“Dibolak balik kok makin asyik
Makin dibaca semakin menarik
Coba diresapi kok tambah asyik
Sampe-sampe mata gak mau melirik”
Rumus Canggih-JV
Sepenggal lagu di atas mungkin tidak lagi asing terdengar di telinga kita. Nadanya unik, liriknya pun asyik. Begitulah ciri khas lagu-lagu Justice Voice.
Tim nasyid ini lahir di Jogja, Desember 1998, dengan formasi awal Adewansyah Mahlan, Eko Priyanto, Nanang D. H., dan Asep Sudirman. Saat nasyid belum benar-benar akrab di telinga penikmat musik Indonesia, mereka memperjuangkan eksistensinya di blantika musik tanah air.
Filosofi dalam berkarya
Air adalah salah satu ciptaan Allah yang istimewa. Namanya sering disebut di dalam Alquran. Apalagi, dibalik sifat-sifat air terkandung filosofi-filosofi yang darinya kita dapat mengambil hikmah. Hikmah-hikmah tersebut bisa juga diterapkan pada nasyid.
Air memancar ke segala arah. Maka, nasyid harus dapat diterima semua kalangan, bukan hanya umat muslim. Air dapat mengikuti apapun yang berada di sekitarnya, mengalir lembut tapi dapat menembus bebatuan. Begitupun dengan nasyid, senantiasa mengikuti perkembangan zaman, mampu memberikan pengajaran dengan tutur yang lemah lembut. Tentu saja tanpa melupakan unsur syari dalam setiap karya-karya mereka.
Bahkan, logo yang mereka gunakan tidak sekedar mirip lambang JV (kependekan dari Justice Voice), tapi juga bermakna air dalam bahasa Mandarin (shuei). Filosofi itulah yang diusung tim nasyid Justice Voice.
Diskografi
Sepanjang 11 tahun, tim nasyid yang sudah 8 kali ganti personil ini sudah merilis 5 album. Album perdana mereka, Baru Gede!, mereka kenang sebagai album yang pembuatannya paling sulit. Karena satu dan lain hal, JV yang berasal dari Jogja merekam album mereka di kota Kembang. Walhasil, mereka pun bolak-balik Bandung-Jogja, karena keterbatasan dana, perjalanan ditempuh dengan KA Ekonomi.
Album kedua, Lihat Dunia!, merupakan album pertama yang dikerjakan di Jogja. Menurut mereka, karena proses pembuatannya lebih santai, hasilnya pun relatif lebih baik. Nama album mereka sendiri diambil dari judul lagu andalan mereka saat itu.
Sejak itu karir mereka semakin berkembang. Terbukti dengan hadirnya album ketiga mereka, Agar Cinta Bersemi Indah. Album ini merupakan hasil kolaborasi Ust. Fauzil Adhim, Swara Bhumi dan Justice Voice tentunya. Tidak semua personel JV ikut berkontribusi, hanya Kang Asep, Bang Jusvan dan Faris, karena memang kaset ini berisi ceramah pernikahan. Seperti penuturan Ust. Fauzil Adhim: “Ada alunan nasyid dengan suasana pengantin. Kadang menggoda, kadang terasa bercanda, tetapi di saat lain syairnya begitu menyentuh, diiringi puisi yang mengharukan tentang Rasulullah Saw. sebagai suami.
Hasil kerja keras mereka bertahun-tahun, nyata membuahkan hasil di album keempat, Senyum Dong Fren!. Image mereka yang dekat dengan dunia remaja (abege), menarik minat major label. Menyesuaikan dengan selera pasar, beberapa lagu mereka diiringi instrumen musik.
Berhenti Sejenak, merupakan judul album terbaru mereka. Melalui album ini mereka berpesan bahwa hidup ini adalah perjalanan yang teramat panjang. Perjalanan yang terlalu melelahkan untuk dijalani tanpa henti. Berhentilah sejenak agar kepenatan menghilang, kelelahan berkurang, kebencian sirna, keindahan merasuk dalam jiwa, muhasabah dapat dilakukan. Percayalah, bahwa berhenti sejenak dalam perjalanan hidup tidak akan membuat kita terlambat mencapai tujuan. Percayalah bahwa ia justru akan membuat kita makin bersemangat dan cepat meraih tujuan akhir.
Kini, JV sudah punya tempat tersendiri di hati pecinta nasyid Indonesia. Lirik-liriknya yang unik dan menggelitik senantiasa menghibur sekaligus memberi pengajaran, sesuai dengan filosofi mereka yang bersumber dari air.
Sore ini (17/8) tim nasyid yang saat ini digawangi Eko P, Eko, Fatah, Faris, dan Ari ini akan tampil di Salman. Mereka akan menyanyi sekaligus jadi pembicara dalam IRAMA (Inspirasi Ramadhan), dengan tema ‘Siapa Bilang Lagu Islami Gak Gahol’.
Penasaran dengan aksi mereka? Datang saja ke komplek masjid Salman selepas Ashar nanti.






![Pendaftaran Beasiswa Salman ITB periode Juli-Desember 2012 [1-13 Mei 2012] Pendaftaran Beasiswa Salman ITB periode Juli-Desember 2012 [1-13 Mei 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/poster-beasiswa-50x50.jpg)





![Pesantren Kilat PAS ITB: KETOPRAK (Kerajinan dan Teknologi Praktis) [24–29 Juni 2012] Pesantren Kilat PAS ITB: KETOPRAK (Kerajinan dan Teknologi Praktis) [24–29 Juni 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/ketoprak-logo-50x50.jpg)
![Pendaftaran Wali Adik PAS ITB [16 Mei - 7 Juni 2012] Pendaftaran Wali Adik PAS ITB [16 Mei - 7 Juni 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/ketoprak1-50x50.jpg)

