Dahlan Iskan saat memaparkan keinginannya menjadikan Mobil Listrik Ahmadi sebagai Mobil Nasional. Foto diambil pada Ahad (15/7) di Sabuga, Bandung. (Foto: Fery AP)
Mobil Listrik karya alumni Salman ITB, Dasep Ahmadi, rupanya mendapat perhatian khusus dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan. Tak tanggung-tanggung, Dahlan akan menggunakan mobil tersebut sebagai mobil dinasnya. Hal tersebut disampaikan Dahlan dalam konferensi pers pada acara IMSS 2012 di Sabuga (15/7).
Bukan sekedar wacana, Dahlan merealisasikan niatnya tersebut dengan mengendarai mobil listrik ke kantornya, dari Depok ke Jakarta. Ia pun mengendarai mobil karya Dasep tersebut saat menghadiri sidang di Istana Negara beberapa waktu silam.
Dahlan berangan-angan, kelak mobil ini akan jadi mobil nasional dan diproduksi secara massal. Harapannya, mobil ramah lingkungan ini kelak akan turut meramaikan jalanan Indonesia. Saat ditanya mengenai emisi, Dahlan hanya tertawa, “Ndak ada itu emisi,” tuturnya dalam logat Jawa nan kental.
Ia juga berharap program ini mampu mengatasi krisis energi yang mengancam setiap negara. Tak terkecuali Indonesia.
Dasep Ahmadi merinci proses pembuatan Mobil Ahmadinya pada khalayak Salman yang memadati acara Irama, Jumat lalu (3/8). Acara diselenggarakan di area paving block Salman ITB. (Foto: Fery AP)
Dalam acara Irama Jumat lalu (3/8) Dasep pun menyatakan harapan yang senada. Ia akan merasa senang dan bangga jika karyanya tersebut bermanfaat untuk orang banyak.
Kemampuan mobil ini memang masih dalam tahap pengujian. Saat Dahlan pertama kali mengendarai, mobil ini sempat mogok. Sarana utama pengisian energi mobil ini, Stasiun Pengisian Elektrik (SPE) pun belum berdiri. Sehingga, pengisian daya (charging) masih harus dilakukan di rumah atau kantor. Kendati demikian, mobil ini diklaim mampu melaju sejauh 150 km, dengan pengisian daya sekitar 4-6 jam.
Setidaknya satu demi satu solusi mulai terbayang. Semoga, kreator-kreator lain pun tak sungkan untuk menuangkan gagasan cemerlangnya. Benang kusut krisis energi pun diharapkan tak membelit Indonesia.

















