Ramadhan, Momentum Meningkatkan Karya dan Takwa

Foto: escoret.net

Foto: escoret.net

Allah telah memilih Ramadhan sebagai bulan istimewa. Nabi menyampaikan bahwa seorang muslim harus bergembira bila bertemu dengan bulan mulia tersebut. Karena bila seseorang mengetahui keutamaan bulan Ramadhan, dia ingin setiap bulan adalah bulan Ramadhan.

Allah pun memilih beberapa peristiwa penting dalam bulan Ramadhan. Allah melantik nabi pada bulan Ramadhan. Alquran pun diturunkan pada bulan Ramadhan. Di bulan ini juga ada malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu malam lailatul qadr. Saat itu, malaikat Jibril memimpin barisan malaikat Allah turun ke bumi dan mendoakan para manusia yang mengharapkan ridho Allah.

Dalam hal ibadah pun, pahalanya jauh lebih besar dibandingkan beribadah di bulan-bulan lainnya. Dimaksud ibadah di sini tidak hanya ibadah ritual, tetapi juga perbuatan baik lainnya, seperti kepada lingkungan, teman, saudara, keluarga, dan lainnya. Bila dilakukan di bulan Ramadhan, semuanya memiliki nilai kebaikan yang tinggi.

Sebagai contoh, ibadah sunnah di bulan Ramadhan, pahalanya sama seperti beribadah wajib di blan lain. Sedangkan beribadah wajib di bulan Ramadhan, dikalikan 70 lipat dibandingkan dengan bulan lain.

Ramadhan juga merupakan bulan dikabulkannya doa-doa. Dalam fikih doa, ada saat-saat tertentu Allah mengabulkan doa hamba-Nya. Bila skalanya dalam hidup, yaitu ketika beribadah haji. Dalam skala tahun adalah pada bulan Ramadhan. Sedangkan pada skala bulan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulannya. Adapun dalam skala minggu ketika hari Jumat, dan pada skala hari adalah pada 2/3 malam.

Pada bulan Ramadhan, umat Islam pun banyak meraih kemenangan. Tahun 2 hijriah, umat Islam memenangi perang Badar. Ketika itu jumlah antara pasukan muslim dan musuhnya tidak seimbang. Pasukan muslim hanya berjumlah 300 orang dengan pasukan kavaleri hanya berjumlah beberapa puluh orang saja. Sedangkan musuhnya berjumlah seribu orang dengan pasukan kavaleri mencapai ratusan orang.

Pada tahun 5 hijriah, terjadi juga perang Khandaq. Dengan ide pembuatan parit oleh sahabat nabi Salman Al-Farisi, pasukan muslim berhasil bisa menang. Proklamasi Mekah dan dinasti Abassiyah pun terjadi pada bulan Ramadhan. Pada tahun 100 hijriah, tentara Islam yang dipimpin oleh Salahudin Al-Ayubi, berhasil merebut kembali masjid Al Aqsa, dan ini juga terjadi pada bulan Ramadhan.

Di bidang penelitian pun, banyak karya-karya monumental dibuat di bulan Ramadhan. Imam Malik dan Imam Syafi’i beberapa contohnya. Mereka memanfaatkan Ramadhan untuk melahirkan karya tulis yang sangat monumental. Buku Imam Syafi’i karyanya terus dibaca orang banyak, meskipun sudah berusia 1.400 tahun.

Banyak peristiwa sejarah yang terjadi di bulan Ramadhan. Termasuk proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 pun, jatuh di bulan Ramadhan. Bagaimana pun, bulan prestasi yang dicetak umat Islam ada dalam bulan Ramadhan.

Shaum bulan Ramadhan diperintahkan oleh Allah pada tahun ketiga kenabian Rasulullah. Meskipun begitu, tradisi shaum sudah dikenal oleh rasulullah sebelum perintah ini turun, yaitu Shaum Arafah pada bulan Dzulhijjah. Saat ini, ibadah tersebut menjadi shaum sunnah.

