Pada surat Al Baqarah ayat 183, Allah memerintahkan orang-orang beriman untuk berpuasa. Tujuannya, mereka yang beriman diharapkan menjadi orang yang bertakwa. Takwa sendiri asal maknanya adalah mengambil tindakan penjagaan dan memelihara dari sesuatu yang mengganggu dan memudaratkan.
Sedangkan menurut Syara’, Takwa berarti menjaga dan memelihara diri dari siksa dan murka Allah dengan jalan melaksanakan perintah-perintah-Nya, taat kepada-Nya, dan menjauhi larangan-larangan-Nya serta menjauhi perbuatan maksiat.
Tentang ciri-ciri orang bertakwa, Allah memaparkannya dalam Alquran surat Al Baqarah ayat 2 – 5 berikut:
Kitab (Alquran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, yaitu mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka, dan mereka yang beriman kepada Kitab (Alquran) yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.
Alquran menceritakan kepada kita siapa orang-orang yang bertakwa, yaitu yang percaya pada yang ghaib, mendirikan shalat, dan menafkahkan rezekinya. Rasulullah sendiri pernah menjelaskan hakikat takwa melalui sabda beliau berikut ini:
“Mentaati Allah dan tidak mengingkari perintah-Nya, senantiasa mengingati Allah dan tidak melupakan-Nya, bersyukur kepada-Nya dan tidak mengkufuri nikmat-Nya.” – Riwayat Imam Bukhari dari Abdullah bin Abbas ra.
Saidina Umar ra. pernah bertanya kepada seorang sahabat yang lain bernama Ubai bin Ka’ab ra. mengenai makna takwa. Lalu Ubai bertanya kepada Umar, “Adakah engkau pernah melalui satu jalan yang berduri? Umar menjawab, “Ya.” Ubai bertanya lagi, “Apakah yang kamu lakukan untuk melalui jalan tersebut?” Umar menjawab, “Aku melangkah dengan waspada dan berhati-hati.” Ubai membalas, “Itulah yang dikatakan takwa.”
Menurut Ibnus Abbas, “Al-Muttaqin (yakni orang-orang bertakwa) ialah orang-orang beriman yang memelihara diri mereka dari mensyirikkan Allah dan beramal mentaati-Nya.”
Sedangkan menurut Hasan Al-Basri, “Orang-orang bertakwa ialah orang-orang yang memelihara diri dari melakukan perkara yang diharamkan Allah dan mengerjakan apa yang difardhukan Allah ke atas mereka.”
Abu Yazid Al-Bustami pun berkata, “Orang bertakwa ialah seorang yang apabila bercakap, ia bercakap karena Allah dan apabila ia beramal, ia beramal karena Allah.”
Kita bisa melihat bahwa orang-orang bertakwa adalah mereka yang menajalankan hidupnya dengan penuh kehati-hatian. Selain itu, dalam perjalanannya pun mereka selalu berjalan di atas aturan syariah.
Lalu, bila kemudian kita bertakwa, seperti apakah ciri atau karakter yang muncul dari orang-orang bertakwa? Manusia dengan ciri dan karakteristik di atas akan memetik buah ranum dan manisnya takwa. Bukan hanya sifatnya secara individual, tetapi masyarakat sekitarnya juga akan menikmatinya.
Adapun ciri mereka yang bertakwa, tercantum dalam firman Allah berikut ini:
- Manusia takwa akan mendapatkan mahabbah Allah. Tercantum dalam At Taubah ayat 4: Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa.
- Allah akan selalu bersama langkah dan pikirannya. Tercantum dalam An Nahl ayat 128: Sesungguhnya Allah selalu bersama orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.
- Lepas dari gangguan setan. Tercantum dalam Al A’raf ayat 35: Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa apabila ditimpa was-was dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka seketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.
- Diterima amal-amalnya. Tercantum dalam Al Maidah ayat 27: Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa.
- Mendapatkan kemudahan setelah kesulitan dan mendapat jalan keluar setelah kesempitan. Tercantum dalam Ath Thalaq ayat 2: Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Juga tercantum dalam Ath Thalaq ayat 4: Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.
- Manusia takwa akan memiliki firasat yang tajam, mata hati yang peka dan sensitif, sehingga dengan mudah mampu membedakan mana yang hak dan mana pula yang batil. Tercantum dalam surat Al Anfaal ayat 29: Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan.
