Pers sebagai Agen Pencerah Masyarakat

Dr. H. Dede Mulkan ketika menjadi pembicara dalam seminar Hari Pers Nasional di UIN SGD Bandung beberapa waktu lalu. (Foto: dok. UIN SGD)

Dr. H. Dede Mulkan ketika menjadi pembicara dalam seminar Hari Pers Nasional di UIN SGD Bandung beberapa waktu lalu. (Foto: dok. UIN SGD)

“Insan pers seharusnya bisa bersikap tabayyun, menjadi agen pembawa kebenaran sekaligus pencerah bagi masyarakat dunia,” begitulah ungkapan dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Prof. Dr. Asep Muhyiddin, M.Ag dalam sambutannya pada acara Seminar Hari Pers Nasional, Kamis (9/2).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Program Studi Jurnalistik jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN serta dihadiri ratusan mahasiswa dari Ilmu Komunikasi UIN SGD Bandung dan beberapa mahasiswa dari berbagai universitas se-Kota Bandung.

Acara yang mengusung tema ”Reorientasi Media Massa” tersebut menghadirkan 2 pembicara dari bidang pertelevisian, yaitu: Dr. H. Dede Mulkan, pengamat televisi dan penulis buku Cerdas Nonton TV; dan Patria Hidayat, jurnalis SCTV biro Jawa Barat.

Lebih lanjut Asep mengatakan,”Pers dewasa ini cenderung lebih menonjolkan hal-hal yang bersifat bombastis dan sensasional. Nilai-nilai idealisme seolah-olah ditinggalkan.”

Padahal, menurut Asep, seharusnya pers mempunyai misi untuk menghadirkan nilai-nilai kebaikan di masyarakat. Untuk itu, guru besar Ilmu Komunikasi UIN SGD ini menghimbau kepada insan pers untuk merefleksikan fokus tugasnya yang mulia dalam mencerdaskan masyarakat.

Hal senada disampaikan Patira Hidayat yang kerap bersinggungan dengan jurnalistik praktis dalam kehidupannya sehari-hari. ”Dalam situasi apa pun, idealisme harus tetap dipegang teguh oleh jurnalis,” tegasnya.

Menyoal soal pertentangan idealisme jurnalis yang seringkali berlawanan dengan kepentingan pemilik modal, Patria menuturkan bahwa jurnalis harus tetap membuat berita sesuai dengan fakta yang dia dapatkan, meskipun beritanya sangat berlawanan dengan keinginan pemilik modal.

“Setelah membuat (berita), (perihal) urusan ditayangkan atau tidak, itu urusan pemimpin redaksi. Yang jelas, jurnalis telah menjalankan tugas yang seharusnya,” tegasnya.

Cerdas Menonton Televisi
Menanggapi semakin maraknya tayangan di televisi yang tidak mendidik, Dede Mulkan mensyaratkan masyarakat untuk cerdas dalam menonton. Bagaimana pun, lanjut Dede, fungsi media massa televisi selain menghibur adalah mendidik pemirsanya juga.

“Akhir-akhir ini justru banyak acara di televisi yang menayangkan hal-hal tidak mendidik dan justru ‘membodohi’. Ironisnya, tayangan tersebut laku di pasaran dan mendapatkan ratting yang sangat tinggi,” papar Dede Mulkan ketika menjadi pembicara sesi pertama seminar Hari Pers Nasional jurusan Ilmu Komunikasi UIN SGD ini.

Dede menganjurkan masyarakat agar mematikan tayangan televisi yang tidak mendidik. Tujuannya agar ratting tayangan tersebut menjadi rendah dan akhirnya menghilang. Meskipun begitu, Dede mensyaratkan masyarakat untuk diedukasi agar paham dan bersikap cerdas ketika menonton televisi.

About author
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Jurnalistik UIN SGD Bandung, aktif di Komunitas Anak Tangga.
Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Timeline

  • April 21, 2012 01:52

    Salman Reading Corner punya lomba Resensi Buku lho setiap bulannya, hadiahnya voucher belanja 300rb di Gn. Agung. Ikut? http://t.co/KMqxCjxA

  • April 21, 2012 01:50

    assalamu'alaikum, selamat akhir pekan, teman-teman :D

  • April 17, 2012 01:30

    Room Mate dan Budaya Kita http://t.co/8WmwCaiw

  • April 17, 2012 01:23

    Agar Finansial Tak Jadi Beban Bagi Calon Pengantin http://t.co/04O7oq07

  • April 17, 2012 01:19

    dari acara syukuran wisuda kemarin: Follow The Passion atau Lakukan yang Terbaik http://t.co/UwfCeNg6

Masjid Salman ITB © 2012 All Rights Reserved

Developed by Onnay Okheng.