Meninggalkan Jejak Kehidupan dengan Menulis

Prof. Dr. H. Imam Suprayogo, Rektor yang tak henti menulis. (Foto: Fery AP)

Prof. DR. H. Imam Suprayogo, begitu nama lengkapnya. Sosoknya gemuk dan bersahaja, mirip seperti tokoh Semar di dunia pewayangan. Sosok tersebut merupakan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Malang sekaligus Guru Besar Fakultas Tarbiyah di kampus tersebut.

Pria kelahiran Trenggalek 2 Januari 1951 ini, dikenal sebagai pakar dan ahli dalam pengembangan pendidikan Islam. Sehingga tercatat sebagai pemimpin pendidikan yang sangat cemerlang oleh MURI Indonesia (2006) dalam memimpin dunia pendidikan Islam.

Kini di usianya yang sudah lebih dari 50 tahun ia tetap aktif, terutama dalam hal menulis. Suami dari Hj. Sumarti ini mengaku sudah empat tahun menulis setiap hari tanpa terputus.

Hobinya tersebut,  ia salurkan setiap selepas shalat subuh. “Ya, daripada habis subuh nganggur“, tuturnya lepas.  Suami dari Hj. Sumarti ini juga berpikir, dengan menulis ia dapat membuat jejak kehidupan, seperti halnya Nabi Ibrahim dengan Kabah dan maqom Ibrahim. “Sebab, hanya tulisan itu yang bisa saya tinggalkan dari hidup ini”, ujarnya.

Tulisan-tulisan tersebut ia pampang di rubrik kolom rektor situs resmi UIN Malang (www.uin-malang.ac.id). Melalui laman tersebut, ia berbagi berbagai macam hal. Baik ilmu agama, akademis, hingga curahan isi hatinya. Menurutnya ilmu tak akan ada habisnya digali sejauh manapun.

Menulis memang telah menjadi bagian dari kehidupannya. Tiada hari tanpa menulis, begitu istilahnya. Ia juga berpesan, jika kita ingin menulis menulislah dengan gembira. Itulah rahasianya sehingga bisa istiqamah menulis selama bertahun-tahun. Jika kita bisa menulis dengan gembira, kita pun bisa mendapat kebahagiaan dengan menulis.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Masjid Salman ITB © 2012 All Rights Reserved

Developed by Onnay Okheng.