- Mata hati manusia yang takwa adalah mata hati yang bersih, yang tidak terkotori dosa-dosa dan maksiat. Karenanya akan mudah baginya untuk masuk surga yang seluas langit dan bumi, yang Allah peruntukkan bagi orang-orang yang bertakwa. Tercantum dalam surat Ali Imran ayat 133: Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.
Oleh karena itu, kita diminta untuk berpuasa agar menjadi orang-orang bertakwa. Selain itu, berpuasa juga dapat meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah.
Dari uraian yang telah disampaikan, bila manusia menjadi manusia yang bertakwa, akan ringan dan mudah baginya untuk berjalan. Dia akan selalu ingat dan baik terhadap sesama. Bila individu-individu sudah mulai bertakwa, maka akan melahirkan keamanan dalam masyarakat. Masyarakat akan merasa tentram dengan kehadiran mereka.
Bila individu-individu sudah mulai bertakwa, akan muncul masyarakat yang juga masyarakat bertakwa. Masyarakat demikian ini akan memberikan rahmat bagi lingkungan sekitarnya. Hal ini barangkali disebut juga dengan rahmatan lil alamin, rahmat bagi seluruh alam semesta.
Sebaliknya, bila pupusnya takwa dari kehidupan bermasyarakat, akan menimbulkan sisi negatif yang demikian parah dan melelahkan. Umat ini akan lemah dan selalu dilemahkan. Selain itu, akan menyebar juga penyakit moral dan penyakit hati. Kedzaliman akan merajalela dan adzab akan banyak menimpa. Masyarakat akan terampas rasa ama dan kenikmatan hidupnya. Masyarakat juga akan terenggut keadilannya dan kehilangan hak-haknya.
Semakin takwa seseorang, baik dalam tataran individu, sosial, politik, budaya, dan ekonomi, maka akan lahir pula keamanan dan ketentraman, akan semakin marak keadilan, dan akan semakin menyebar pula kedamaian. Takwa akan melahirkan individu dan masyarakat yang memiliki kepekaan Illahi yang memantulkan sifat-sifat Rabbani dan insansi pada dirinya.
Puasa secara tidak langsung mengajarkan kita untuk bersungguh-sungguh dalam melaksanakan apa pun pekerjaan kita. Puasa mengajarkan kita untuk selalu berbaik sangka kepada perkara yang kita tidak mempunyai ilmu yang cukup atasnya. Puasa juga mengajarkan kita untuk terus menggunakan kemampuan untuk menalar, meneliti ciptaan dan keagungan Allah SWT yang ada di muka bumi ini. Tidak hanya untuk sekedar membuka tabil ilmu pengetahuan semata, tetapi juga harus membawa kita sampai kepada ketakwaan kepada Allah SWT.
Malam ini adalah malam pertama setelah menjalankan hari pertama di bulan Ramadhan. Masih ada 29 atau 28 hari lagi di bulan Ramadhan. Mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan mengkaji Alquran, bertadarus, dan mendalami ilmu pengetahuan. Bagaimana pun, apapun ilmu pengetahuan itu, asal membawa kita kepada kedekatan kepada Allah SWT, merupakan amalan yang patut kita kerjakan lebih intensif selama bulan Ramadhan.
Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah SWT adalah orang yang paling bertakwa di antara kamu. – QS. Al Hujurat ayat 13
Disarikan dari Ceramat Tarawih 1432H di Masjid Salman ITB pada 1 Agustus 2011 oleh Prof. Dr. Akhmaloka, Rektor Institut Teknologi Bandung.



![Pendaftaran Beasiswa Salman ITB periode Juli-Desember 2012 [1-13 Mei 2012] Pendaftaran Beasiswa Salman ITB periode Juli-Desember 2012 [1-13 Mei 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/poster-beasiswa-50x50.jpg)





![Pesantren Kilat PAS ITB: KETOPRAK (Kerajinan dan Teknologi Praktis) [24–29 Juni 2012] Pesantren Kilat PAS ITB: KETOPRAK (Kerajinan dan Teknologi Praktis) [24–29 Juni 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/ketoprak-logo-50x50.jpg)
![Pendaftaran Wali Adik PAS ITB [16 Mei - 7 Juni 2012] Pendaftaran Wali Adik PAS ITB [16 Mei - 7 Juni 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/ketoprak1-50x50.jpg)