Ada 2 shaum yang diwajibkan dalam Islam, yaitu shaum di bulan Ramadhan dan shaum Qadha. Shaum Qadha adalah shaum pengganti ketika tidak mampu melakukan shaum ketika bulan Ramadhan. Ada beberapa kondisi yang memperbolehkan hal ini, yaitu ketika seorang wanita sedang nifas, ketika seorang ibu sedang hamil dan menyusui, dan ketika seorang muslim berada dalam perjalanan jauh.

Selain kedua shaum tersebut, ada juga shaum Nazar. Shaum sunnah yang disertai nazar, hukumnya wajib. Misalnya, bila seseorang berjanji akan shaum Senin – Kamis 3 minggu berturut-turut jika diterima menjadi mahasiswa, maka shaum yang asalnya Sunnah, hukumnya menjadi wajib. Namun, bagi mereka yang memiliki Nazar tetapi tidak mampu melaksanakan karena situasi tertentu, maka dia terkena shaum Khifarat yang berjumlah 3 hari.

Dalam kasus rumah tangga, apabila seorang suami mengharamkan istrinya, maka wajib bagi suami berpuasa 3 hari.

Ada juga shaum 10 hari, yaitu pada haji Tamattu dan Khiram. Pada saat di Mina, jamaah haji wajib melakukan kurban 1 ekor kambing. Sembilan puluh delapan persen jamaah haji Indonesia melakukan haji Tamattu. Bila tidak mampu melakukan kurban, maka wajib baginya berpuasa 3 hari di tanah suci, dan 7 hari ketika kembali di negerinya sendiri.

Ada juga shaum Khifarat berjumlah 60 hari dan harus dilakukan terus menerus serta tidak boleh terputus. Mereka yang harus melakukan shaum ini adalah seseorang yang telah membunuh orang lain. Selain itu, suami yang mengharamkan istrinya seharam bersetubuh dengan ibunya, wajib melakukan shaum ini. Pihak lainnya yang harus melakukan shaum ini adalah pasangan suami-istri yang melakukan hubungan badan di siang hari di Bulan Ramadhan.

Puasa juga pernah diwajibkan untuk umat sebelum umat Muhammad SAW. Umat nabi Musa diwajibkan shaum selama 60 hari lamanya. Sedangkan nabi Zakaria diperintahkan berpuasa dengan tidak berbicara berhari-hari. Hal ini karena ketika dia berusia 80 tahun dan istrinya yang berusia 70 tahun melahirkan bayi bernama Yahya. Pada saat itu, umatnya meributkan hal ini, sehingga Zakaria diperintahkan untuk shaum berbicara.

Siti Maryam ketika melahirkan Isa pun pernah diperintahkan untuk shaum bicara ini. Ketika datang malaikat Jibril kepadanya untuk menyampaikan bahwa dirinya akan melahirkan seorang putra, Maryam kebingungan dan mengkhawatirkan orang-orang di sekitarnya yang akan memfitnahnya. Maka Siti Maryam pun diperintahkan untuk shaum tidak berbicara ini.

Nabi Adam sendiri pada saat terusir dari surga, diperintahkan untuk melakukan shaum. Nabi Nuh ketika berada di atas bahtera tatkala banjir merendam dunia, pun diperintahkan untuk melakukan shaum. Nabi Ibrahim ketika dibakar oleh kaumnya, dia pun melakukan shaum. Nabi Yusuf ketika berada di dalam penjara diperintahkan untuk shaum. Para nabi diperintahkan untuk shaum untuk membangkitkan perjuangan dalam dirinya. Selain itu, shaum juga untuk mendorong keinginan yang ingin diperoleh.

Semua agama juga mengajarkan puasa. Yudaism contohnya. Mereka berpuasa untuk meredam murka Tuhan. Umat Katolik pun pada hari-hari tertentu melakukan puasa. Agama Budha dan Hindu pun melakukan puasa dengan bertapa, yang disebut dengan Samsara. Mereka yakin, semakin sengsara, maka mereka akan semakin dekat dengan Tuhan. Agama yang tidak memiliki ajaran puasa adalah Konghucu. Meskipun begitu, tradisi Tionghoa memiliki banyak puasa dalam berbagai macam cara.

