Uneh Haryanti (65) dan Barda Suganda (75), mengajarkan anaknya untuk menolong sesama sejak kecil. (Foto: Fery AP)
Supir angkot itu bernama Ahmad Diningrat, atau yang akrab dipanggil Dede. Sampai Minggu (23/10) lalu, ia hanyalah supir angkot biasa di Bandung. Ia juga seorang kepala rumah tangga biasa yang sudah dikaruniai seorang putra hasil perkawinannya dengan Neni. Bersama keluarga kecilnya, ia tinggal di rumah berukuran 5×5 m bersama dengan kedua orang tuanya.
Tapi setelah aksi heroiknya, menolong penumpangnya yang akan dijambret, ia menjadi sorotan publik. Tak hanya warga Bandung, tetapi juga masyarakat luar Bandung yang mungkin mendengar kisahnya dari surat kabar ataupun televisi.
Sayangnya, aksi heroiknya tersebut menjadi kisah hidup terakhirnya. Pasalnya, akibat aksinya, penjambret yang tadinya hendak merampas telepon genggam milik penumpangnya tersebut menjadi kalap dan gelap mata. Dede pun tewas di tangan penjahat tersebut. Usaha Riyadi, rekan seprofesinya, untuk membawa Dede ke rumah sakit tak membuahkan hasil. Dede pun menghembuskan nafas terakhirnya dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Mendengar kabar duka dari putranya, ibunda Dede, Uneh Haryati (65) jelas terkejut. Apalagi, karena putranya tersebut telah menemaninya selama 30 tahun masa hidupnya. Bahkan, meski telah berkeluarga sendiri, Dede tetap tinggal bersama orang tuanya di rumah yang sederhana tersebut.
Sedih sekaligus bangga
Kesedihan tentu menyelimuti Uneh. Namun, pada tim salmanitb.com yang berkunjung ke kediamannya Senin (31/10) lalu, ia mengaku bangga. Ia sedih karena harus berpisah dengan putra bungsunya tersebut dengan cara yang tragis. Namun, di sisi lain ia juga bangga, karena putranya tersebut meninggal saat menolong orang lain. “Emak mah sedih, tapi juga bangga,” tutur ibu enam anak ini lirih.
Ia kemudian menceritakan kesan-kesan tentang putranya tersebut. Salah satu diantaranya, saat mengantar jenazah tetanngganya ke pemakaman, ia tidak meminta bayaran. Padahal, hari itu ia belum mendapat penumpang satu pun. Pun saat mengantar ibu-ibu pengajian, ia menerima saja berapapun yang diberikan padanya, meski terkadang ongkosnya kurang dari yang seharusnya.
Sejak kecil suka menolong
Sifat Dede yang ringan tangan tersebut, ternyata sudah terbentuk sejak kecil. Sejak kecil, Dede suka menegikuti ayahnya, Barda Suganda (75), yang sejak tahun ’70-an menjadi tokoh masyarakat di Cibuntu Tengah, Bandung. Barda, yang baru pensiun dua tahun lalu sebagai petugas keamanan, dikenal ringan tangan dan cekatan dalam membantu masyarakat sekitar.
Dede yang sedari kecil dekat dengan ayahnya tersebut, mencontoh perbuatan ayahnya tersebut. Uneh
mengenang, saat itu ia pernah berkata pada setiap anaknya, “kedah tutulung kanu butuh, ngabantosan nu kasusahan” (harus menolong saat ada yang membutuhkan, membantu saat ada yang kesusahan). Prinsip tersebut ternyata melekat hingga akhir hayatnya. Ibarat peribahasa, air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga.
Selain itu, sejak kecil Dede pun terbiasa beribadah dengan taat. Shalat wajib senantiasa ia lakukan. Puasa ramadhan pun ia tak pernah luput sejak umur 5 tahun. Bahkan, ibadah shaum Senin-Kamis pun rutin ia kerjakan. Rekannnya sesama supir, juga pemilik angkot yang ia kemudikan mengaku bahwa Dede adalah sosok yang religius.
Kini, sosok ramah dan bersahaja tersebut telah tiada. Meninggalkan kisah untuk kita teladani. Semoga kita mampu mencontoh perbuatannya, bahwa menolong orang haruslah sepenuh hati.




![Pendaftaran Beasiswa Salman ITB periode Juli-Desember 2012 [1-13 Mei 2012] Pendaftaran Beasiswa Salman ITB periode Juli-Desember 2012 [1-13 Mei 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/poster-beasiswa-50x50.jpg)





![Pesantren Kilat PAS ITB: KETOPRAK (Kerajinan dan Teknologi Praktis) [24–29 Juni 2012] Pesantren Kilat PAS ITB: KETOPRAK (Kerajinan dan Teknologi Praktis) [24–29 Juni 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/ketoprak-logo-50x50.jpg)
![Pendaftaran Wali Adik PAS ITB [16 Mei - 7 Juni 2012] Pendaftaran Wali Adik PAS ITB [16 Mei - 7 Juni 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/ketoprak1-50x50.jpg)


andy
Saturday, 12 November 2011
wah kok saya baru tau ada berita ginian