oleh Fauzan Hakim
“Sungguh, aku tak mengerti jalan pikiran wanita!”
Kiranya seperti itulah curhatan para lelaki saat menjalin hubungan dengan para wanita. Terkadang pikiran wanita tidak dapat dipahami para lelaki dan seringkali membuat bingung lelaki yang berhubungan dengannya. Tidak terkecuali para suami, mereka pun terkadang terheran-heran dengan kelakuan istrinya.
Tidak aneh jika dalam setiap keluarga ada saja masalah dengan istri. Hal ini dikarenakan ketika sang suami merasa telah mengenali istrinya, istrinya seketika berubah menjadi “makhluk yang lain” seakan tidak pernah ditemui sang suami. Sang suami pun merintih dan bertanya “Dimanakah istriku yang dulu?” Louann Brizendine pun hadir dengan buku pertamanya “Female Brain”.
Kehadiran buku ini bagaikan angin segar bagi orang-orang yang ingin memahami makhluk yang bernama wanita. Buku ini menjelaskan bahwa pemikiran wanita dipengaruhi kehidupan hormonal mereka. Brizendine menjelaskannya dengan bahasa yang mudah dipahami. Dengan gaya penyajian ala penerbit UFUK yang khas, hal ini tentunya semakin memudahkan pembaca.
Female Brain mengupas tentang siklus kehidupan hormonal wanita dari mulai janin hingga tua. Dengan kata lain, pikiran anak perempuan, remaja, istri, ibu, dan nenek tercakup di dalamnya. Buku ini tidak hanya cocok bagi suami yang ingin memahami istrinya. Buku ini juga direkomendasikan bagi ibu yang lupa masa kecilnya, anak yang sayang ibunya, lelaki yang ingin memahami teman lawan jenisnya dan wanita yang ingin memahami dirinya!
Profesi Brizendine sebagai neuropsikiater dan penyampaiannya yang hangat membuat buku ini semakin menarik. Meskipun harga buku termasuk mahal, namun hal tersebut tidak ada artinya dibandingkan manfaat buku. Bagaimanapun Anda akan selalu bertemu dengan makhluk yang bernama wanita. Harga yang dibayarkan untuk membeli buku ager lebih dapat memahami pasangan/ibu/anak Anda tentunya lebih berharga dibanding 1 porsi besar pizza di saat pesta.
Dibandingkan dengan buku keduanya yang berjudul Male Brain, buku Female Brain memiliki halaman yang lebih banyak dan lebih lengkap. Dalam buku Female Brain, Brizendine juga sedikit mengupas mengenai siklus hormonal laki-laki. Hal ini tidak terjadi pada buku Male Brain yang hanya membahas mengenai siklus hormonal laki-laki saja.***




















