Desas-desus akan dibangunnya kafe di lokasi bekas asrama putri Masjid Salman melahirkan pro-kontra. Isu ini sedang hangat diperbincangkan oleh aktivis, karyawan, mahasiswa serta orang-orang yang ada di Salman. Belum ada pernyataan pasti dari pihak YPM Salman ITB terkait bangunan yang akan dibuat di lokasi tersebut. Berikut adalah beberapa pendapat meliputi peersoalan ini.
Pak Yahmudi, karyawan Salman bagian pemeliharaan fasilitas Salman
Kafe, kalau kata saya, kurang baik jika dinilai dari pihak luar. Apalagi Salman merupakan area bebas rokok. Sedangkan setahu saya di kafe merokok itu legal. Ini sangat bertolak belakang dengan keadaan Salman.
Mungkin beda ceritanya jika kafe yang akan dibangun akan bernuansa Islami. Kalau seperti itu, mungkin bisa diterima di salman. Jika memang dijadikan kafe, sudah pasti ada pemasukan untuk Salman. Otomatis, untuk karyawan Salman itu sendiri ada penghasilan lebih. Meski begitu, bekerja di Salman itu bagi saya tetap diniatkan untuk ibadah.
Namun sebenarnya harapan saya, lokasi bekas asrama putri dibangun sebuah sekolah. Minimal dari tingkat Sekolah Dasar (SD). Lebih bagus lagi hingga tingkat yang lebih tinggi. Apalagi, Salman tempat orang-orang terpelajar. Jadi untuk pengajarnya nanti tidak akan sulit. Anak-anak yang berprestasi serta kurang mampu nantinya bisa sekolah gratis.
Pak Nyaman, pengurus Kantin Salman
Kurang bagus di lingkungan Salman terdapat kafe. Dari pihak kantin sendiri, bukan karena takut ada saingan, tetapi memang citra sebuah kafe kurang baik. Mulai dari sisi penampilan, etika, kebiasaan serta gayanya itu sendiri. Dari kami, karyawan kantin– tidak ada tindakan yang signifikan untuk menolak dibangunnya kafe. Kami hanya menunggu keputusan saja dari pihak YPM Salman.
Menurut saya, lebih bagus di bangun asrama putri kembali. Menampung lebih banyak putri mungkin akan berdampak bagus, termasuk untuk Kantin Salman salah satunya.
Heri, pengunjung Salman (masyarakat umum)
Lingkungan Salman ini lingkungan Masjid, tempat ibadah. Sangat disayangkan jika dibangun kafe di lingkungan ini. Terkecuali kalau di lingkungan kampus ITB, itu tidak masalah. Melihat dari lokasi yang akan dijadikan kafe, memang sepi. Tetapi jika itu adalah usaha YPM Salman untuk meramaikan lokasi tersebut, pastinya kurang bagus. Alasannya, berdasarkan pandangan umum, kafe dan Masjid itu merupakan suatu yang berbeda, bahkan bisa dibilang bertolak belakang.
Menurut saya pribadi, lokasi tersebut alangkah lebih bagus jika dibangun kembali asrama putri. Dengan begitu, otomatis akan ramai juga dengan putri-putri yang ada di sana.
Ade Amat, Aktivis Salman (Aktif di Aksara, PAS dan Pusat Teknologi Salman)
Dari isu yang berkembang, di lokasi tersebut akan di bangun kafe. Saya sangat tidak setuju. Salah satu alasannya ialah dampak atau efek dari kafe tersebut. Salman yang sudah mempunyai kantin, apa jadinya jika ada kafe? Efeknya, akan terjadi sebuah peng-“kasta”-an: mahasiswa kafe dan mahasiswa kantin. Seperti ada sebuah gengsi berbeda di antara keduanya. Memang untuk Salman sendiri penghasilan dari kafe tersebut mungkin akan lebih. Itu hanya sedikit alasan ketidaksetujuan saya. Harapan saya, lokasi tersebut bisa di bangun sebuah sarana olah raga, khususnya lapangan futsal.
Hajah, Siswi Asrama Putri dan Aktivis Salman
Kafe memang kenapa? Sekarang coba bayangkan, kafe yang ada di Salman, di kemudian hari akan menjadi pelopor kafe yang baik. Istilahnya kafe syar’i. Kafe yang bebas rokok, kafe yang segera tutup saat waktu solat tiba, yang karyawannya sopan, nyaman serta selalu mengingatkan terhadap yang Khalik. Siapa pun bisa nyaman ketika berada di sana. Yang pasti, perencanaan dan pengelolaanya harus matang. Saya optimis pasti bisa. Kalau seperti itu enak.
Muhammad Satrio Pakarti. Mahasiswa FMIPA ITB ‘11
Tidak setuju. Mengapa? Yang pertama, ini merupakan kawasan masjid. Kurang pas jika dibangun kafe. Contoh kecil alasannya, kafe yang menyajikan full music bertetanggaan dengan masjid. Nanti mungkin, di sini ngaji, di sana musik adu keras. Alasan yang kedua, di Salman sudah ada kantin. Bisa-bisa nanti ada dua geng di Salman antara geng mahasiswa kantin dan mahasiswa kafe. Jadi kurang bagus. Menurut saya, lebih bagus di bangun taman atau bale-bale buat diskusi.


















