gambar dari http://desinceremafaza.files.wordpress.com/2011/09/traveller-man-photographer-thinking-sea.jpeg?w=300&h=199
Menanggapi penjelasan Zulkarnain pada tafsir surat Quraisy bagian I, Samsoe Basaroedin, anggota Tim Editor Tafsir Ilmiah Salman, menggarisbawahi hubungan antara perubahan musim dan perubahan arah perjalanan kabilah Quraisy. “Bahkan saya menduga, kondisi inilah (perubahan musim –red.) yang menyebabkan munculnya Jalur Sutra,” ujar Samsoe. Jalur Sutra adalah rute yang membentang dari Yerussalem, Mesir, Asia Selatan sampai ke Cina.
Jalur Sutera sudah membentang selama ribuan tahun jauh sebelum diutusnya Rasulullah SAW. Yang menggunakannya pun bukan hanya bangsa Arab, khususnya kabilah Quraisy, melainkan juga berbagai bangsa di dunia. Keberadaan Jalur Sutra bukan hanya digunakan untuk perdagangan, tapi juga untuk penyebaran agama, baik itu Hindu, Buddha, Majusi, Yahudi, Nasrani dan Islam. Hanya saja menurut Samsoe, ia belum menemukan informasi bagaimana pergantian antar musim tersebut mempengaruhi perjalanan perdagangan, khususnya yang melewati Jalur Sutra tersebut.
Sebagai pembahas aspek ilmiah, Dr. Armi Susandi dari Program Studi Meteorologi ITBmencoba memuaskan keingintahuan Samsoe. Terlebih dahulu, Armi memaparkan sekelumit tinjauan ilmiah mengenai cuaca dan perubahan musim. Cuaca adalah kondisi atmosfer pada satu waktu yang sifatnya jangka pendek antara 1-3 hari. “Misalnya, hari ini cuaca sedang hujan, besok mungkin cerah,” tutur Armi. Sementara iklim atau pergantian musim adalah kondisi cuaca yang berulang, periodik dan jangka panjang. Perbedaan musim terjadi karena Bumi berotasi pada sumbu yang condong 23½º. Karena kecondongan tersebut, posisi Matahari relatif di langit bergeser dari kutub sumbu di utara, ke ekuator, lalu ke kutub sumbu di selatan, lantas kembali lagi ke utara. Pergeseran posisi Matahari inilah yang menyebabkan terjadinya perubahan musim.
Armi sendiri mengaku tidak begitu paham mengenai pembentukan Jalur Sutra. Akan tetapi, terkait perubahan arah perjalanan dagang kabilah Quraisy, penjelasannya sederhana. Pada bulan Desember, Matahari lebih banyak menyinari wilayah selatan Bumi sehingga mengalami musim panas. Sementara wilayah utara yang kurang mendapat penyinaran, mengalami musim dingin. Karena itu pada saat musim dingin, para pedagang suku Quraisy melakukan perjalanan ke selatan (Yaman) untuk menghindari musim dingin dan mencari tempat yang lebih hangat.
Sebaliknya, pada bulan Juni, Matahari lebih banyak menyinari wilayah utara Bumi sehingga mengalami musim panas. Sementara wilayah selatan yang kurang mendapat penyinaran, mengalami musim dingin. Karena itu dengan alasan yang sama seperti pada, para pedagang Suku Quraisy melakukan perjalanan ke utara pada saat musim panas.
Armi berpendapat, perjalanan ini dilakukan karena keterbatasan teknologi yang dimiliki manusia saat itu. Namun sekarang, tambah Armi, dengan teknologi manusia bisa berdagang di musim dingin. Contohnya, perdagangan lewat expo/pameran besar di negara-negara Eropa dan Amerika saat ini justru banyak dilakukan pada musim dingin, di dalam ruangan yang sangat besar dan berpenghangat.
Sebenarnya, lanjut Armi, Allah SWT telah menciptakan kondisi iklim di Bumi dengan sangat sempurna. Siklus cuaca dan iklum telah diatur sedemikian rupa sehingga setimbang. Tidak ada wilayah di Bumi yang sangat panas atau sangat dingin sehingga tidak dapat didiami manusia. Sayangnya, siklus ini mulai terganggu akibat meningkatnya jumlah CO2 di atmosfer yang menyebabkan pemanasan global.
Peningkatan jumlah CO2 tersebut tidak lain terjadi karena campur tangan manusia. Itu semua terjadi karena ketamakan. “Kita ingin cepat maju sehingga lupa pada keseimbangan ini,” keluh Armi. Makanya, lanjut Armi, Islam sangat menghargai pohon (yang menangkap dan menyimpan CO2—red.), sehingga bahkan dalam perang pun pohon dilarang ditebang. Wallahu a’lam bish shawab.





![Pendaftaran Beasiswa Salman ITB periode Juli-Desember 2012 [1-13 Mei 2012] Pendaftaran Beasiswa Salman ITB periode Juli-Desember 2012 [1-13 Mei 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/poster-beasiswa-50x50.jpg)



![Penerimaan Anggota Asrama Salman ITB periode 2012/2013 [1-11 Mei 2012] Penerimaan Anggota Asrama Salman ITB periode 2012/2013 [1-11 Mei 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2010/05/Asrama-Salman-ITB-50x50.jpg)

![Pesantren Kilat PAS ITB: KETOPRAK (Kerajinan dan Teknologi Praktis) [24–29 Juni 2012] Pesantren Kilat PAS ITB: KETOPRAK (Kerajinan dan Teknologi Praktis) [24–29 Juni 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/ketoprak-logo-50x50.jpg)
![Pendaftaran Wali Adik PAS ITB [16 Mei - 7 Juni 2012] Pendaftaran Wali Adik PAS ITB [16 Mei - 7 Juni 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/ketoprak1-50x50.jpg)

