Khutbah Shalat Idul Fitri 1432 H di Masjid Salman ITB oleh Dr. Ir. Fadel Muhammad

Pesan Alquran tentang Samudera sebagai Sumber Kesejahteraan Manusia dan Sains Membuktikannya

Cover booklet khutbah Idul Fitri 1432 H

Pada hari yang agung dan mulia ini, kaum muslimin yang bertebaran diseluruh dunia menyambut kedatangan ldul Fitri dengan ucapan tahmid, takbir dan tahlil. Alunan suara tahmid dan takbir menggema memenuhi angkasa raya, diucapkan oleh setiap insan mukmin dengan tulus dan khusu’. Manusia mukmin dengan segala keadaan, dan segala status sosial, mengharap keharibaan-Nya dengan tunduk dan patuh. Dia yang Maha Agung dan Maha Kuasa. Milik Allah segala keagungan, kekuasaan dan kesempurnaan. Kepada-Nya saja kembali segala puja dan puji dari semua makhluk-Nya yang hidup dan berkembang di alam raya ini.

Ucapan takkbir dan tahmid yang berkumandang, merupakan manifestasi dari kebahagiaan setiap manusia muslim dalam menyambut hari raya ldul Fitri tersebut. Kegembiraan itu merupakan pencerminan dari ungkapan syukur mereka kepada Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Manusia mukmin bersyukur dihari led ini karena mereka telah melaksanakan kewajiban puasa sebulan penuh dan ibadah­ ibadah lain dengan tulus dan ikhlas. Dalam bulan Ramadhan setiap manusia muslim menempa dirinya untuk berlatih agar senantiasa taat kepada Allah, mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Berlatih mengendalikan nafsu dan membiasakan diri untuk bersikap tabah serta sabar, tenggang rasa, saling mengasihi sesama, dan saling menghormati.

Menahan dan mengendalikan nafsu merupakan latihan yang sangat penting bagi seorang manusia. Barang siapa yang dapat mengendalikan hawa nafsunya berarti ia telah mengalahkan musuh-musuhnya, meski betapapun beratnya. Dalam kenyataan sejarah kehidupafl umat manusia kita jumpai banyak sekali orang yang dapat mengalahkan musuh-musuhnya di medan laga tetapi ia tidak berkutik melawan nafsu yang ada dalam dirinya sendiri. Berkaitan dengan hal ini, Nabi s.a.w bersabda : “Jihad yang paling utama adalah jihad memerangi hawa nafsu.” (HR. Thabrani)

Dengan puasa Ramadhan dan ibadah-ibadah lainnya, insan muslim akan meningkatkan dirinya menjadi manusia­ manusia taqwa yang akan mendapat keridhaan Allah dalam segala kehidupannya. Manusia taqwa adalah mereka yang dapat melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya. lnsan yang bertaqwa adalah seorang yang teguh dalam berkeyakinan, tekun dalam menuntut ilmu, semakin bertambah ilmunya ia semakin merendah, semakin berkuasa ia semakin bijaksana, nampak wibawanya, jelas sikap syukurnya, senantiasa berhias, bersih walau miskin, senantiasa sederhana walau memiliki kekayaan yang berlimpah, bersikap murah hati, tidak menghina dan mengejek, tidak menghabiskan waktu secara sia-sia dan tidak berkeliaran menebar fitnah.

Betapa indahnya kriteria orang bertaqwa, ia merupakan pakaian dan hiasan yang amat indah, pakaian dan hiasan seperti • itulah hendaknya yang kita kenakan pada hari ini dan bulan-bulan berikutnya setelah kita lakukan ibadah puasa.

Kalau kita mengamati sejarah perkembangan agama­ agama besw dunia, akan kita jumpai umumnya berkembang sangat lamban, ada yang memerlukan waktu ratusan tahun baru berkembang bahkan ada yang ribuan tahun. Tidak demikian halnya kalau kita amati perkembangan agama Islam yang dibawa Rasul Muhammad SAW, ia berkembang amat cepat, dimulai dari Madinah, terus menyebar ke seluruh dunia. Rasul Muhammad SAW, dengan waktu yang relatif singkat, hanya kurang dari 23 tahun telah berhasil mengembangkan Islam ke seluruh jazirah Arab. Seratus tahun kemudian Islam berkembang di negeri-negeri sekitarnya, memasuki Afrika Utara, Asia Muka, Asia Tengah dan Eropa Timur. Beberapa ratus tahun kemudian ia berkembang ke berbagai penjuru dunia, dari barat sampai ke timur.

