Pedagang Sekitar Salman Butuh Bimbingan

Seorang aktivis Salman sedang membeli makanan di Angkringan (Foto: Tristia R.)

Melintas di kawasan Masjid Salman,  akan ditemukan banyak pedagang. Umumnya  para pedagang makanan yang mendominasi kawasan ini. Mereka bukan tanpa sengaja berjualan di kawasan Masjid Salman. Kawasan masjid Salman yang selalu ramai membuat mereka tertarik untuk mencari nafkah disana.

Perlahan antara para pedagang dan pihak Masjid Salman terbentuk ikatan silaturahmi. Mereka tidak hanya menjadikan Masjid Salman menjadi tempat berjualan saja. Salman juga dijadikan tempat bernaung tatkala kesulitan melanda. Pihak Masjid Salman pernah memberikan bantuan modal usaha kepada para pedagang.

“Tiga tahun lalu ada bantuan modal usaha. Sayangnya tidak digarap sungguh-sungguh,” kata Mudjahidin Saleh, salah seorang pedagang di Salman. Sehari-hari Mudjahidin berdagang susu murni.

Menurutnya, keterbatasan para pedagang cukup banyak. Mereka akan kesulitan keluar dari permasalahan tanpa bantuan. Yang paling mencolok tentunya keterbatasan pengetahuan para pedagang.

“Saudara-saudara kita ini bisa keluar dari kesulitan (kemiskinan), bila ada pendidikan yang baik,” kata Mudjahidin.

Lembaga Masjid Salman diharapkan dapat membantu dalam memberi akses pendidikan untuk para pedagang. Terutama untuk anak-anak para pedagang. Baginya, kepedulian Salman terhadap para pedagang disekitarnya sangat diperlukan. Para pedagang butuh pembinaan dan pendampingan supaya mendapat ketenangan dalam usaha.

“Tolonglah, bimbing mereka supaya memperhatikan pendidikan anak-anak mereka,” kata Mujahiddin.

Selain itu, pedagang di sekitar Salman tidak hilang hanya karena direlokasi. Mereka akan selalu ada jika wawasan mereka masih terbatas pada mewariskan usaha dagangnya pada anak-anaknya.

Masalah lain yang dihadapi pedagang ialah rentenir. Rentenir bagai hantu yang senantiasa membayangi mereka.

“Ini masalah pemahaman agama mereka. Ini juga mestinya mendapat perhatian dari Salman. Coba lihat sekarang usaha yang dibiayai rentenir mana ada usahanya yang maju,” kata Mujahidddin.

 

Peran DPM

Salman sendiri memiliki divisi khusus yang menaungi masyarakat sekitar wilayah Salman, Divisi Pemberdayaan Masyarakat (DPM). DPM berusaha mendorong kemajuan masyarakat di sekitar masjid Salman. Termasuk juga para pedagang di sekitar Salman berada di bawah naungan DPM.

“Sudah ada rencana pembinaan untuk para pedagang. Untuk program sebelumnya tanya saja kepada manajer sebelumnya,” kata Dharma salah seorang pengurus DPM yang membawahi program Ganesha Madani.

Dari DPM sendiri belum ada program karena menunggu terpilihnya manajer yang baru. Ada rencana pedagang di sekitar Salman akan direlokasi. “Belum tahu kapan. Nunggu manajer baru,” lanjut Dharma.

Selain Divisi Pengembangan Masyarakat, lembaga Salman lainnya yang berurusan dengan pedagang adalah Rumah Amal. Rumah Amal membantu para masyarakat di sekitar Salman bila ada kebutuhan yang bersifat insidental. Namun, program khusus untuk pedagang belum ada.

“Selama ini pedagang di lingkungan sekitar Salman merupakan pendatang. Jadi belum ada program yang khusus menyentuh ke arah sana,” ujar Dadan Ramdani salah seorang staf pelayanan insidental Rumah Amal.

Bantuan modal untuk para pedagang pernah juga diberikan. Sayangnya timbal balik untuk Rumah Amal kurang bagus. “Karena bantuan yang diberikan Rumah Amal bersifat pinjaman, kadang mereka (pedagang) telat mengembalikan bahkan sama sekali tidak mengembalikan,” kata Dadan.

Bantuan yang diberikan Rumah Amal berupa bantuan kesehatan, ekonomi, dan pendidikan. Terkait program khusus pedagang, Rumah Amal belum punya rencana dan belum punya konsep. “DPM yang mengurus program. Rumah Amal hanya berkutat di wiayah penghimpunan dana,” tambah Dadan.

Salman agaknya harus terjun langsung ke lapangan dan berinteraksi dengan mereka (pedagang) agar lebih mengenal dengan jelas apa saja masalah yang dihadapi para pedagang. Ini agar masyarakat Salman terhindar dari bodoh akademis dan bodoh agamis.***

  • nurim

    Sebaiknya pengurus salman mengajarkan agama dulu pada pedagang sekitar mesjid, agar terbina rohaninya dulu. karena kalau tidak dibina rohaninya maka bantuan yang sifatnya duniawi tdk akan bermanfaat. Contoh: mereka tdk akan bayar utang mereka, atau mereka tetap akan pinjam ke rentenir, dll. Ya jangan sampai, salman spt mercusuar, menerangi yang jauh, sementara yg dekat dlm kegelapan.

Masjid Salman ITB © 2013 All Rights Reserved

Developed by Onnay Okheng.