuk sampah anorganik. Begitu sampai, sampah organik bisa dimasukkan ke Takakura atau Biopori (Keranjang sampah organik) atau sebagai pakan hewan, dan yang anorganik bisa dicuci dan dipakai kembali.
- Dua hari menuju lebaran : Go Paperless!! Sebaiknya tidak mengirimkan kartu lebaran fisik, yg menggunakan kertas yang berasal dari pohon. Ucapkan selamat lebaran secara elektronik via sms, e-mail, atau sosial media.
- Satu hari menuju lebaran : Daun Yes, Plastik No! Gunakan daun pisang/kelapa sebagai pembungkus makanan seperti lontong, ketupat dan kue-kue basah. Setelah habis, daunnya bisa dikompos!



















