Bambang Tressando, Disiplin dan Fokus

 

Bambang Tressando, fokus. (Foto: labdasar.ee.itb.ac.id)

Mahasiswa muslim di Institut Teknologi Bandung (ITB) lebih dari sepuluh ribu orang. Dari sepuluh ribu orang itu ada sekitar 400 sampai 600 orang  yang mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Keluarga Mahasiswa Islam (GAMAIS) ITB tiap tahunnya.

Tentu tidak mudah untuk memimpin jumlah anggota sebanyak itu. Namun, hal itu tidak berlaku lagi bagi Bambang Tressando. Buktinya, Bambang dipercaya oleh teman-temannya untuk menjadi ketua Gamais. Predikat tersebut ia sandang sejak awal tahun ini.

Terbiasa disiplin

Amanah itu mampu ia emban karena sejak kecil ia telah terbiasa tepat waktu. “Saya dididik disiplin, apalagi waktu itu benar-benar ditekankan ga boleh telat,” ujarnya. Bambang mengaku, pada awalnya memang berat juga menjadi seorang ketua. Karena jadwalnya yang semakin padat. “Saya kan berusaha lebih baik,” akunya.

Pria kelahiran 21 tahun lalu ini, awal kuliah semester pertama mendapatkan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) stabil diatas 3. Ketika semester dua ia mulai aktif di empat organisasi sekaligus, yaitu: Gamais, Kokesma (Koperasi Keluarga Mahasiswa), Pasopati (Unit Panahan ITB), dan Ubala (Unit Kebudayaan Lampung). Karena kebanyakan organisasi itu maka nilai IPKnya jatuh.

Fokus di Gamais

Namun, pada akhirnya mahasiswa Teknik Industri ini hanya aktif di satu organisasi saja yaitu Gamais. Karena dari awal masuk ITB, organisasi yang pertama ia cari adalah Gamais. Hal itu dilakukannya karena sejak SMA ia sudah aktif di organisasi Rohis (Kerohanian Islam). Sehingga ia mengetahui gambaran organisasi seperti Gamais.

Semenjak Bambang dipilih menjadi calon ketua Gamais, ia mengalami beberapa perubahan yang signifikan. Misalnya, kemampuan berbicara menjadi semakin meningkat padahal awalnya ia dikenal sebagai sosok yang pendiam. Ia juga menjadi sering menulis padahal sebelumnya tidak.

Selain itu ada hal menarik yang dirasakan Bambang di Gamais. Ia merasa ukhuwah di Gamais sangat terjaga. Bukan hanya sekedar sapa salam saja dengan sesama anggota Gamais, ia juga sering curhat kepada kakak senior di Gamais.

Pada pelaksanaannya selama ini dakwah Gamais di kalangan mahasiswa bentuknya berupa pelayanan di bidang profesi dan keilmuan. Misalnya seperti pada lomba-lomba dan seminar-seminar. Harapannya dengan seminar itu adanya proses requitment. Karena berdasarkan visinya tahun ini Gamais menjadi pusat keislaman di ITB yang tersebar berbasiskan pembinaan dan profesionalitas menuju ITB dan Indonesia madani.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Timeline

  • April 21, 2012 01:52

    Salman Reading Corner punya lomba Resensi Buku lho setiap bulannya, hadiahnya voucher belanja 300rb di Gn. Agung. Ikut? http://t.co/KMqxCjxA

  • April 21, 2012 01:50

    assalamu'alaikum, selamat akhir pekan, teman-teman :D

  • April 17, 2012 01:30

    Room Mate dan Budaya Kita http://t.co/8WmwCaiw

  • April 17, 2012 01:23

    Agar Finansial Tak Jadi Beban Bagi Calon Pengantin http://t.co/04O7oq07

  • April 17, 2012 01:19

    dari acara syukuran wisuda kemarin: Follow The Passion atau Lakukan yang Terbaik http://t.co/UwfCeNg6

Masjid Salman ITB © 2012 All Rights Reserved

Developed by Onnay Okheng.