Rahayu Lasmintosasi: Sudah Biasa Memiliki Anak Asuh

Rumah tempat tinggal Yayuk sekeluarga dan mahasiswa-mahasiswa asuhannya (Foto: Elly)

Seperti kata, hadits silaturahmi itu memperbanyak rezeki. Bahkan mungkin membukakan rezeki bagi orang lain. Kalau bukan karena seorang temannya meminta nomor kontak Yayuk, mungkin Direktur Rumah Amal Elly Priyatni tidak akan ingat temannya yang sudah 10 tahun berpisah itu. Dari terjalin kembalinya silaturahmi tersebut, menjadi jalan rezeki dua anak alumni MAN Salman di Cirebon.

Kedua orang tersebut kini berstatus mahasiswa Universitas Gajah Mada. Oji Haroji berkuliah di jurusan Sastra Perancis. Sedang kawannya, Jajang Jakaria berkuliah di jurusan Fisika. Almamater mereka sebelumnya, yaitu MAN Salman, merupakan SMA milik seorang mantan pengurus YPM Salman ITB.

Rumah Amal Salman sendiri telah memberi beasiswa biaya hidup kepada dua mahasiswa tersebut. Namun, Elly nampaknya merasa tidak cukup hanya memberi beasiswa. Elly lalu berusaha mencarikan tempat kos murah atau asrama yang bisa menampung kedua anak tersebut. Awalnya Elly hanya berpikir untuk meminta tolong dicarikan Yayuk yang memang tinggal di Yogyakarta. Eh ternyata pemilik nama lengkap Rahayu Lasintosasi ini, justru menampung beberapa mahasiswa dhuafa di rumahnya.

Selasa lalu (13/9), Elly berangkat ke Yogyakarta untuk melihat-lihat rumah Yayuk yang menjadi tempat kedua anak itu tinggal. Rumahnya luas dengan taman yang ditumbuhi berbagai tumbuhan. Di dekat rumah tersebut ada apotik milik Yayuk serta  balai pengobatan yang disewakan ke beberapa dokter.

Semenjak kembali dari Amerika awal 1990-an, Yayuk memang langsung mengurus anak asuh. Rata-rata dua orang setiap tahunnya. Pada  1996, Panti Asuhan Sinar Melati mengamanahi Yayuk mengurus beberapa anak SD sampai SMA. Namun setelah beberapa lama, Yayuk mulai kecapaian dengan anak-anak tersebut. Ibu Yayuk bersama suaminya kemudian memutuskan mengurus mahasiswa saja. “Itu pun kami pilih,” tutur yayuk saat dihubungi melalui telepon seluler.

Di awal, Yayuk membuat kesepakatan dulu dengan mahasiswa yang mau tinggal di tempatnya untuk bersedia patuh dan disiplin terhadap peraturan yang ada. “Saya orangnya tegas,” ujar Yayuk. Kini, ada 7 mahasiswa yang tinggal bersama Yayuk.

Salah satu kedisiplinan yang ditanamkan Yayuk adalah soal tahajud. Semua harus shalat tahajud setiap hari. Sekitar jam setengah empat pagi, Yayuk menekan bel dan kepala anak-anak harus nongol dari jendela. Dua puluh menit kemudian, Yayuk bekeliling dan mengecek  siapa tahu ada yang masih tidur. Kalau ada yang tidur lagi, akan diomeli Yayuk.

Sehabis shalat tahajud, mereka tidak boleh tidur lagi. Shalat subuh pun mesti berjamaah. Setelah itu, mereka harus bersiap-siap sampai berangkat kuliah.

“Saya tidak ingin mereka hanya jadi anak pintar saja, tapi juga harus berakhlak,” Yayuk menerangkan tujuannya.

Meski disiplin seperti asrama, semua mahasiswa yang tinggal di sana mendapat fasilitas yang cukup baik. Makan gratis, alat mandi dibelikan, bahkan baju pun dicucikan. Selain itu, mereka tidak ditugasi apapun. Mereka sendiri yang inisiatif membagi tugas di antara mereka sendiri. Ada dua hal lagi yang menyenangkan bagi kebanyakan mahasiswa, yaitu fasilitas internet gratis dan sepeda untuk kuliah.

Disiplin tinggi dan fasilitas yang memadai itu membuahkan hasil. Beberapa orang di antara mereka ada yang rutin mendapat nilai A dalam berbagai mata kuliah. Ada seorang mahasiswi Teknik Industri UIN yang pernah tinggal di sana dan lulus dengan IP 3,9.

Kini Rumah Amal Salman sedang melakukan penjajakan kerja sama lebih jauh dengan Yayuk. Dalam waktu dekat, ada keinginan untuk membangun beberapa kamar agar bisa menampung lebih banyak lagi mahasiswa.

Rencana lebih jauh, Rumah Amal Salman berencana membuat program beasiswa perintis untuk anak-anak SMA yang kurang mampu. Anak-anak SMA ini akan dibina oleh mahasiswa di Yogyakarta agar bisa masuk ke perguruan tinggi negeri favorit di sana.

2 total comments on this postSubmit yours
  1. Menarik…
    Boleh jugakah saya meminta nomor kontak beliau via email?

  2. Assalamu’alaikum. Menarik info mengenai ibu yayuk ini, bolehkah saya dapat nomor kontaknya? terima kasih

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Masjid Salman ITB © 2012 All Rights Reserved

Developed by Onnay Okheng.