Puasa targetnya adalah ketakwaan. Menurut Alquran, indikator takwa yang pertama, selain iman dan punya kepedulian sosial, yaitu pengendalian emosi. Orang yang bertakwa memiliki emosi yang stabil.

Indikator kedua dari orang yang bertakwa adalah berjiwa besar, dan bukan pendendam. Sedangkan yang ketiga, orang yang bertakwa selalu konsisten memenuhi janjinya. Karena barang siapa yang berjanji dan memiliki niat serta tekad untuk memenuhinya, maka Allah akan memberikan kemudahan. Namun, barang siapa yang berjanji tetapi tidak ada niat untuk memenuhinya, makan Allah akan memberikan kesulitan.

Kaitannya dengan hutang piutang, barang siapa yang berhutang dan berniat untuk melunaskannya, maka Allah akan membantunya. Sedangkan barang siapa yang berhutang tetapi tidak berniat melunasinya, maka Allah akan memberikan kesulitan. Bagaimana pun, memenuhi janji adalah salah satu ciri orang yang bertakwa.

Target ibadah shaum adalah sabar dalam menghadapi kekurangan rezeki dan ketika mendapatkan musibah. Selain itu, shaum mencetak manusia untuk ulet dalam mengerjakan sesuatu. Bila berbuat dosa dan salah, orang yang shaum akan sportif mengakui kesalahannya dan tidak pernah bangga dengan dosanya. Bila ini jadi ukuran ibadah shaum, karakter unggulan ini tidak hanya sekedar berhenti pada tidak makan dan minum serta yang hal-hal yang membatalkan puasa, tetapi juga berhenti melakukan hal-hal yang mengurangi ibadah shaum.

Oleh karena itu, untuk menggapai puasa yang berkualitas, tidak hanya menahan terhadap hal-hal yang membatalkan puasa, tetapi juga berhenti total dari perasaan-perasaan yang berbuat dosa. Sehingga pikiran, perasaan, dan imajinasinya pun adalah hal-hal yang baik. Bagaimana pun, amal yang paling baik adalah puasa yang berhenti dari perbuatan-perbuatan yang tidak sesuai dengan kesucian Ramadhan.

Shaum Ramadhan harus dikawal kesuciannya. Banyaknya shaum rusak karena lidahnya. Maka dari itu, kita harus banyak membaca Alquran dan menyebut nama Allah. Pada bulan Ramadhan, Alquran harus banyak dibaca dibandingkan bulan lainnya, serta nama Allah pun harus lebih banyak disebut melebihi di bulan lain.

Pada Ramadhan ini juga kita harus sering-sering bersilaturahmi ke rumah Allah. Kita juga harus membangun keakraban dengan sesama manusia. Selain itu, Ramadhan juga tidak boleh ada aksi anarkis dan tidak boleh juga ada orang yang dirugikan.

InsyAllah, bila Ramadhan ini dilaksanakan sesuai dengan tuntunan nabi, surga adalah ganjaranya. Semoga kita bisa melaksanakan ibadah Ramadhan tahun ini dengan sebaik-baiknya.

Disarikan dari Ceramah Tarawih 1432H pada Rabu, 3 Agustus 2011 di Masjid Salman ITB oleh Prof. Dr. KH. Miftah Faridl.


Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Timeline

  • April 21, 2012 01:52

    Salman Reading Corner punya lomba Resensi Buku lho setiap bulannya, hadiahnya voucher belanja 300rb di Gn. Agung. Ikut? http://t.co/KMqxCjxA

  • April 21, 2012 01:50

    assalamu'alaikum, selamat akhir pekan, teman-teman :D

  • April 17, 2012 01:30

    Room Mate dan Budaya Kita http://t.co/8WmwCaiw

  • April 17, 2012 01:23

    Agar Finansial Tak Jadi Beban Bagi Calon Pengantin http://t.co/04O7oq07

  • April 17, 2012 01:19

    dari acara syukuran wisuda kemarin: Follow The Passion atau Lakukan yang Terbaik http://t.co/UwfCeNg6

Masjid Salman ITB © 2012 All Rights Reserved

Developed by Onnay Okheng.