Tafsir Al-’Alaq: Dari Zigot Menuju Janin

Foto: lusa.web.id

Foto: lusa.web.id

Tahap ‘alaqah yang disebut-sebut Alquran, dalam pandangan Sony sebenarnya berada di antara atas dua fase: fase pra implantasi dan implantasi. Fase pra implantasi dimulai pada saat fertilisasi dan selesai setelah embrio (zigot) yang terbentuk melekat pada rahim.

Saat fertilisasi, kepala sel sperma menembus dinding sel telur, sedangkan ekor dan lehernya tertinggal di luar. Selanjutnya inti sel (nukleus) telur dan inti sel sperma bersatu. Setelah bersatu, ovum menjadi zigot. Zigot adalah sel dengan jumlah kromosom 23 pasang (42 buah). Selanjutnya sambil bergerak ke arah uterus (rahim), zigot membelah berkali-kali. Zigot membelah diri menjadi 2, 4, 8, 16, dan seterusnya. Tahap ini disebut tahap pembelahan (cleavage)

Zigot akan terus membelah hingga membentuk morula. Semua sel yang membelah tersebut terpisah, tapi masing-masing memiliki potensi yang sama (totipotensial). Setelah membelah, sel tersebut menjadi mampat hingga batas antar selnya tidak tampak, dan menghasilkan rongga di tengah yang disebut blastosis. Sel pada bagian tepi rongga akan membentuk trofektoderm yang merupakan bakal plasenta (ari-ari), sedangkan pada bagian dalamnya akan terbentuk inner cell mass (ICM). Tahap ini disebut tahap blastokista, selnya disebut blastula.

Sambil menggelinding dalam rahim, blastula ini kemudian menetas dari zona pelusida yang menjadi cangkangnya. Oleh karena lepas dari cangkangnya, maka embrio ini menjadi lengket dan dapat menempel pada dinding rahim. Begitu menempel, dinding rahim akan melingkupi embrio tersebut. Inilah yang disebut implantasi. Dari sini, fase pra implantasi selesai dan mulai menuju fase implantasi. Karena pada dasarnya zigot atau embrio yang melekat pada rahim ini adalah kumpulan sel, maka ‘alaqah lebih tepat diterjemahkan sebagai “segumpal sel”.

Fase implantasi terjadi antara hari ke 5 hingga 15 setelah fertilisasi. Pada tahap ini seorang ibu akan disebut hamil karena embrionya sudah berinteraksi dengan dinding rahim. Fase ini dimulai saat blastula yang menempel pada dinding rahim, dilingkupi oleh dinding rahim tersebut. Blastula tersebut membentuk satu sel yang bersifat pluripotensial. Sel yang disebut gastrula ini terdiri dari dua lapis sel, yaitu epiblas dan hipoblas yang merupakan perkembangan ICM dan trofektoderm. ICM terbagi menjadi tiga lapis, yaitu ektoderm (luar), mesoderm (tengah), dan endoderm (dalam). Dari ketiga lapisan inilah tubuh manusia akan terbentuk.

Tahap gastrula dalam pandangan Sony, sangat mungkin mengacu pada apa yang disebut Alquran sebagai mudghah. Istilah tersebut tercantum antara lain dalam Q.S. 23:14 “Kemudian nuthfah itu Kami jadikan ‘alaqah, lalu ‘alaqah itu Kami jadikan mudghah, dan mudghah itu Kami jadikan izham (tulang belulang), lalu izham itu Kami bungkus dengan lahman (daging). Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci lah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.

Mudghah secara harfiah berarti “sesuatu yang tergigit”. Lapisan ektoderm pada gastrula memang terlihat berlekuk-lekuk seperti bekas digigit. Lekukan-lekukan tersebut dalam tahap neurulasi adalah cikal bakal berbagai organ tubuh. Lapisan ektoderm akan membentuk kulit otak dan sistem syaraf tepi. Lapisan endoderm akan membentuk usus. Sedangkan mesoderm akan menjadi pengisi tubuh seperti otot dan rangka yang berada di antara kulit dan usus.

Pada lapisan ektoderm, berlangsung proses neurulasi, dimulai dari pembentukan keping neural. Keping ini nantinya menjadi bakal otak, sumsum tulang belakang, dan bakal badan. Setelah otak terbentuk, bakal mata pun mulai terbentuk ke arah samping. Kemudian diikuti oleh bagian lain yang terletak di kepala seperti raut muka (maksila), sel mandibulata (rahang bawah), saraf-saraf tepi di bagian wajah, saraf penciuman, serta rongga mulut dan lidah. Tahap ini berlangsung hingga minggu kelima.

Bersamaan dengan tahap neurulasi, proses organogenesis pun dimulai. Organ  yang pertama terbentuk ialah otak, bakal mata, bakal hidung, mulut, dan usus primitif. Usus primitif ini akan membentuk jantung, paru-paru, hati, ginjal dan organ dalam tubuh lain. Organogenesis dianggap selesai setelah fetus (janin) berwujud menyerupai manusia terbentuk pada minggu ke-8. Yang terjadi selanjutnya adalah pematangan organ (histogenesis). Pada usia 8 bulan bentuk janin sudah sempurna dan siap untuk dilahirkan.

Lebih lanjut Sony mengemukakan bahwa tahap organogenesis dan histogenesis bisa jadi merujuk pada proses izham dan lahman dalam Q.S. 23:14 di atas. Hanya saja menurutnya, prosesnya berbeda dengan pemahaman selama ini, yaitu bahwa izham terjadi lebih dahulu daripada lahman. Pada kenyataannya semua tulang tumbuh bersama dengan daging organnya masing-masing. Akan tetapi tulang-belulang tersebut pada awalnya adalah tulang rawan. Barulah pada pekan 8-12 kehamilan, tulang-belulang tersebut berganti menjadi tulang sempurna.

… Bersambung


2 total comments on this postSubmit yours
  1. terima kasih ilmunya …

  2. menambah ilmu saya, semoga allah swt merahmati.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Timeline

  • April 21, 2012 01:52

    Salman Reading Corner punya lomba Resensi Buku lho setiap bulannya, hadiahnya voucher belanja 300rb di Gn. Agung. Ikut? http://t.co/KMqxCjxA

  • April 21, 2012 01:50

    assalamu'alaikum, selamat akhir pekan, teman-teman :D

  • April 17, 2012 01:30

    Room Mate dan Budaya Kita http://t.co/8WmwCaiw

  • April 17, 2012 01:23

    Agar Finansial Tak Jadi Beban Bagi Calon Pengantin http://t.co/04O7oq07

  • April 17, 2012 01:19

    dari acara syukuran wisuda kemarin: Follow The Passion atau Lakukan yang Terbaik http://t.co/UwfCeNg6

Masjid Salman ITB © 2012 All Rights Reserved

Developed by Onnay Okheng.