Begitulah pesan Ahmad Fuadi pada jamaah Salman yang menyaksikan Irama Rabu sore (25/7) di area paving block masjid salman ITB. Tentu saja bukan secara harfiah. “Saat kita meninggal kelak, jasad dan otak kita akan terkubur di dalam tanah. Tapi tidak dengan pemikiran kita,” ujarnya mantap.
Ya, panggung Inspirasi Ramadhan (Irama) sore itu memang menghadirkan penulis novel Negeri 5 Menara (N5M) tersebut. Pada kesempatan tersebut Ahmad Fuadi berbagi pengalamannya dalam menulis novelnya itu kepada jamaah Masjid Salman.
Dengan runtut ia menceritakan kisahnya, sejak di kampung halamannya tanah Minang hingga kehidupannya di pesantren Gontor yang kemudian ia tuangkan dalam novel N5M. Ia lantas bercerita perihal perjalanan bukunya itu sampai akhirnya diterbitkan oleh penerbit dan bahkan novelnya itu menjadi sebuah film yang sangat menarik untuk dilihat.
Tak hanya itu, ia pun memotivasi para jamaah untuk berkarya khususnya menulis. Karena tulisan itu tidak ada matinya sampai kapan pun dan pasti akan terkenang bahkan sampai melampaui batasan umur kita.


















