Iwan Setyawan mengisi acara bedah buku dalam penutupan rangkaian acara Islamic Student Fair (ISF), Minggu (20/5). Dalam acara yang digelar di Aula Timur ITB tersebut Iwan membahas novel inspiratifnya yang berjudul ‘9 Summers 10 Autumuns’.
Seperti tagline pada bukunya, ‘Dari Kota Apel ke The Big Apple’, novel tersebut mengisahkan perjalanan hidup Iwan, seorang anak supir angkot dari Kota Batu, Malang, yang menjadi direktur di New York City.
Dalam acara bedah buku tersebut Iwan berujar, “tembus batas ketakutan.” Pelan, namun penuh tekanan di setiap kata.
Kata-kata yang kerap Iwan jadikan pegangan ini berawal dari nasihat ibunya. Dahulu, dari Batu Iwan merantau ke Bogor. Dirinya yang seorang juara keras menemui banyak pesaing dalam merebut prestasi akademik. Mulai dari siswa dengan prestasi olimpiade tingkat nasional sampai tingkat internasional menjadi rivalnya.
Nyalinya sempat ciut. Iwan menghubungi ibunya dan mengeluh bahwa ia tidak kuat hidup di Bogor. Ibunya hanya menyuruhnya untuk pulang saja ke Batu. Namun, di akhir pembicaraan mereka, ibunya berkata, “Coba dulu jangan takut.” Dan itulah yang ia lakukan. Mencoba sampai akhirnya berhasil menembus batas ketakutan itu.
Menurut penyuka yoga ini, hidup seperti pelayaran.Membangun masa depan haruslah dari sekarang. Mimpi sekecil apa pun jika dikejar sepenuh hati akan ada bonusnya. Sementara kerja keras merupakan investasi untuk masa depan.***




