Perkembangan dakwah lslamiyah yang demikian pesat itu tidak lain didukung oleh esensi ajarannya yang senantiasa menekankan persaudaraan, persamaan hak dan mengarahkan manusia menuju peradaban yang tinggi dengan konsepsi ajaran Tauhid yang lengkap. Agama Islam menawarkan ajaran yang menarik, terutama bagi umat yang senantiasa mempergunakan akal budi dan ilmu yang dimilikinya. Konsepsi ajaran Islam mengarah pada peningkatan ilmu pengetahuan, pemahaman yang rasional dan mengarah kepada kebahagiaan duniawi dan ukhrawi, kebahagiaan lahir dan batin.

AI-Qur’an selalu mengacu pada banyak alam semesta, di mana sains saat ini hanya memiliki dan menghasilkan hipotesis dan model tentang alam semesta yang majemuk. Daya tarik AI­ Qur’an tentang kebenaran sangat universal – tak lekang oleh waktu dan ruang, ditujukan kepada seluruh umat manusia dan kelompok jin. Kadang-kadang, AI Qur’an menyebutkan makhluk di Bumi dan langit yang berarti seluruh makhluk dikenal atau belum diketahui.

Setiap ayat, bahkan jumlah ayat dan kata-kata, nama surah (bab) merupakan kebijakan abadi yang mengandung beberapa arti, yang relevan dengan tingkat pengetahuan manusia yang membacanya.

Dalam kesempatan ini perkenankanlah saya untuk menyampaikan pesan AI Qur’an yang berkaitan dengan laut. “Laut” dalam AI-Qur’an atau yang berkaitan dengannya disebutkan ada 32 kali, sedangkan kata “daratan” disebutkan sebanyak 12 kali. Hal ini mengisyaratkan mengenai luasnya lautan dan daratan. Perbandingan antara luas lautan dan daratan adalah lautan sama dengan 32/44 sedangkan luas daratan adalah 12/44, dengan demikian, persentasenya : lautan 72,7% dan daratan 27,3%. Persentase ini ternyata sesuai dengan penelitian NOAA (The National Oceanic and Atmospheric Administration) yang diungkapkan oleh Prof. DR. Jane Lubjenco. lni adalah penanda bahwa AI Qur’an merupakan lautan pengetahuan yang harus dieksplorasi melalui akal budi.

AI Quran selalu mengajak manusia untuk mengemban.gkan akal budinya untuk memahami pesan-pesan llahi. Salah satunya adalah ajakan kepada umat manusia untuk mengeksplorasi dan memanfatkan laut untuk kesejahteraan umat manusia. berbicara soal manfaat laut bagi peningkatan tarat hidup manusia. Pesan Allah SWT dalam surat AI Maidah ayat 96 menyebutkan “Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat, selama kamu dalam ihram. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada­ Nyalah kamu akan dikumpulkan”.

Pesan AI Qur’an tentang laut kini telah dibuktikan oleh Negara-negara maju. Negara-negara yang pandai memanfaatkan potensi lautnya, bakal mendapat kekayaan yang sangat berlimpah. Selain mengandung banyak makanan, dan perhiasan, laut juga bisa menyimpan banyak bahan tambang, bisa menjadi jalur transportasi yang murah, dan sebagainya. Selain menjadi bukti kuat bagi keaslian AI-Quran, laut juga menjadi sumber penghidupan yang sangat kaya. Keberadaan wilayah laut, bisa menjadi salah satu penentu tingkat ekonomi sebuah negara.

Indonesia sebagai negara kepulauan, dimana dua pertiganya terdiri atas laut/lautan, merupakan negara yang kaya dengan potensi lautnya dan mempunyai keragaman hayati terbesar di dunia. Disamping Indonesia kaya dengan ikan yang merupakan sumber kehidupan bagi nelayan, juga beberapa jenis ikan laut ekonomis penting sudah dikembangkan sebagai usaha budidaya., seperti udang, kerapu, bandeng, kakap, rumput laut dan tiram mutiara. Bahkan sekarang ini Indonesia merupakan produsen rumput laut dan mutiara terbesar di dunia. Disamping itu, sebagai negara kepalaun yang terletak di antara dua samudra, maka Indonesia merupakan jalur transportasi laut internasional.

