150 Peserta Learning Camp untuk Merintis Beasiswanya Sendiri

Suasana belajar beasiswa perintis 2, selama empat pekan mereka akan digembleng untuk bersiap menempuh SNMPTN. (Foto: Irfan R)

Masuk ke lingkungan militer, berarti harus bisa beradaptasi dengan aturan-aturan yang ada di sana. Jalan yang di- verboden, aturan berjalan, dan selalu berpakaian rapiHal tersebut dialami 150 peserta Learning Camp (LC) Beasiswa Perintis II.  Pasalnya, tahun ini LC berlangsung di Sadik (Sekolah Pendidikan) Infanteri Susjur Beta Pusdikif, Cimahi.

Mereka akan tinggal selama empat pekan, sejak Ahad lalu (13/5) hingga sabtu (9/6). Namun, jika diantara mereka ada yang lolos SNMPTN Undangan, mereka diperkenankan untuk pulang pada 29 Mei mendatang. Tujuan LC ini untuk mempersiapkan siswa SMA untuk mengikuti SNMPTN, harapannya semua peserta LC ini tembus Perguruan Tinggi Negeri.

Menurut Irfan, koordinator  lapangan LC, mereka diarahkan untuk bisa merintis beasiswanya sendiri  ketika telah lolos di PTN,“Kita kasih informasinya, yang paling utama beasiswa bidikmisi, dan kita mengarahkan mereka, kan ada beasiswa salman juga, kita bantu secara kekeluargaan”, katanya.

LC ini dipegang oleh Lembaga Pendidikan dan Pengembangan (LPP) Salman seluruhnya. Peserta LC pun beragam, terdiri dari SMA/MA se-Jawa Barat. Ada yang berasal dari saringan Beasiswa Perintis Bandung, MA Salman Cirebon, MA Putri Talaga, Garut Selatan, dan ujian mandiri. Kendati demikian ada juga siswa yang berasal dari SMA Balikpapan, Kalimantan. Siswa tersebut menempuh jalur ujian mandiri agar dapat mengikuti LC kali ini.

Fasilitas penunjang belajar mereka dapatkan secara gratis seperti, buku SNMPTN, makan sehari tiga kali, juga kaos. Pengajar dan fasilitator berasal dari mahasiswa ITB, UPI, dan UNPAD. Selain itu LPP menyediakan tim psikolog, “Untuk mereka konsultasi mengenai jurusan yang mereka pilih”, tukas Irfan.

Kalaupun ada penarikan biaya, biaya tersebut digunakan untuk biaya laundry. “Karena disana anak-anak tidak ada kesempatan untuk nyuci, mereka belajar, belajar, dan belajar” tegasnya. Orang tua siswa pun tidak keberatan dengan tarif tersebut. Mereka pun siap untuk berpisah dengan putra-putrinya sementara waktu. Namun, mereka boleh berkunjung pada Ahad mendatang (27/5). [Fe]

Masjid Salman ITB © 2013 All Rights Reserved

Developed by Onnay Okheng.