Oleh: Muhammad Nurul Fahmi*
Anda akan terheran-heran ketika membayangkan seorang anak manusia yang rela mengarungi puluhan ribu mil samudera lebih dari 1.513 hari demi melupakan kenangan pahit cintanya. Anak manusia itu adalah Jim, seorang pemain biola yatim-piatu yang dibesarkan oleh dermawan kota. Jim tertikam rasa sesal yang amat sangat mendalam setelah dia kehilangan Nayla. Kekasihnya itu mati bunuh diri demi dirinya.
Jim selalu gagal melupakan kenangan pahit atas kepengecutannya membayar janji kepada kekasihnya. Dalam selubung rasa bersalah, putus asa, dan rasa sedih yang luar biasa, datanglah Sang Penandai menghampiri. Pertemuan Jim dengan sang pembuat dan penjaga dongeng-dongeng itu memandunya untuk melaut ke negeri-negeri timur.
Bersama Armada Kota Terapung di bawah pimpinan Laksamana Ramirez, Jim ikut bertempur bersama para prajurit lainnya melawan perompak legendaris perbatasan benua. Dirinya juga singgah dan melakukan perjalanan mendaki lereng Puncak Adam dan menjadi pahlawan dalam perang saudara di negeri Champa.
Semuanya Jim lalui sembari bergulat dengan hantu masa lalunya. Jim berubah dari sosok pemuda yang tak berpendidikan, pemuda yang terlalu takut untuk melawan takdir hidupnya, menjadi sosok yang sangat berani, dan penting dalam ekpedisi ke Tanah Harapan.
Namun sayangnya, sampai diujung kisah Jim belum menyelesaikan dongengnya meski ia berhasil mendapatkan kembali Nayla.
***
Ketika Anda membaca novel ini, Anda akan menemukan suatu hal yang tidak biasa yang dituliskan Tere Liye dalam karyanya yang lain. Tere Liye berhasil membuat Anda memasuki dunia fantasi yang penuh kejutan dan dikuasai oleh panorama samudera. Penulis juga mampu menyajikan banyak pertempuran yang sarat akan pertumpahan darah.
Pertualangan seru bak dongeng ini dibumbui dengan kisah-kisah cinta. Jim yang melankolis tidak mampu berdamai dengan masa lalu yang menempatkannya pada pilihan-pilihan sulit.
Di akhir cerita, Anda akan mendapatkan sebuah pesan yang penulis ingin sampaikan bagaimana kita harus berdamai dengan masa lalu, sepahit apapun itu. Disamping itu kisah ini mengajarkan kepada kita bahwa kesabaran akan membuahkan imbalan yang tak terduga.
Akhir buku dilengkapi dengan kisah-kisah yang menjelaskan beberapa kisah di awal, sehingga akan mengatasi kebingungan pembaca. Akan tetapi ada beberapa kisah yang memang tidak memiliki penjelasan yang memuaskan.
*Mahasiswa Teknik Geodesi dan Geomatika ITB,
Anggota Aksara Salman ITB




