Satu lagi fenomena kelautan yang diungkapkan oleh Allah dalam AI-Quran mengenai laut dalam. Laut dalam (deep sea) adalah bagian dari laut yang sangat gelap. Hingga saat ini, laut dalam masih merupakan misteri bagi manusia. Penelitian di laut dalam sendiri hingga saat ini masih sangat terbatas.

Tahun 2010 para peneliti Indonesia dan Amerika bekerjasama sama dalam mengungkap misteri laut dalam di perairan Sangihe Talaud. Expedisi ini dikenal sebagai INDEX SATAL 2010. Expedisi ini telah mengungkap tentang lapisan kegelapan di laut dalam, kehidupan hewan dan tumbuhan di dalam kegelapan di bawah laut. Dari hasil ekspedisi INDEKS SATAL 2010 ini berhasil ditemukan di laut dalam (sampai dengan 2.000 meter) 53 species ikan dari 32 famili, 19 species crustacea dari 10 famili dan 7 species cephalopoda dari 5 famili. Disamping itu ditemukan pula gunung-gunung api (pada kedalaman sekitar 4.000 meter) yang menyemburkan panasnya. Keberadaan gunung ap1 1n1 diduga merupakan sumber mineral dan sumber energy bary di masa depan.lni adalah tanda-tanda kebesaran Allah SWT Sang Pengendali Kehidupan Semesta.

Mari kita lihat, dua ayat Surah Ar Rahman 55: 19- 20 “Dia membiarkan dua !aut (garam dan air tawar) pertemuan bersama­ sama. Antara keduanya ada batas yang tidak satupun dari mereka dapat melampaui batas. ”

lni adalah fenomena menarik yang baru-baru ini dijelaskan oleh Ahli Oseanografi dari Perancis, Jacques Yves Cousteau yang meneliti berbagai lautan di dekat Selat Gibraltar. Ia menemukan bahwa pertemuan antara air dari Laut Tengah dan Samudera Atlantik airnya tidak bisa dicampur, meskipun keduanya asin. Tetapi tingkat salinitas mereka berbeda sehingga dapat menghasilkan seperti bendungan tak terlihat atau membran. Air Samudra Mediterania dengan salinitas di atas 36,5% dan temperatur sekitar 11,5 a C, terisolasi di kedalaman 900-1100 meter, sedangkan air dari Samudera Atlantik memiliki salinitas di bawah 35%, meliputi air Samudra Mediterania dengan suhu di bawah 1 0 OC. Perbedaan salinitas ini telah menciptakan arus laut yang menggerakkan system kehidupan bawah laut. Arus ini telah memungkinkan ikan bermigrasi secara terpola sehingga manusia menjadi lebih mudah menangkapnya.

Temuan ilmu pengetahuan ternyata selalu menuju pada kutub kebesaran Allah SWT. Firman Allah adalah sumber llmu Pengetahuan. Melalui landasan iman manusia dituntut untuk mengeksplorasi sain untuk menguatkan keimanan kita dan menjadikannya wahana untuk menuju kesejahteraan..

Pengetahuan manusia dapat diibaratkan laksana sebutir biji sawi sangat kecil sekali dibandingkan dengan rahasia semesta. .Masih banyak rahasia yang harus diungkap. Manusia dituntut mengembangkan akal budinya supaya mampu memahami pesan-pesan Allah seperti yang disampaikan dalam surat AI-Kahf, 18: 109.

Katakanlah : “Kalau sekiranya samudera menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”.

Sebagaimana yang kita ketahui bersama saat ini kita menghadapi masalah serius yaitu meningkatnya konsumsi pangan dunia sebagai akibat bertambahnya jumlah penduduk dan peningkatan konsumsi masyarakat di Negara-negara yang sedang berkembang. Produk pangan yang dihasilkan di daratan diperkirakan tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk beberapa tahun ke depan. Sementara lautan yang menjadi sumber penghidupan manusia masa depan baru dieksplorasi sekitar 8%. lnilah tantangan kita untuk mengeksplorasi laut melalui pemanfaatan sains dan teknologi. Pesan-pesan AI Qur’an selalu relevan dengan temuan ilmu pengetahuan.

