Sepakbola, Perjuangan, dan Harga Diri

aksara.salmanitb.com

Bagaimana ceritanya sepak bola bisa disangkut pautkan dengan sebuah perjuangan melawan penjajahan Belanda? Tapi demikianlah Andrea Hirata menuliskannya dalam novel ini.

Novel ini bercerita tentang dalamnya arti sepak bola baik bagi orang di perkotaan maupun pelosok negeri. Tak tekecuali orang-orang pulau nun jauh di pedalaman pulau Belitong. Kisah tentang sepakbola dan harga diri ayah dimata seorang anak mengawali cerita ini.

Ikal memandangi foto kusam yang ia temukan dari kotak kaleng biskuit yang disembunyikan ibunya. Ia lantas bertanya Pemburu Tua siapa laki-laki pada foto kusam itu. Ternyata, foto tersebut adalah foto ayahnya.

Dari Pemburu Tua Ikal tahu ayahnya pernah menjadi pemain bola. Bahkan, pada masa penjajahan Belanda ayahnya adalah pemain sayap kiri terbaik. Kagum Ikal dibuatnya.

Apalagi, saat ia mendengar cerita ayahnya saat melawan kesebelasan Belanda memperebutkan piala Distric beheerder. Pertandingan tersebut diadakan untuk memperingati Ulang Tahun Ratu Belanda. Ayah Ikal bersama dua saudaranya dan rekan-rekan kuli parit tambang lain bahu-membahu menyerang tim penjajah. Kian kagum Ikal jadinya.

Saya pada awalnya tidak terlalu suka dengan dunia sepakbola. Saya juga tidak mengerti mengapa orang-orang begitu fanatik dengan olah raga yang satu ini. Namun, setelah membaca novel ini saya mulai paham mengapa sepakbola begitu digilai oleh kebanyakan orang.

Gaya penulisan Andrea yang berbunga-bunga cukup mengena di hati saya. Apalagi, saat ia bertutur tentang filosofi sepakbola. Bahwa di masa penjajahan, sepakbola pun dianggap sebagai medan perjuangan. Ia juga berhasil menggambarkan rasa bangga seseorang saat membela panji-panji timnas Indonesia.

Sayangnya, buku ini rasanya kurang tebal. Seperti makan es krim yang baru satu gigit ternyata sudah habis. Buku ini terasa terlalu ringkas. Mungkin karena saya sudah terbiasa dengan karya-karya fenomenal Andrea Hirata sebelumnya yang relatif lebih tebal. [Fe] 

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Timeline

  • April 21, 2012 01:52

    Salman Reading Corner punya lomba Resensi Buku lho setiap bulannya, hadiahnya voucher belanja 300rb di Gn. Agung. Ikut? http://t.co/KMqxCjxA

  • April 21, 2012 01:50

    assalamu'alaikum, selamat akhir pekan, teman-teman :D

  • April 17, 2012 01:30

    Room Mate dan Budaya Kita http://t.co/8WmwCaiw

  • April 17, 2012 01:23

    Agar Finansial Tak Jadi Beban Bagi Calon Pengantin http://t.co/04O7oq07

  • April 17, 2012 01:19

    dari acara syukuran wisuda kemarin: Follow The Passion atau Lakukan yang Terbaik http://t.co/UwfCeNg6

Masjid Salman ITB © 2012 All Rights Reserved

Developed by Onnay Okheng.