Berdasarkan hasil sidang itsbat Kementrian Agama, lebaran baru akan kita rayakan esok hari, Rabu (31/8). Namun mempersiapkan makanan tentu bisa dilakukan sejak hari ini. Apalagi jika rumah kita kedatangan banyak sanak famili atau memang ingin berbagi dengan tetangga tetangga di sekitar rumah, tentu masakan yang disiapkan pun harus lebih banyak. Berikut daftar makanan yang biasa dihidangkan saat berlebaran.
1.Ketupat Lebaran
Beras yang dimasukkan kedalam anyaman pucuk daun kelapa (janur) lalu direbus selama 2-3 jam ini bentuknya belah ketupat dan selalu ada saat lebaran, sehingga disebut “ketupat lebaran”. Makanan pokok yang satu ini sudah menjadi suatu budaya. Ketupat tidak hanya populer di Indonesia, tetapi juga negara yang masih termasuk rumpun Melayu, seperti Malaysia, Brunei, dan Filipina Selatan.
Selain khas, dalam ketupat juga terkandung nilai-nilai filosofis. Salah satu maknanya adalah, bahwa ketupat terdiri dari beras yang dibungkus janur. Beras disini merupakan simbol nafsu dunia. Sedangkan janur, dalam bahasa Jawa adalah akronim dari ?jatining nuri atau bisa diartikan hati nurani.
Jadi ketupat adalah wujud simbolik dari nafsu dunia yang harus ‘ditutupi’ oleh hati nurani. Pesan yang terkandung, kira-kira adalah setiap orang itu harus bisa mengendalikan diri, yaitu menutupi nafsu-nafsu dunia dengan hati nurani.
2.Opor ayam
Tak lengkap jika hanya ketupat saja yang dihidangkan. Opor ayam biasanya menghiasi ketupat lebaran sebagai lauknya. Berbagai bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, merica, jahe, daun salam dan sereh, lengkuas, dan sari pati kelapa tak lupa dimasukkan.
Uniknya, meski berbahan dasar tidak jauh berbeda, rasa opor di tiap daerah belum tentu sama. Opor di belahan Andalas (Sumatera) rasanya cenderung lebih gurih dibandingkan dengan opor yang biasa dibuat di daerah lain, seperti di pulau Jawa. Hal ini disebabkan perbedaan rempah-rempah yang digunakan. Warna kuah pun bisa bermacam-macam, ada yang putih pucat, kuning seperti kari, hingga kemerahan. Yang jelas rasanya sama-sama enak kok.
3.Gulai
Selain opor ayam, gulai juga dapat dijadikan lauk. Gulai khas karena warnanya yang kuning dan aromanya yang kuat. Sudah banyak bumbu praktis yang ada untuk membuat gule ini. Yang membedakannya dengan opor ayam, bukan hanya daging ayam yang menjadi bahan utamanya, daging sapi dan kambing pun dapat menjadi bahan utamanya.
4.Rendang
Jika anda bosan dengan makanan berkuah, rendang daging bisa dijadikan alternatif sebagai teman ketupat. Makanan ini merupakan masakan khas Minang, Sumatra Barat. Masakan berbahan dasar daging sapi ini sangat awet dan tahan lama. Sehingga tidak jarang rendang ini ada ketika lebaran.
Di daerah asalnya, proses pembuatan rendang bisa makan waktu hingga berhari-hari. Tak heran jika rasa rendang yang asli jauh lebih kuat dibaningkan dengan rendang yang biasa kita temui di rumah makan Padang. Proses masak yang cukup lama ini membuat rendang menjadi berwarna hitam, tapi proses ini membuat rendang menjadi kering dan tahan lama.
5.Tumis kentang
Satu lagi makanan alternatif saat lebaran adalah tumis, salah satunya tumis kentang. Karena kurang pas rasanya jika dihidangkan sendirian. Ketan ulen yang masih hangat sangat cocok di makan bersama dengan tumis. Isi tumis ini sendiri bermacam-macam, tergantung selera. Bahan utamanya sendiri adalah kentang. Bumbunya yang khas berwarna merah dari pewarna alami cabai. Semakin nikmat jika dihidangkan selagi hangat.
