Lulus SNMPTN, Tanggung Jawab Menanti di Depan Mata

Pengumuman SNMPTN salah seorang siswa. (snmptn.ui.ac.id)

30 Juni lalu, mungkin jadi salah satu hari paling dramatis yang pernah saya saksikan sepanjang tahun ini. Beragam emosi tersaji menyentuh hati, di hari pengumuman SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) jalur tertulis.

Ada yang berteriak kegirangan, sampai berlari-lari, saat mengetahui namanya terpampang di situs pengumuman SNMPTN. Hal yang sama juga terjadi pada mereka yang namanya tercantum di harian lokal, yang sengaja memuat pengumuman kelolosan SNMPTN. Bahkan saya lihat ada yang sampai menggunduli rambutnya, demi memenuhi kaul mereka.

Situasi sebaliknya terjadi pada mereka yang tak lolos, suasana haru biru terpampang jelas di wajah mereka. Rasa kesal, kecewa, dan sesal, campur aduk memenuhi hati mereka. Bukan hanya impian mereka yang hancur, boleh jadi harapan orang tuanya pun ikut kandas.

Tetapi apapun yang terjadi toh keputusan sudah dibuat, palu sudah diketuk, dan nasi telah menjadi bubur. Yang harus diingat ada semua terjadi atas ketetapan Allah. Manusia hanya berhak berusaha sebaik-baiknya, sementara berhasil atau tidak, itu hak prerogatif Allah, tak bisa diganggu gugat.

Nah, bagi mereka yang lolos ataupun tidak semuanya punya konsekuensi masing-masing. Bagi mereka yang lolos (dan mengambil pilihan tersebut), berarti mereka akan kuliah di perguruan tinggi negeri yang tentu saja disubsidi oleh negara. Artinya, mereka akan kuliah dengan ‘bantuan’ rakyat Indonesia. Jadi, secara tak langsung mereka juga menanggung harapan rakyat yang dibebankan di pundak mereka.

Maka tak heran jika salah satu kawan saya pernah berkata, ” Inget, kita (mahasiswa di PTN) tu kuliah dibiayain rakyat. Jadi, harus aktif terjun ke masyarakat, jangan sekedar kuliah-pulang-kuliah-pulang, ga ada kontribusinya”.

Apalagi setelah lulus kelak, tanggung jawab yang diterima tentu semakin besar  seiring banyaknya ilmu yang diperoleh. Kontribusi yang lebih nyata, jelas diharapkan masyarakat, apapun bentuknya.

Lain lagi buat mereka yang tahun ini belum berkesempatan kuliah di PTN. Coba lakukan evaluasi, cari tahu kekurangan diri. Jangan habiskan waktu anda untuk menyesal, apalagi mengutuki nasib. Yakinlah bahwa selalu ada skenario Allah dalam setiap episode kehidupan kita, baik yang menyenangkan maupun menyesakkan.

Coba juga untuk mereview pilihan yang diambil saat SNMPTN lalu, cocokkah pilihan itu dengan bakat dan minat masing-masing. Kuliah tak hanya sekedar duduk di kelas, mendengarkan dosen, mengerjakan tugas-tugas, lalu ujian. Kuliah juga ada kaitannya dengan passion, keinginan yang kuat dan ketertarikan di bidang tersebut. Tanpanya, kuliah jadi tak bermakna, selain hanya untuk mendapat selembar ijazah.

Terkadang ada peran orang tua di balik kegagalan calon mahasiswa ini. Adakalanya orangtua memaksakan anaknya untuk mengambil pilihan di satu kampus tertentu. Alasannya, tak lain demi prestise atau sekedar gengsi semata. Padahal, sang anak punya ketertarikan di bidang lain, yang sekiranya ditekuni justru akan membuatnya sukses di kemudian hari.

Solusinya, jika orangtua anda memaksakan kehendaknya seperti ini, cobalah bicara dari hati ke hati. Jelaskan visi hidup anda pada mereka. Kalau belum bisa meyakinkan juga, coba ajak guru atau tentor dari bimbingan belajar untuk mendampingi. Tentu saja, orangtua pun harus terbuka hatinya, dan sadar bahwa kesuksesan tidak hanya diraih di satu institusi saja. Banyak kok, jalan untuk meraih kesuksesan.

Ya begitulah seleksi, tentu ada yang lolos dan ada yang tidak. Bagi yang lolos, saya ucapkan selamat! Tanggung jawab yang besar sudah menantang di hadapanmu, bersiaplah. Bagi yang belum lolos, jangan menyerah. Buka hati untuk setiap kemungkinan, tak perlu terpaku di satu universitas. Kesuksesan bisa diraih dari mana saja, asal dibarengi doa dan ketekunan untuk menjalani bidang tersebut.

 

1 comment on this postSubmit yours
Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Timeline

  • April 21, 2012 01:52

    Salman Reading Corner punya lomba Resensi Buku lho setiap bulannya, hadiahnya voucher belanja 300rb di Gn. Agung. Ikut? http://t.co/KMqxCjxA

  • April 21, 2012 01:50

    assalamu'alaikum, selamat akhir pekan, teman-teman :D

  • April 17, 2012 01:30

    Room Mate dan Budaya Kita http://t.co/8WmwCaiw

  • April 17, 2012 01:23

    Agar Finansial Tak Jadi Beban Bagi Calon Pengantin http://t.co/04O7oq07

  • April 17, 2012 01:19

    dari acara syukuran wisuda kemarin: Follow The Passion atau Lakukan yang Terbaik http://t.co/UwfCeNg6

Masjid Salman ITB © 2012 All Rights Reserved

Developed by Onnay Okheng.