Kampung Terbakar, Tolong Menolong Pun Tak Pudar

Para pengais rezeki di sisa kebakaran pasar Cicalengka. (Foto: Fery AP)

Kebakaran hebat melanda Pasar Cicalengka, dan warga perumahan Jl. Kampung Pasar, Desa  Cicalengka, Kec. Cicalengka, Kab. Bandung, Minggu lalu (23/10). Peristiwa tersebut berlangsung selama nyaris 12 jam, sejak pukul 14.30 hingga pukul 2 dini hari. Si jago merah mengamuk dan menghanguskan pasar beserta 56 rumah milik warga. 109 keluarga terpaksa mengungsi karenanya.

Tak hanya itu Masjid Al-Mu’min yang biasa digunakan warga untuk shalat berjamaah pun turut terbakar. Atapnya habis terbakar, kaca dan kusen pun hancur, yang tersisa hanya dinding dan tiang penyangga atap.

Hingga saat ini, warga yang kehilangan tempat tinggalnya masih mengungsi pada keluarga mereka yang rumahnya tidak terbakar. Aktivitas perekonomian pun lumpuh seiring terbakarnya pasar Cicalengka.

Namun demikian, hal tersebut tak kuasa menghalangi senyum terpancar dari wajah korban-korban kebakaran tersebut. Saat tim salmanitb.com mendatangi lokasi kebakaran, tak terlihat sosok-sosok yang terlarut dalam kesedihan. Para pelajar di lingkungan tersebut bersekolah seperti biasa, seolah tak terjadi apa-apa. Para pedagang yang masih bisa berdagang, tetap beraktivitas seperti biasa. Ibu-ibu memasak di dapur umum sembari bersenda gurau.

Menurut H. Dedi, salah seorang tokoh di kampung tersebut menyatakan kebakaran ini bukan pertama kalinya. Selama dia mendiami kampung tersebut, setidaknya sudah terjadi empat kali peristiwa kebakaran. Ia menganggap masih ada musibah yang lebih buruk daripada kebakaran, yaitu banjir. “Kalo kebakaran gini mah, yang tidak kena kebakaran masih bisa dipake ngungsi. Kalo banjir kenanya kan semua,” tuturnya lepas.

Lagipula menurutnya warga di daerahnya sudah terbiasa hidup tolong-menolong. Sehingga, saat terjadi musibah mereka tetap bisa menjalaninya dengan tabah. Mereka pun rela berbagi tugas, membersihkan sisa-sisa kebakaran, menjaga keamanan, tak terkecuali memasak untuk seluruh warga.

Setidaknya, bantuan sudah turun dari berbagai pihak mulai dari pemerintah, PMI, organisasi maupun perorangan. Sedikit demi sedikit mereka menata ulang hidup mereka. Meski demikian, mereka tetap berharap ada pihak yang membantu untuk memperbaiki masjid Al-Mu’min . Karena, masjid tersebut merupakan pusat kegiatan keagamaan warga.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Timeline

  • April 21, 2012 01:52

    Salman Reading Corner punya lomba Resensi Buku lho setiap bulannya, hadiahnya voucher belanja 300rb di Gn. Agung. Ikut? http://t.co/KMqxCjxA

  • April 21, 2012 01:50

    assalamu'alaikum, selamat akhir pekan, teman-teman :D

  • April 17, 2012 01:30

    Room Mate dan Budaya Kita http://t.co/8WmwCaiw

  • April 17, 2012 01:23

    Agar Finansial Tak Jadi Beban Bagi Calon Pengantin http://t.co/04O7oq07

  • April 17, 2012 01:19

    dari acara syukuran wisuda kemarin: Follow The Passion atau Lakukan yang Terbaik http://t.co/UwfCeNg6

Masjid Salman ITB © 2012 All Rights Reserved

Developed by Onnay Okheng.