Rumah Quran Salman Buka Kelas Tahsin dan Tahfidz

Oleh: Aulia Mulya Dewi

(Foto: mta-al-amien.com)

Membaca Alquran merupakan bagian integral dari seorang muslim. Karena, Alquran berisi esensi dari hukum-hukum Islam. Alquran juga berisi tentang ilmu pengetahuan yang disajikan dengan indah. Bahkan Tony Blair (mantan PM Inggris) yang notabene seorang nasrani pun membaca Alquran setiap hari.

Sayangnya, menurut Ustadz Yudi Imana (pengajar tahsin Rumah Quran),  di Indonesia dari 230 juta penduduknya hanya sekitar 36 persen yang bisa membaca Alquran. Bahkan di negara dengan populasi muslim terbesar di dunia ini, yang bisa membaca Alquran dengan tartil (sesuai kaidahnya) hanya sekitar 16 persen saja.

Padahal dalam Alquran surat Al Muzammil, Allah SWT bersabda “.. dan bacalah Alquran secara tartil” (73:4).

Berkaca dari fakta tersebut, DPD (Divisi Pelayanan dan Dakwah) Salman ITB tetap berupaya untuk men-syiar-kan Alquran. Melalui program Rumah Quran, DPD membuka kelas Tahsin dah Tahfidz periode kedua di tahun 2011. Acara tersebut dilangsungkan di GSS-E Salman pada Sabtu (18/6).

Pada acara pembukaan tersebut, Yudi Imana menjelaskan dasar-dasar tahsin serta metode pembelajaran yang akan ia terapkan di kelas tahsin. Untuk kelas tahfidz, penjelasan disampaikan langsung oleh pengajarnya, Ustadzah Fika.

Selanjutnya pertemuan diadakan selama empat jam setiap minggunya. Pertemuan tersebut bisa dilakukan dua hari atau setiap Sabtu antara pukul 10.00 – 15.00.

 

 

 

 

 

 

 

Rumah Qur’an Salman

18062011 diadakan pembukaan Tahsin dan Tahfidzh bertempat di GSS-F Salman ITB oleh rumah Qur’an Salman. Jumlah peserta yang hadir sekitar 20 orang, dari total 43 orang yang mengikuti tahsin dan tahfidz. Yaitu terdiri dari 7 orang ikhwan dan 12 akhwat  yang mengikuti tahsin, 11 orang ikhwan dan 13 orang akhwat yang mengikuti tahfidzh.

Pada pembukaan tahfidzh akhwat akan dibimbing oleh ustadzah Fika. Metode yang akan digunakan dalam menghafal Al-Qur’an yaitu;

  • Setor hafalan, jadi sebelumnya hafalan telah dihafalkan di rumah. Lalu disini disetorkan, oleh pembimbingnya akan dikoreksi, dan dibenarkan.
  • Dalam satu semester ada 24 pertemuan dengan target hafal dua juz.
  • Setiap dua juz hafal maka aka nada sertifikat, yang mana terdapat transkip nilai.
  • Tiga kali berturut-turut tidak hadir akan dicoret.
  • Metode belajar dimulai dari juz 29- juz 30 pada semester satu.
  • Ada imtihan setelah khatam 2 juz, dan daftar ulang lagi bagi yang ingin melanjutkan ke juz berikutnya. Daftar ulangnya seperti pertama daftar, yaitu RP. 25.000,00 untuk mahasiswa/pelajar, dan RP.30.000,00 untuk umum.
  • Pada juz selanjutnya dapat melanjutkan dari juz 1-juz 2, dan seterusnya.

Acara pendukung terdekat yaitu padatanggal 17 ramadhan. Yang mana akan diadakan haflah 5 juz, 10juz, dan 30 juz. Bagi yang mengkhatamkan 30 juz aka nada hadiah berupa umrah, tetapi sangat disayangkan belum adanya izin dari pihak salman.

Pertemuan akan dilakukan 4 jam dalam satu minggu. Dapat dilakukan dua pertemuan misalnya pada hari senin dan kamis pada pukul 13.00-15.00. Tapi dapat juga dilakukan dalam satu kali pertemuan yaitu pada hari sabtu dari pukul 10.00-15.00.

Pada pembukaan tahsin dibuka oleh ustad Yudi Imana. Menjelaskan metode-metode tentang pembelajaran tahsin, yaitu dengan menggunakan buku yang ditulis oleh dirinya.  Dan dengan beberapa poin yaitu; yahh maaf lupa lagii…

Ingin tulisan Anda dipublikasikan di Salmanitb.com? Kirimkan tulisan ke redaksi@salmanitb.com beserta keterangan aktivitas Anda.

*

*

Top