Makanan berbahan dasar kentang yang juga cukup populer adalah Kentang Mustofa, entah siapa yang menamainya demikian. Yang pasti, mustofa merupakan kentang kering, dengan rasa yang cukup ‘berwarna’, manis, asin, pedas, hingga asam, bisa anda dapatkan, tergantung cara mengolahnya.
6.Ketan ulen
Orang Bandung menyebutnya ulen tapi orang Jakarta menyebutnya uli. Makanan ini terbuat dari ketan yang direndam selama 30 menit, lalu dikukus dan dicetak. Bisa dibungkus dengan daun pisang dan disimpan selama beberapa hari. Agar tetap hangat, biasanya digoreng dalam wajan panas atau dibakar diatas bara api. Selagi masih hangat, ulen akan terasa nikmat jika disajikan bersama tumis kentang.
7.Tape ketan
Menjelang hari raya penjualan ragi di Bandung meningkat. Hal itu disebabkan kerena ragi tersebut digunakan untuk membuat Tape ketan. Ada tape ketan hitam, ada juga tape ketan hijau. Kalau tape ketan hitam bahan utamanya sendiri adalah beras ketan hitam. Sedangkan tape ketan hijau menggunakan beras ketan putih. Warna hijau itu sendiri berasal dari pewarna alami daun katuk atau daun suji.
Tampilannya khas karena dibungkus oleh daun jambu air. Makanan satu ini kerap hadir pada hari-hari besar, termasuk hari raya Idul Fitri.
8.Opak dan Ranginang
Makanan khas Jawa Barat ini juga terasuk makanan yang biasa dijumpai di Bandung. Opak dan ranginang termasuk kedalam jenis kerupuk. Bedanya, hanya dari bahan dasar saja. Opak dan ranginang berasal dari beras ketan.
Pada proses pembuatan opak, ketan yang sudah dikukuskemudian ditiriskan. Kemudian, ketan dipipihkan sehingga membentuk kerupuk bulat pipih berdiameter sekitar sepuluh sentimeter. Setelah dibentuk, ketan dijemur hingga kering. Dalam prosesnya, terkadang pada adonan opak ditambahkan terasi berwana merah. Sehingga, opak yang dihasilkan punya citarasa yang berbeda.
Selain dibuat dari ketan, opak juga bisa dibuat dari singkong. Cara membuatnya pun sama saja. Rasa opak yang dihasilkan jelas, enak atau tidak itu tergantung selera.
Proses pembuatan ranginang tidak jauh berbeda. Hanya saja sebelum dijemur, ketan tidak dipipihkan seperti halnya opak. Ranginang bisa juga dibuat dari ketan hitam, memang ranginang jenis ini memang agak jarang dijumpai.
Setelah dijemur sampai benar benar kering, opak dan ranginang harus digoreng dan siap disajikan sebagai pelengkap menu makanan utama.
9.Aneka kue
Berbagai macam kue dipersiapkan jauh jauh hari ketika mendekati hari raya. Hidangan yang selalu ada di setiap rumah. Fungsinya jelas untuk menyuguhi tamu yang datang berkunjung untuk silaturahmi. Berbagai bentuk dan rasa ada, manis, asin, gurih. Semua dipersiapkan sedemikian rupa untuk mempercantik silaturahmi.
Menyiapkan makanan memang penting, begitupun rumah yang bersih, serta pakaian terbaik. Namun, yang lebih penting lagi menyiapkan hati kita untuk bulan-bulan mendatang. Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.
Aulia (dari berbagai sumber)





![Pendaftaran Beasiswa Salman ITB periode Juli-Desember 2012 [1-13 Mei 2012] Pendaftaran Beasiswa Salman ITB periode Juli-Desember 2012 [1-13 Mei 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/poster-beasiswa-50x50.jpg)





![Pesantren Kilat PAS ITB: KETOPRAK (Kerajinan dan Teknologi Praktis) [24–29 Juni 2012] Pesantren Kilat PAS ITB: KETOPRAK (Kerajinan dan Teknologi Praktis) [24–29 Juni 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/ketoprak-logo-50x50.jpg)
![Pendaftaran Wali Adik PAS ITB [16 Mei - 7 Juni 2012] Pendaftaran Wali Adik PAS ITB [16 Mei - 7 Juni 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/ketoprak1-50x50.jpg)

