Indonesia Hijab Fest: Fesyen Modis, Sesuai Syariatkah?

Fashion Show di Indonesian Hijab Fest (Foto: Aulia)

Untuk pertama kalinya diadakan festival hijab di Indonesia. Indonesia Hijab Fest (IHF) ini dimulai hari Kamis (14/6)dan berlangsung selama tiga hari. Sejumlah 104 distributor jilbab dan pakaian muslim memadati gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung. Kebanyakan distributor berasal dari Bandung dan Jakarta, selebihnya berasal dari Surabaya, Yogyakarta, bahkan Malaysia.

Para distributor memamerkan karyanya pada fashion show selama acara berlangsung. Selain itu ada pula talkshow tentang hijab dan hiburan dari artis-artis seperti, Kahitna, Marshanda, Zaskia Adya Mecca, Zaskia Sungkar, Muhammad Assad, dan masih banyak lagi. “Indonesia hijab fest ini burtujuan untuk memfasilitasi para produsen yang ada di Bandung khususnya, dan yang umumnya se-Indonesia,” kata Senny, penyelenggara IHF ini.

Menurut Senny, acara ini terbilang sukses dengan antusiasme pengunjung mencapai 6000 orang lebih perharinya. Hal tersebut dapat dihitung berdasarkan jumlah tiket yang habis terjual.

Saat ini model busana muslim di Indonesia semakin berkembang pesat. Di pusat perbelanjaan ataupun di majalah-majalah, baju muslim saat ini sangat beragam dan bervariasi seiring perkembangan mode. Hal ini menjadikan para wanita muslim menjadi semakin menarik, karena mereka tetap bisa bergaya dengan banyaknya pilihan busana muslim namun tetap mengikuti aturan agama.

Namun, apakah  dengan adanya mode baru dalam busana muslim tersebut tetap sesuai syariat? Araafiqi, Pengunjung IHF yang juga aktivis Salman, mengaku merasa miris. “Ketika ngeliat kerudung malah dijadikan model-model kaya gitu, malah justru keliatannya lebih mengumbar gaya. Nggak menutup dan nggak sesuai syariat yang dianjurkan,” katanya.

Menurutnya, model-model tersebut lebih mengedepankan fesyen dan mengesampingkan manfaat dari jilbab itu sendiri. “Mereka lebih membentuk area kepala gitu dan make-up-nya tebel-tebel,” jelasnya.

Kendati begitu dalam segi fesyen, orang-orang Bandung memang kreatif. Mode jilbab sangat cepat berkembang dibanding kota-kota lain. Sehingga tak heran jika Bandung disebut “Paris Van Java” atau kota modenya pulau Jawa.

Masjid Salman ITB © 2013 All Rights Reserved

Developed by Onnay Okheng.