Mengapa Harus Ekonomi Syariah? (Bagian 2)

(gambar diambil dari: http://janganserakah.wordpress.com/)

Jebakan Mata Uang Hampa

Sejarah mata uang selama ribuan tahun berhasil direkayasa secara luar biasa selama satu abad terkahir oleh Sistem Kapitalisme menjadi alat penjajahan yang luar biasa efektif melaui penciptaan mata uang hampa (fiat money). Mulanya di zaman Yunani Kuno petumbuhan mata uang kartal dengan mensyaratkan bahwa setiap mata uang memiliki nilai intrinsik yaitu dengan menggunkan bahan logam mulia, emas dan perak.

Ketika sejarah tersebut bergeser, ketika Sistem Kapitalisme menciptakan uang kertas subtitusi, yang pengadaannya dijamin sepenuhnya oleh emas. Kemudian bergeser menjadi mata uang hampa (fiat money) yang semata-mata hanya dijamin oleh tandatangan otoritas moneter. Jadi semata-mata lebih berdasarkan pada kepercayaan sentimen pasar tanpa adanya dukungan nilai intrinsik emas.

Kondisi ini membuka lebar-lebar pintu spekulasi bagi pelaku pasar khususnya para fun manager diberbagai bursa valuta asing. Dalam kacamata Islam ini berarti membuka pintu dosa tiga jenis kemasiatan sekaligus yaitu perjudian + gahrar + riba fadl. Dari sinilah berawal perjudian besar-besaran di seluruh pelosok dunia dalam bentuk mencari marjin fluktuasi  naik turunnya nilai valuta asing, gonjang ganjing kestabilan moneter dunia.

Bahkan diperparah lagi oleh keserakahan para pelaku pasardalam bidang keuangan melalui penciptaan berbagai instrumen derivatif, semisal commersial papers, mortgage back securities, short selling, credit default swaps (CDS), dan lain-lain yang semuanya medorong terbukanya pintu spekulasi secara besar-besaran.

Hijrah Menuju Sistem Ekonomi Syariah

Semua orang bisa bertindak memberikan kontribusi positif, yaitu dengan cara menghijrahkan pusat kesadaran dan organ tubuh kita, dari praktek ekonomi dan bisnis yang kapitalistik, hedonistik, monopolistik, serakah dan kolutif, menuju praksis ekonomi dan bisnis yang lebih adil, beretika, beradab dan lebih manusiawi.

Konkritnya pilihlah mata pencaharian dan bisnis yang betul-betul halal. Pilihlah makanan, minuman, obat dan kosmetik yang betul-betul halal dan thayyib. Pindahkan semua rekening deposito, giro dan tabungan, dari bank konvensional ke bank syariah. Hanya berasuransi di lembaga asuransi Syariah. Bila akan berinvestasi belilah saham-saham perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII).

Jauhi semua praktek korupsi, kolusi dan nepotisme. Jauhi semua praktek monopoli, oligopoli dan kartel. Jauhi semua praktek gharar, spekulasi dan perjudian. Jauhi semua praktek kecurangan dan penipuan bisnis, baik dalam kuantitas, kualitas, harga barang, maupun waktu penyerahan barang. Bertindaklah profesional dan transparan dalam setiap urusan bisnis. Berlaku seadil-adilnya terhadap semua stakeholder dan mitra bisnis.

Pendek kata, jadilah pebisnis muslim yang adil, yang menjadi Rahmat bagi Semesta Alam. Insya Allah, setapak demi setapak, Sistem Ekonomi Islam akan maujud di tengah tengah kita semua.

Disarikan dari diskusi ekonomi Islam bersama Samsoe Basaroedin yang diselenggarakan LPES.

 

1 comment on this postSubmit yours
  1. bank syariah, saham syariah, segala sesuatu yg tadinya haram sekarang ada label syariahnya. apa selanjutnya?

    minuman keras syariah? judi syariah? nikah mut’ah syariah?

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Timeline

  • April 21, 2012 01:52

    Salman Reading Corner punya lomba Resensi Buku lho setiap bulannya, hadiahnya voucher belanja 300rb di Gn. Agung. Ikut? http://t.co/KMqxCjxA

  • April 21, 2012 01:50

    assalamu'alaikum, selamat akhir pekan, teman-teman :D

  • April 17, 2012 01:30

    Room Mate dan Budaya Kita http://t.co/8WmwCaiw

  • April 17, 2012 01:23

    Agar Finansial Tak Jadi Beban Bagi Calon Pengantin http://t.co/04O7oq07

  • April 17, 2012 01:19

    dari acara syukuran wisuda kemarin: Follow The Passion atau Lakukan yang Terbaik http://t.co/UwfCeNg6

Masjid Salman ITB © 2012 All Rights Reserved

Developed by Onnay Okheng.