Mobil Tim Cikal ITB (okezone.com)
Cadangan energi konvensional semakin menipis. Kini, Indonesia diramaikan juga oleh isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Keadaan ini membuat orang-orang kreatif mulai mencari dan merancang energi alternatif. Hidrogen, angin, dan sel surya adalah sebagian contoh basis bahan bakar terbarukan. Dari angin dan sel surya misalnya, dapat dihasilkan listrik.
Menyadari kalau listrik dapat dijadikan sebagai energi alternatif, beberapa mahasiswa dari Institut Teknologi Bandung merancang mobil listrik. Mereka tergabung dalam Tim Cikal ITB. Mobil elektrik yang dirancang akan diikutkan pada lomba Shell Eco-Marathon Asia 2012 bulan Juli di Malaysia.
Pada 2011 lalu, Tim Cikal juga mengikuti lomba yang diselenggarakan perusahaan Shell. Mereka mengembangkan tiga jenis mobil, yaitu mobil berbahan bakar hemat bensin, mobil berbahan bakar biodiesel, serta mobil listrik. Saat itu mobil bensin merekalah mendapat juara pertama di kategori Shell Eco-Marathon (SEM) Asia 2011 Gasolin Award Urban Concept. Mobil listrik sendiri, baru dikembangkan secara serius mulai tahun 2012.
Proses perakitan dan perancangan mobil listrik ini melibatkan mahasiswa dari berbagai jurusan. Dari jurusan teknik mesin, teknik elektro, tenaga listrik, telekomunikasi, hingga jurusan desain produk dari Fakultas Seni Rupa dan Desain.
Mobil bertenaga listrik ini menghasilkan daya dua tenaga kuda. Sumber tenanganya dari baterai yang bisa di charge.
Kecepatan mobil ini ditargetkan sanggup menempuh 100 kilometer per kwh.
“Kenapa Listrik? Listrik itu bukan energi yang ada tapi dibangkitkan dari energi lain. Listrik mudah disimpan dan digunakan,” ujar Adrian Rizki Irhamna, salah satu mahasiswa yang tergabung dalam Tim Cikal ITB ketika diwawancarai salmanitb.com pada Senin, (9/4). Adrian fokus dalam merancang sasis untuk mobil listrik ini.
Menurut Adrian, listrik untuk transportasi masih terbatas penggunaannya. Kapasitas listrik yang digunakan masih sangat kecil. Untuk mobil dan motor masih sangat memungkinkan untuk menggunakan energi listrik. Kereta api pun bisa menggunakan energi listrik karena ada lintasannya.
Namun, untuk kendaraan-kendaraan besar seperti truk dan container tampak tidak mungkin menggunakan listrik. Adrian kemudian menyoroti penggunaan bio-diesel untuk bahan bakar alternatif. Biodiesel yang dihasilkan dari tumbuhan bisa digunakan untuk kendaraan dengan kapasistas mesin besar.
“Untuk pesawat terbang lain lagi, bayangkan perlu berapa kapasistas listrik yang digunakan? Sepertinya tidak mungkin. Energi minyak cukup untuk pesawat terbang saja,” ujar mahasiswa Teknik Mesin angkatan 2008 ini.
Indonesia adalah negara dengan kekayaan alam melimpah. Potensi energi panas bumi Indonesia memenuhi 40% kebutuhan dunia. Alangkah lebih baik potensi tersebut dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan publik, seperti untuk membangktkan listrik. Energi panas bumi Indonesia dapat menghasilkan 128.000 mega watt listrik. Sumber energi panas bumi itu terdapat di Jawa, Sumatera, dan Bali.
“Pemanfaatan energi panas bumi membutuhkan investasi yang besar,” ujar Adrian.
Mengenai rencana pemerintah menaikan harga BBM, Adrian sangat setuju. Menurutnya, masyarakat Indonesia sudah terlalu tergantung pada BBM. Subsidi yang diberikan pemerintah ternyata tidak tepat sasaran menurut Adrian. Sebagian besar subsidi dinikmati orang kaya.
Berbagai inovasi untuk mengurangi ketergantungan pada BBM terus berkembang. Energi alternatif seperti listrik tidak lama lagi akan menjadi teman baru manusia. Mobil listrik yang dibuat Adriam diharapkan menjadi tonggak sejarah awal penggunaan energi listrik untuk transportasi. Seperti nama tim yang membuatnya, cikal.***