Keindahan, Kebaikan, dan Kebenaran: Landasan Seni Islam!

sumber gambar http://harunarcom.blogspot.com/

Keindahan (Al-Jaamil), kebaikan (Al-Birr), dan Kebenaran (Al-Haqq) ialah tiga di antara nama-nama Allah yang banyak mendasari seorang muslim menghasilkan karya seni luar biasa. Dari mulai seni lukis, tari, unarsitektural, kaligrafi, pahat, seni pertunjukan sampai seni sastra; semuanya dihasilkan dari nilai-nilai spiritualitas keilahian. Jadi, secara tidak langsung seni Islam merupakan wujud dari zikir-nya seorang hamba kepada Tuhan. Di dalam seni Islam juga mencakup sebuah relasi harmonis antara hamba dengan Tuhan, hingga menjadi sebuah kesatuan integral yang tak bisa dilepaskan.

Karena itulah, seni Islam tidak bebas aturan; seni Islam juga tidak dapat melepaskan dari nilai-nilai ilahiyah. Sebab, seni Islam lahir dari sejumlah kegiatan reflektif seorang hamba atas keagungan ciptaan-Nya di muka bumi. Ketika seorang sastrawan menelurkan karya sastra dalam bentuk puisi, sajak, cerita, maupun novel; semuanya berangkat dari pengamatan dirinya atas realitas ciptaan Allah. Dan, untuk mengejawantahkan kekagumannya tersebut, seorang sastrawan dapat menghasilkan karya yang menggambarkan kerinduan spiritual.

Salah satu sastrawan itu adalah Muhammad Iqbal, yang terkenal dengan puisi-puisinya yang memantulkan semangat kenabian (profetik). Sajak atau puisi yang ditulis oleh Muhammad Iqbal berangkat dari pengamatan dirinya terhadap kondisi realitas sekitar, sembari mengingat bahwa dibalik realitas tersebut terkandung pesan-pesan Ilahi. Di Indonesia, kita juga mengenal karya-karya profetik Amir Hamzah yang memantulkan semangat keilahian dalam karya sastranya.

Dari seni arsitektural kita juga dapat menyaksikan bagaimana keindahan dan kemegahan Taj Mahal di India. Masjid Taj Mahal ini merupakan wujud dari kerinduan spiritual sang arsitek terhadap cinta, spiritualitas, dan kehadiran Tuhan dalam kehidupannya. Tak hanya Taj Mahal, banyak juga masjid-masjid zaman dahulu yang dibangun berdasarkan nilai-nilai ilahi sehingga menghasilkan bangunan yang nyaman, indah, dan mengagumkan. Belum lagi dengan seni kaligrafi yang diambil dari ayat-ayat Al-Quran dan hadits nabi. Di dalam seni kaligrafi tersebut sekilas kita dapat memahami betapa menginspirasinya aspek ketuhanan ketika berkarya bagi seniman-seniman muslim. Betapa aspek keilahian telah mempengaruhi bentuk karya seni sebagai perwujudan dari cita, rasa, dan karsa manusia yang dibimbing Tuhan.

Berkesenian, bagi seorang muslim, ialah bentuk dari ibadah kepada Tuhan Maha Pencipta kehidupan. Pelaksanaan ibadah itu dilakukan dengan menaati sejumlah etika-etika yang diberikan Rasulullah Saw., melalui sabdanya maupun amal-perbuatannya. Estetika berkesenian dalam Islam ialah keterpaduan antara keindahan, dengan nilai-nilai kebaikan dan kebenaran. Inilah yang dimaksud dengan Allah Yuhibbu al-jaamiluun, “Allah sangat menyukai keindahan”.

Mencipta kesenian dalam Islam ialah dalam rangka menciptakan hubungan harmonis antara seniman, manusia dengan Tuhan. Inilah yang disebut dengan kerja-cipta seni yang berkah dan selamat. Selamat berkesenian. Selamat menghasilkan karya-karya seni yang luar biasa!

Blogger, Penulis, Alumni UIN SGD Bandung, dan administrator situs Jejaringku.com.

*

*

Top