Agent of Change (AoC): Pencetak Konsultan Remaja Mengenai Islam

Berenang, Bersenang, dan Menang. (Foto: Fery AP)

“Kurang dapat tepat waktu.”

Friandha Insan Firdaus mengeluhkan salah satu kekurangan pembina Keluarga Remaja Islam Salman (KARISMA) ITB. Sabtu itu (24/9), hendak diadakan pertemuan AOC (Agent of Change) bagi para pembina KARISMA. Namun yang datang baru 3-4 orang. Padahal, waktu sudah menunjukkan lewat dari jam 1 siang.

Meskipun memiliki kekurangan dalam taat waktu. Friandha menyukai karakter pembina-pembina KARISMA yang menurutnya unik.

“Ada yang jago desain, ada yang jago public speaking. Unik-unik deh,” ujar mahasiswa ITB tersebut.

Berbagai keunikan tersebut akan sayang jika dibiarkan begitu saja, tanpa dibentuk. Oleh itulah, pihak KARISMA memercayakan Friandha sebagai ketua program AOC. Apa sebenarnya AOC itu? Dengan sederhana, Friandha menyatakan tujuan progam ini.

“Kami ingin membentuk agen perintis rohis di SMA-SMA di kota Bandung. Kami ingin membuat perubahan di SMA-SMA. Kami ingin para remaja mengenal Islam semenjak SMA.”

Program-programnya sederhana. Para pembina akan dihimpun dalam pertemuan dan pelatihan AOC secara berkala. Setelah sudah dirasa mumpuni, pembina akan membawa proposal program, lalu menawarkan ke sekolah-sekolah.

 

Berenang pakai Cara Kanan

Lalu, bagaimana AOC bekerja? Ketika telah terdapat 5-6 orang pembina dalam ruang GSS C Masjid Salman, AoC pun dimulai. Selepas dibacakan ayat suci mengenai pentingnya rapi dalam berjemaah dalam Ash-Shaff, Friandha memberi penjelasan singkat mengenai AoC.

“AOC adalah konsultan rohis yang bekerja sesuai dengan surat Al-Ashr ayat 1-3,” ungkap Friandha pada pembina. Ayat tersebut memang menyatakan bahwa umat Islam harus saling ingat-mengingatkan dalam kebaikan.

Friandha melanjutkan, adik-adik SMA terkadang bingung untuk bertanya kepada siapa tentang permasalahan mereka. Ia menyebutkan suatu realita tentang masalah pacaran. Di suatu SMA, terdapat dua kubu antara yang pro-pacaran dan kontra-pacaran. Mereka saling berdebat. Walhasil, yang menang adalah yang pro-pacaran.

“Untuk mengantisipasi kejadian ini, kami membentuk program consulting yang diarahkan pada program solving,” jelas Friandha.

Cara kanan yang imajinatif, kelak akan dipakai dalam program ini. Friandha mengungkapkan perbedaan cara kanan dan cara kiri dengan analogi belajar renang.

“Kalau pakai cara kiri, kamu belajar berenang dengan les atau berguru. Sedangkan pakai cara kanan, kamu belajar renang dengan mengajak teman-teman yang pintar berenang, lalu sama-sama berenang.”

Selamat berenang, bersenang, dan menang.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Masjid Salman ITB © 2012 All Rights Reserved

Developed by Onnay Okheng.