Pentas Seni Ramadan P3R 1433 H (Essay Foto)

Pentas Seni P3R Rabu lalu (25/7) menghadirkan keceriaan tersendiri. Seluruh penampil tampil prima menghibur penonton. Paduan suara yang kian padu, duo gitaris akustik yang memikat, juga musisi jalanan yang tak kalah keren. Di akhir acara, Snada memuaskan dengan senandung nasyid yang mereka lantunkan juga dengan interaksi mereka dengan para penonton. Sementara Rama, menambah heboh suasana. Semoga suasana ramadan kali ini tak terlupakan begitu saja. (Foto-foto: Fery AP)

Paduan suara P3R, Golden Voice, tampak kian padu dari hari ke hari. Mereka membuka pensi sore itu dengan jingle P3R.

Mendengar lagu yang mereka mainkan, siapa sangka kalau musisi berbakat ini merupakan musisi jalanan? Ya, mereka berasal dari Kelompok Penyanyi Jalanan. Aksi mereka pun dapat apresiasi meriah dari penonton.

Duo gitaris ini tampil padu. Penonton pun terhibur dengan lagu-lagu duo gitaris Jepang, Depapepe, yang mereka lantunkan melalui gitar mereka.

Memainkan chord-chord sulit, gitaris ini tampak serius. Musik yang dihasilkan pun enak didengar, mengundang decak kagum penonton yang memadati area paving block Salman Rabu sore (25/7).

Teddy, lead vocal grup nasyid Snada, bernyanyi penuh penghayatan

Salah seorang penonton coba mengabadikan konser Snada ini melalui ponsel pintarnya. Tak menyia-nyiakan kesempatan rupanya.

Maskot P3R, Rama, turut tampil bersama Snada. Kendati tak bisa menyanyi, Rama tetap jadi pusat perhatian dengan segala tingkah polahnya.

 

Masjid Salman ITB © 2013 All Rights Reserved

Developed by Onnay Okheng.