Syariah itu Inovatif!

Eka Shanti, CEO Arzuda Group tengah berbagi pengalaman tentang syariah marketing

Siapa sangka, Michael Porter, seorang marketing guru yang menjadi panutan ribuan businessman di seluruh dunia, ternyata mengawali karirnya sebagai salesman ubin yang gagap. Berkali-kali ditolak di hari pertamanya menjual, Porter yang gagap akhirnya berhasil lewat sebuah perbincangan santai. Seorang ibu yang mendapati Porter duduk kelelahan di beranda rumahnya, mengajak salesman ini mengobrol sambil minum teh. Setelah 45 menit, barulah sang ibu bertanya apa pekerjaan Porter. Dan akhirnya Porter berhasil menjual tidak hanya 1 akan tetapi 12 ubin sekaligus hari itu.

Itulah sebabnya,  salah satu semboyan Porter adalah “The way I sell, is the way I make relationship”. “Sangat islami bukan?” ujar Eka Shanti, mengakhiri kisah Porter. Relationship, yang diterjemahkan Eka sebagai “silaturahim”, adalah salah satu kunci syariah marketing yang coba ditularkan CEO Arzuda Group ini. Eka berbagi pengalaman dan pengetahuannya tentang prinsip-prinsip pemasaran di hadapan sekitar 20 staf dan tim manajemen Salman ITB. Acara yang mayoritas dihadiri staf Rumah Amal Salman ITB ini, dilangsungkan pada Rabu, 15 Juni 2011 pukul 09:00-13:30 WIB di GSS E Salman ITB.

The new chapter of marketing is innovation. Demikian tema utama pemaparan awal Eka hari itu. Mulai dari produk, segmentasi pasar,  sampai kepada metode pemasaran, haruslah sebuah inovasi. Dari penjelasan mantan presenter TVRI ini, tampak bahwa marketing berbasis syariah yang getol ditularkannya adalah contoh inovasi tersebut. Eka misalnya, memulai proses marketing bukan dari visi internal, melainkan dari niat. “Saya ingin menjadi Public Relation (PR) bagi Islam,” tegas Eka mencontohkan niatnya. Niat ini menurutnya adalah imbauan seorang pemimpin negara OKI (Organisasi Konferensi Islam) tak lama setelah peristiwa WTC 9/11.

Inovasi Eka tak berhenti pada niat. Produknya pun dijiwai semangat inovasi. Salah satu lini produk yang serius digarap Arzuda Group adalah busana muslim. Sebab, perempuan kelahiran Kandangan, Kalsel ini melihat fashion bernuansa Islam sebagai ceruk yang belum dikuasai negara lain. Indonesia menurutnya berpotensi menjadi leader dalam ceruk ini. Dengan busana muslim pula, sebagai PR Islam, Eka ingin menunjukkan bahwa ajaran Islam bersifat universal, bisa diterima di mana dan kapan saja.

Dalam memasarkan produk-produknya yang berbasis syariah, murid Michael Porter ini pun mengedepankan prinsip-prinsip syariah. Pelayanan ibadah sebagai sebuah bentuk silaturahim senantiasa menjadi ciri stand-stand produknya. Eka mencontohkan, sekitar 2/3 stand produk kartu perdana berbasis syariah miliknya, digunakan untuk mushalla. SPG berjibab rapi di stand tersebut pun senantiasa diwajibkan mengucapkan salam kepada siapa pun yang berkunjung. Menurutnya, pelayanan tersebut menjadi sebuah inovasi tersendiri di antara stand-stand lain yang umumnya menyajikan musik ingar-bingar dan SPG dengan rok mini.

Mengomentari pemaparan Eka hari itu, Elly Priyatni, Direktur Eksekutif Rumah Amal Salman ITB mengaku mendapat manfaat yang sangat besar. “Gaya Bu Eka santai, tapi banyak yang dapat kami pelajari dari pengalaman Beliau,” tutur Elly. Hikmah yang menurut Elly ia petik hari itu adalah, jangan takut untuk berbeda, dan “Tanamkan keyakinan yang kuat dalam setiap tujuan, kita pasti bisa!” pungkasnya.

Menutup pemaparannya, Eka menekankan pentingnya meluruskan niat bagi para pelaku bisnis syariah, termasuk aktivitas filantropi seperti Rumah Amal. “Kita bekerja bukan untuk diri kita, tapi bagi kemanfaatan orang lain,” ujarnya. Tidak perlu merasa kecil hati jika penghasilan yang kita terima di jalan ini jauh lebih kecil dibandingkan orang lain. Untuk itu, Eka menceritakan nasihat seorang ustadz yang kini mulai ia rasakan. Ustadz tersebut mewanti-wanti, jika Eka terus istiqomah di jalan-Nya, “Siap-siap aja capek menerima rezeki-Nya.”

Atau, bisa jadi, sambung Eka, “Allah tidak tega kita menerima imbalan-Nya di dunia,” ujarnya mengutip petuah seorang ulama lain. []

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Timeline

  • April 21, 2012 01:52

    Salman Reading Corner punya lomba Resensi Buku lho setiap bulannya, hadiahnya voucher belanja 300rb di Gn. Agung. Ikut? http://t.co/KMqxCjxA

  • April 21, 2012 01:50

    assalamu'alaikum, selamat akhir pekan, teman-teman :D

  • April 17, 2012 01:30

    Room Mate dan Budaya Kita http://t.co/8WmwCaiw

  • April 17, 2012 01:23

    Agar Finansial Tak Jadi Beban Bagi Calon Pengantin http://t.co/04O7oq07

  • April 17, 2012 01:19

    dari acara syukuran wisuda kemarin: Follow The Passion atau Lakukan yang Terbaik http://t.co/UwfCeNg6

Masjid Salman ITB © 2012 All Rights Reserved

Developed by Onnay Okheng.