Hasil riset ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa rata-rata orang yang•mengonsumsi ikan relative lebih sehat dan terhindar dari serangan jantung dibandingkan dengan orang orang yang tidak mengkonsumsi ikan. lkan ternyata merupakan sumber nutrisi penting yang memiliki unsur-unsur yang diperlukan oleh tubuh manusia dan juga mampu mengurangi risiko berbagai penyakit. Kandungan asam omega tiga dalam ikan jika dikonsumsi secara teratur akan mengurangi risiko serangan jantung dan memperkuat system kekebalan tubuh. Kandungan nutrisi penting dalam ikan ternyata telah dijelaskan dalam AI Qur’an dalam Surat An Nahl ayat 14 : “Dan Dia-lah (Allah) yang menundukkan lautan (untukmu) agar kamu dapat memakan daging yang segar darinya, dan (dari lautan itu) kamu yang mengeluarkan perhiasan yang (kamu) pakai. Kamu (juga) melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur”.

Pesan Allah SWT alam Surat An Nahl ayat 14 dengan jelas memerintahkan manusia untuk mengembangkan ilmu pengetahuan agar dapat mengambil manfaat dari laut yang telah dianugerahkan Allah SWT tidak hanya berupa ikan, tetapi juga mineral, tambang, obat-obatan. Selain itu laut dengan sistem arus dan gelombangnya memberikan energi terbarukan kepada umat manusia. Manfaat laut masih belum banyak termanfaatkan. Hanya dengan sain yang didedikasikan untuk mesyukuri karunia Allah inilah yang akan membawa manusia pada kehidupan yang lebih baik.

Ajaran Islam mengarahkan umat manusia agar mengambil pelajaran dari segala kejadian dan peristiwa yang berada di sekitar kita. Dengan semua itu kita akan menyadari sedalam­ dalamnya hakekat kehidupan. Kita harus menyadari juga bahwa betapapun hebatnya dan komplitnya ajaran Islam, tidak akan berkembang dengan pesat kalau tidak diperjuangkan. Perjuangan yang relevan untuk saat ini adalah mengembangkan sain dan teknologi. Agar kemurahan yang telah dilimpahkan oleh Allah SWT dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk membangun kesejahteraan bersama. Berkembangnya ajaran Islam yang demikian cepat itu, selain karena esensi ajarannya juga karena perjuangan dan dakwah yang dilakukan umatnya dari masa ke masa dan dari satu periode. ke periode yang lain demi perbaikan kualitas hidup manusia. Melalui peristiwa ibadah puasa, ldul Fitri, lbadan Zakat dan lain sebagainya apabila dihayati dengan baik akan dapat menimbulkan motivasi yang luhur dalam menggalakkan dakwah lslamiyah mewartakan ajaran Allah SWT yang diwahyukan kepada Rasullah Muhammad SAW.

Ya Allah Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Sesungguhnya Kami telah mendengar seruan dari Rasul Mu, agar kami beriman kepada Mu, maka kami pun beriman. Karena itu ampunilah segala dosa dan kekhilafan kami, dan sertakanlah kami bersama orang-orang yang berbuat kebajikan.

Ya Allah Tuhan Yang Maha Melindungi

Janganlah Engkau azab kami apabila kami lupa atau bersalah. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan pada kami beban yang berat, sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami sesuatu yang kami tidak sanggup menanggungnya, berikanlah ma’af kepada kami, ampunilah kami dan rahmatilah kami, Engkau lah pelindung kami dan berikanlah pertolongan kepada kami dari kejahatan orang-orang kafir.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pemberi Karunia

Jadikanlah Negeri kami, Negeri yang aman dan sentosa disertai dengan keridhoan Mu. Jadikanlah Negara dan bangsa kami menjadi Negara dan bangsa yang berkualitas, yang dapat membentuk generasi penerus yang bertaqwa. Wahai Tuhan kami, berikanlah bagi kami kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat dan jauhkanlah kami dari bahaya dan malapetaka.

2 Comments

  1. Pariatmono Sukamdo said:

    Assalamu’alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh….

    Terima kasih atas adanya khutbah tertulis Menteri Kelautan dan Perikanan. Namun rasanya ini belum lengkap ya? Doa penutupnya yang sangat indah kok tidak ada ya…. Mohon berkenan melengkapi ya…. Kalau tidak terlalu merepotkan, mohon saya dikirimi juga lewat email ke pariatmono@yahoo.com.

    Terima kasih.

    Wassalam,
    Pariatmono

    • Irfan Habibie Martanegara said:

      teks doa sudah saya sertakan pak. hanya saja untuk teks arabnya tidak bisa ditampilkan di situs ini. soalnya kami hanya mendapat hard copy, teks ini saja merupakan hasil scan dari hardcopy tersebut.

*

*

Top