Shalat Sunnah, Sempurnakan Shalat Fardu

Dra. Lathiefah Dahlan, membawakan materi shalat sunnah dengan gayanya yang santai pada kajian rutin Pengajian Wanita Salman ITB. (Foto: Fery AP)

Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi saw. bersabda, “Sesungguhnya amalan seseorang yang pertama kali dihisab pada hari kiamat (kelak) adalah shalatnya, jika shalatnya sempurna, maka sungguh ia berbahagia dan berhasil; namun jika shalatnya tidak benar, maka sungguh ia menyesal dan rugi; jika amalan fardhunya kurang, maka Rabb Tabarakta wa Ta’ala berfirman, “Lihatlah, adakah hamba-Ku (ini) memiliki amalan sunnah!’ Kemudian ia melengkapi kekurangan amalan fardhunya dengannya, kemudian diperlakukan seperti itu seluruh amalannya.” (HR. Nasa’i no: 451 dan 452, Tirmidzi I: 258 no: 411 dan Nasa’i 232).

Sesuai hadits di atas, salah satu fungsi shalat sunnah adalah untuk menyempurnakan shalat fardhu. Meski demikian, untuk melakukan shalat sunat tersebut memerlukan ilmu yang benar. Karena, amalan yang baik didasari oleh ilmu.

Berkaitan dengan hal tersebut,  Pengajian Wanita Salman (PWS) ITB mengangkat tema shalat sunnah pada kajian rutin yang dilaksanakan Rabu (22/2) lalu. Materi mengenai shalat sunnah ini disampaikan oleh Dra. Lathiefah Dahlan pada 65 jamaah wanita yang berkumpul di Gedung Serba Guna (GSG) Salman ITB.

Ia menyayangkan, bahwa shalat sunnah merupakan amalan yang sering dilalaikan oleh umat muslim. Alasannya, meninggalkan shalat sunnah tidaklah berdosa. Padahal, banyak kebaikan yang bisa didapat dari amalan sunnah ini.

Usai pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Ada yang bertanya tentang menghilangkan rasa malas untuk shalat sunnat. Dengan santai Lathiefah menjawab “Kita harus mempunyai keinginan untuk mendapat pahala, dan harus mengetahui pahalanya. Kebanyakan orang tidak melakukan shalat itu karena digoda syetan.”

*

*

Top