Ketua PB NU Sentil Program Ruang Angkasa AS

Suasana iftar bersama dengan dubes AS dan Afganistan.  Tampak Said Agil sedang menyentil pemerintah AS dengan pembicaraannya, disaksikan Dubes Afghanistan Ghulam Sakhi Ghairat dan Dubes AS, Scot Marciel. (Foto: Salim Rusli)

AS lebih baik membantu masalah-masalah negara-negara Asia dan Afrika, ketimbang mengembangkan program ruang angkasa yang menghabiskan jutaan dolar. Demikian sentilan K.H. Said Agil Siradj, Ketua Umum PB NU pada Iftar Seminar US-Afghan Partnership. Said juga membawakan sentilan lain seputar Islam dan standar ganda AS, yang menuai tawa hadirin.

Seminar ini dilangsungkan pada Selasa (4/8) malam, di kediaman Dubes AS Jl. Taman Suropati, Jakarta Pusat. Selain Said, turut berbicara Dubes Afghanistan Ghulam Sakhi Ghairat dan tentu saja Dubes AS, Scot Marciel. Para aktivis Asrama Putra dan Putri Salman ITB, turut hadir dalam acara yang diikuti para dubes asing, mahasiswa dan wartawan ini.

Scot dan Ghulam menuturkan betapa besarnya bantuan Amerika atas Afghanistan, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan dan peran wanita. Menurut Ghulam, usia harapan hidup rakyatnya telah meningkat dari 42 menjadi 65 tahun. Ghulam juga memuji betapa banyaknya sekolah dan universitas di Afghanistan yang “sangat mirip” dengan di Amerika.

Menjawab sentilan Said, sambil berkelakar Scot berujar, “Sebelum Pak Said berpidato, awalnya saya ingin mengajak NU bekerjasama dalam program ruang angkasa kami.” Jawaban Scot tak pelak juga disambut gelak tawa hadirin.

Sebelum berakhir pada pukul delapan malam, seminar diisi tanya jawab. Namun karena keterbatasan waktu, hanya dua peserta yang dapat dilayani. [salim]

Masjid Salman ITB © 2013 All Rights Reserved

Developed by Onnay Okheng.