Basic Training KARISMA 2004 (II), Interaksi Pertama dengan Kegiatan di Salman

Suasana Basic Training KARISMA 2011. (Foto: Fery AP)

Saya yang dianggap ‘berkontribusi’ terhadap keluarnya dua rekan saya dari NII, mendapat bagian atas teror tersebut. Kami sempat merasa tertekan. Alhamdulillah, dukungan rekan-rekan yang lain serta senior, membuat kami cukup kuat untuk mengatasi teror mental tersebut. Kami pun disarankan untuk semakin mendekatkan diri pada-Nya, dan memohon perlindungan atas diri kami.

Meski demikian, trauma yang menimpa kami tak terhindarkan. Kami bertiga jadi enggan untuk mengikuti kegiatan mentoring dan semacamnya. Rasa ingin tahu yang menggebu, sirna seketika.

Tetapi, keinginan untuk terus memperdalam Islam tak sepenuhnya pudar. Maka, pada pertengahan kelas 2, sekitar Januari 2004, aku tak menolak ajakan teman-teman untuk mengikuti Basic Training (BT) KARISMA. Karena, mereka menjanjikan sesuatu yang tidak sekedar mentoring.

Ternyata, memang demikian adanya. Dalam kegiatan yang berlangsung selama sepekan tersebut saya mendapat bermacam-macam hal. Tak hanya ilmu, tetapi juga kawan-kawan baru dengan berbagai latar belakang. Bahkan, diantara mereka terdapat seorang mualaf yang baru masuk Islam saat SMP. Pengalaman yang tak terlupakan. Sesi outbond pun jadi kenangan tersendiri. Terutama, saat simulasi bola pejal, saat kami berpelukan sangat erat dan tak tergoyahkan oleh panitia.

Sejak saat itu, rasa traumaku terhadap kegiatan mentoring mulai reda. Semangat belajar Islam kembali menyala. Kami, alumni BT pun aktif  aktif di KARISMA sebagai adik binaan. Dan hal itulah yang menandai interaksi pertamaku dengan aktivitas di masjid Salman ini.

Tak terasa tujuh tahun sudah berganti. Perubahan telah banyak terjadi. Orang-orang datang dan pergi. Namun, salman tetap di hati.

One Comment;

*

*

Top