Ir. M. Hatta Rajasa: Selalu Fokus dalam Satu Bidang

(Foto: http://www.antarafoto.com)

Ir. M. Hatta Rajasa  kini tercatat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia sejak 22 Oktober 2009. Sebelumnya, Hatta menjabat sebagai Menteri Perhubungan Kabinet Indonesia Bersatu. Banyak orang tak menduga dia menjadi Menteri dalam bidang tersebut. Maklum, lulusan perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini, diprediksi banyak orang lebih cocok menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Namun, dengan kemampuan manajerial yang dimilikinya, jabatan apa pun dapat diemban dengan baik.

Hatta lahir di Palembang, Sumatera Selatan, 18 Desember 1953. Hatta Rajasa menamatkan sarjananya sebagai Insinyur Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 1973. Ketika di ITB, ia aktif dalam kegiatan kemahasiswaan, sebagai Waka Himpunan Mahasiswa Tehnik Perminyakan ITB dan Senator Mahasiswa ITB. Selain itu, semasa kuliah, ia juga sempat menjadi aktivis Masjid Salman Bandung. Kemudian, Hatta melanjutkan pendidikannya dalam Studi Pembangunan Institut Teknologi Bandung (ITB) selama setahun. Namun, bidang studi ini tidak dilanjutkan karena kesibukannya di Parpol dan menjadi Menristek.

Setamat dari Jurusan Teknik Perminyakan,  sebenarnya Hatta diterima bekerja di beberapa tempat dengan gaji yang lebih besar. Tapi ia tolak. Hatta lebih ingin mandiri dengan membuat perusahaan yang bergerak di bidang perminyakan sesuai pendidikannya. Bersama teman-temannya Hatta merintis usaha isampai memiliki beberapa badan usaha yang berkerjasama dengan perusahaan asing dan Petamina. Sejak tahun 1982 sampai 2000 ia menjabat Presiden Direktur Arthindo. Sebelumnya, ia menjabat Wakil Manager teknis PT. Meta Epsi, perusahaan pengeboran minyak.

Namun, begitu ia memutuskan bergabung dengan partai politik, semua kegiatan usaha itu dihentikan. Hatta benar-benar ingin konsentrasi di satu bidang. “Karena itu sifat saya. Kalau saya berusaha (bisnis), saya tidak mau bercampur dengan kegiatan lain. Begitu juga ketika masuk partai politik, saya konsentrasi dan juga tidak mau mencampur-baurkannya dengan usaha yang lain,” kata Ketua DPP PAN ini.

Perjalanan karirnya juga dipengaruhi oleh dukungan keluarga, terutama isteri dan anak-anaknya. Terutama saat ia memilih untk fokus menjadi politisi, dimana ia harus melepaskan perannya sebagai seorang pengusaha dan CEO. Sebuah keputusan yang tidak mudah bagi seorang yang sudah mempunyai keluarga dengan kehidupan yang mapan.

Ketika itu, tahun 1999, anak-anaknya masih kecil. Putra terbesarnya saat itu baru tamat SMP mau ke SMA. Ketika mengambil keputusan itu, ia berdialog panjang dengan keluarga. Suatu hal yang tidak mudah baginya karena memilih memasuki dunia yang lain sama sekali. Hatta mengaku tidak gampang meyakinkan keluarganya. Ia pun harus berpikir mempersiapkan hasil-hasil usahanya itu untuk kepentingan keluarga.

Sebelum masuk PAN, ia tidak pernah berpolitik praktis. Karena tidak ada kesempatan sesuai iklim politik pada zaman orba. Padahal ketika mahasiswa, ia menyenangi bidang tersebut. Sehingga ketika Amien Rais menggerakkan reformasi, ia pun sudah mulai ikut aktif. Saat itu, ia menjadi ketua Ikatan Alumni ITB cabang Jakarta. Di PAN, pada mulanya ia menjabat Ketua Departemen Sumber Daya Alam dan Energi. Kemudian, setelah kongres I, ia terpilih menjadi Sekjen. Pada Pemilu 1999, ia pun terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan anggota Majelis Permusyawaratan. Kini ia menjabat sebagai Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional.

Menurut Hatta, ada perbedaan yang mencolok antara masa lalu ketika ia sebagai aktivis, dengan zaman sekarang. Di masa lalu menjadi aktivis itu berarti menjadi musuh pemerintah.  Pengalamannya pada saat menjadi aktivis masa lalu itu pun membentuk kepribadiannya bahwa setiap orang tidak boleh takut mengatakan sebuah kebenaran.

Pada Ramadhan 1433H, Hatta Rajasa akan menjadi penceramah Tarawih pada Ahad, 22 Juli 2012. Beliau akan memberikan ceramah usai pelaksanaan shalat Isya di Masjid Salman ITB. ***

*dikutip dengan sedikit perubahan dari artikel berjudul sama yang diunggah pada 5 Agustus 2011

About author
Berusaha memberdaya, bukan diperdaya.
  • alman Hidayat.

    Dalam hidup ini kebanyakan orang tidak memiliki pendirian dalam menentukan sikap pribadinya. Sehingga banyak orang tidak punya keberanian untuk mengambil keputusan terhadap jalan hidup yang akan ditempuhnya.Jelas orang seperti ini selalu ragu-ragu dalam hidupnya. Saya sangat salut dengan bung Hatta Rajasa.Karena dia memiliki ketegasan dan pendirian yang kuat dlm menentukan langkah hidupnya. Oleh sebab itu Dia sangat tepat menjadi seorang pemimpin. Pemimpin harus slalu tegas dan cepat menentukan sikap[ dan mengambil keputusan. Suskses slalu Bung Hatta………………!

  • Pingback: Jadwal Penceramah dan Imam Tarawih 1432 H Masjid Salman ITB | Masjid Salman ITB

Masjid Salman ITB © 2013 All Rights Reserved

Developed by Onnay Okheng.