Ilmu tentang fosil adalah irisan geologi dan biologi, suatu bidang yang disebut paleontologi. Skema waktu geologi ini secara umum telah diterima semua paleontologis. Inilah standar yang digunakan untuk mengukur umur semua batuan. Bukan hanya binatang, keberadaan tumbuhan pun terekam dalam batuan. Fosil-fosil tumbuhan diselidiki oleh ilmu palinologi, yang menentukan strata (lapisan) seluruh batuan di dunia dengan fosil serbuk sari pohon purba. Sebab, serbuk sari menyebar ke seluruh dunia dan juga terekam di dalam batuan.
Setelah Zaman Silurian, pada Zaman Triassic muncul binatang bernama foraminifera. Foraminifera ini adalah hewan yang paling bagus dan paling ketat dipakai dalam menentukan waktu. Keberadaan fosil foraminifera menurut Dr. Eng. Teuku Abdullah Sanny, dosen Program Studi Teknik Geofisika ITB, adalah bukti evolusi yang tidak terbantahkan. “Susah sekali menentang teori evolusi itu karena kelihatan evolusi suturanya dari yang paling sederhana sampai paling rumit,” jelas Sanny.
Sutura, jelas Sanny, adalah struktur lingkaran pada keong maupun binatang-binatang bercangkang yang lain. Pada stratifikasi (perlapisan) Bumi, fosil makhluk bercangkang yang paling awal (tua) hanya memiliki sutura yang sederhana. Semakin lama polanya berkembang semakin rumit. Jika iklim Bumi dingin, maka suturanya akan berputar ke kanan (searah jarum jam—red.). Jika iklim panas, maka putarannya berubah ke kiri (berlawanan arah jarum jam—red.
Hewan pertama yang bercangkang yaitu trilobita, mulai muncul pada Zaman Ordovisium kira-kira 500 juta tahun yang lalu. Ledakan populasi tumbuh-tumbuhan muncul lebih kurang. 300-400 juta tahun yang lalu. Era ini disebut Zaman Karbon karena hampir seluruh permukaan Bumi ditutupi tumbuhan yang fosilnya nanti kaya dengan karbon. Fakta ini digunakan untuk mencari batubara. Lapisan yang paling tebal dan dominan dicari adalah lapisan yang terbentuk pada zaman ini. Karena itu pula, setelah Zaman Karbon, binatang-binatang menjadi tumbuh besar di Zaman Jurassic. Binatang-binatang besar seperti dinosaurus memang umumnya pemakan tumbuh-tumbuhan, bukan hewan.
Kemudian, burung pertama kali muncul pada Zaman Jurassic. “Maka dinosaurus pun ikut-ikutan terbang,” seloroh Sanny. Setelah burung, kelelawar muncul pada Zaman Paleosen. Berikutnya ikan paus muncul pada Zaman Eosen. Monyet muncul pada Zaman Neosen diikuti manusia yang muncul paling akhir. Manusia paling tua berumur 1,6 juta tahun. Dia muncul paling akhir setelah semua binatang dan tumbuhan disediakan untuknya.
Lantas, mengapa masih ada binatang purba yang hidup sampai sekarang? Menurut Sanny, hal ini karena di antara makhluk hidup ada yang terus berkembang/berevolusi, ada yang punah, dan ada yang tetap bertahan tanpa berevolusi.
Selain ikan berkaki, hewan purba yang bertahan adalah komodo. Komodo adalah hewan Zaman Jurassic. Hewan tersebut bukan tipikal masa ini. Namun, menurut Sanny, “Tiba-tiba ada suatu sistem yang melindungi, sebagai bagian dari rencana Allah, sehingga dia bisa bertahan sampai saat ini.” Menariknya, hewan-hewan purba ini tidak muncul di tempat lain, hanya ada di lokasi-lokasi tertentu saja.
Dr. Sony Heru dari SITH (Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati) ITB, menambahi penjelasan Sanny mengenai hewan purba. Ada dua spesies ikan purba yang utama. Yang pertama adalah crossopterigians, yang seharusnya banyak dijumpai di pantai-pantai di daerah topis. Namun karena pesisir sebagian besar sudah dihuni manusia, hewan ini menjadi sulit dijumpai.Crossopterigians sebenarnya tidak berjalan dengan “kaki”. Yang dia punyai adalah tulang bahu dan lengan yang berujung sirip. Ikan sebesar katak ini membuat lorong di bawah air, kemudian oksigen dikumpulkan di sana. Ketika crossopterigians butuh oksigen, dia akan masuk kembali ke lorong itu.
Spesies yang kedua adalah coelacanth. Ikan sebesar bayi ini hidup di dua tempat. Yang satu di Afrika Selatan, sementara saudaranya ada di Sulawesi Utara. Hal ini menjadi pertanyaan besar bagi para biolog, bagaimana mungkin ikan tersebut bermigrasi dari Afrika ke sini. Biasanya coelacanth hidup di laut dalam, lebih dari 200 m. Ikan-ikan purba umumnya hidup leluasa pada kedalaman laut dimana tekanan sangat besar. Sebaliknya, ikan-ikan ini ketika dibawa ke permukaan dangkal, justru akan kembung karena kehilangan tekanan, kesulitan bernapas dan akhirnya mati.






![Pendaftaran Beasiswa Salman ITB periode Juli-Desember 2012 [1-13 Mei 2012] Pendaftaran Beasiswa Salman ITB periode Juli-Desember 2012 [1-13 Mei 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/poster-beasiswa-50x50.jpg)





![Pesantren Kilat PAS ITB: KETOPRAK (Kerajinan dan Teknologi Praktis) [24–29 Juni 2012] Pesantren Kilat PAS ITB: KETOPRAK (Kerajinan dan Teknologi Praktis) [24–29 Juni 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/ketoprak-logo-50x50.jpg)
![Pendaftaran Wali Adik PAS ITB [16 Mei - 7 Juni 2012] Pendaftaran Wali Adik PAS ITB [16 Mei - 7 Juni 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/ketoprak1-50x50.jpg)

