Pembukaan PAS ITB: Ajang Unjuk Gigi Klub

Aksi rappeling dari menara Salman. Buat penonton terkesima. (Foto: Luthfiyah Azizah)

“Ciat ciat!” pekik beberapa anak saat mereka memukuli sekelompok pemuda yang menyergap mereka di Salman. Dengan lincah mereka memperagakan jurus-jurus pukulan dan tendangan pada penyergap mereka. Para pemuda itu pun terjatuh dan kalah.

Aksi kekerasan terjadi di Salman? Tentu saja tidak. Kejadian tersebut merupakan demo beladiri yang disuguhkan klub Perisai Diri, salah satu klub di Pembinaan Anak Salman (PAS) ITB.

Setiap klub di PAS ITB menampilkan aksinya di acara pembukaan mentoring semester 56, Minggu lalu (12/2). Tujuannya satu, menarik perhatian  adik-adik PAS dan membuat mereka bergabung dalam klub yang sesuai dengan minat mereka.

Dalam acara yang digelar di area paving block Salman ITB ini 5 klub mempersembahkan penampilan mereka.

Setelah Perisai Diri, giliran klub Penulis Cilik (Pencil) yang menampilkan aksinya. Klub termuda di PAS ini menampilkan aksi yang sedikit melankolis. Klub yang baru didirikan pada semester ke-53 ini membawakan musikalisasi puisi ‘Aku Ingin’ karya sastrawan Sapardi Djoko Damono.

Usai musikalisasi puisi yang manis, mereka melanjutkan penampilan mereka dengan sesuatu yang menggugah semangat. Bersama-sama mereka mengajak kakak-kakak dan adik-adik PAS menyanyikan lagu perjuangan, Halo-halo Bandung. Di sela-sela lagu, salah seorang kakak bertutur kisah epik Bandung Lautan Api.

Berikutnya, klub BIPP menampilkan aksi ajaib ala sains. Mereka membuat telur yang semestinya tenggelam di air menjadi terapung. Adik-adik pun nampak terpukau dengan fenomena yang terjadi.

Segera setelah klub sains merampungkan percobaannya, perhatian massa beralih ke menara Salman.

Ternyata kakak-kakak dari klub surviva sedang beraksi menuruni menara dengan tali (rappeling). Tak hanya dengan cara biasa, sebagian mereka tampak ‘berlari’ menuruni menara dengan muka menghadap ke bawah. Suguhan ekstrem tersebut membuat Kak Irfan, ketua umum PAS periode, melihatnya dengan air muka takut.

Rangkaian penampilan klub-klub PAS diakhiri dengan Tarian khas Jawa Barat, Bedaya. Penampilan tersebut merupakan persembahan klub Asterik. Asterik sendiri merupakan klub yang mewadahi seni tari dan teater.

 

About author
1 comment on this postSubmit yours
  1. tari Badaya bukan bedaya… ka dikaa..

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Timeline

  • April 21, 2012 01:52

    Salman Reading Corner punya lomba Resensi Buku lho setiap bulannya, hadiahnya voucher belanja 300rb di Gn. Agung. Ikut? http://t.co/KMqxCjxA

  • April 21, 2012 01:50

    assalamu'alaikum, selamat akhir pekan, teman-teman :D

  • April 17, 2012 01:30

    Room Mate dan Budaya Kita http://t.co/8WmwCaiw

  • April 17, 2012 01:23

    Agar Finansial Tak Jadi Beban Bagi Calon Pengantin http://t.co/04O7oq07

  • April 17, 2012 01:19

    dari acara syukuran wisuda kemarin: Follow The Passion atau Lakukan yang Terbaik http://t.co/UwfCeNg6

Masjid Salman ITB © 2012 All Rights Reserved

Developed by Onnay Okheng.