Belajar Mengaji dengan Gembira

Suasana training tahsin (Foto: Irfan)

Tidak disangka ternyata belajar mengaji bisa begitu menyenangkan. Senyum riang selalu terpancar dari peserta One Day Training Tahsin. Training sehari (4/6) yang diadakan Divisi Pelayanan dan Dakwah YPM Salman ITB ini menghadirkan dua ahli tahsin Bandung, yaitu Ustadz Abu Rabbani dari LTQ Jendela Hati dan Ustadz Yudi Imana penemu cara belajar Alquran metode ‘Asyarah.

Ustadz Abu Rabbani menyampaikan urgensi memperbaiki cara membaca Alquran. Kesalahan dalam membaca Alquran bisa menyebabkan salah arti. Misalnya syakara artinya bersyukur dengan sakara yang artinya mabuk. Selain itu, berbeda dengan bahasa arab biasa, membaca Alquran perlu disertai dengan tajwidnya.

Dalam training ini ada beberapa perbaikan bacaan Alquran yang disampaikan Ustadz Yudi Imana. Perbaikan tersebut di antaranya perbaikan cara membaca mad ashlii, ghunnah, qalqalah, makhrajul huruf, mad far’ii, lafad Allah, hukum ra’, ayat-ayat gharibah dan waqaf.

Menurut Ustadz Yudi Imana yang juga merupakan penulis buku “Sudah Baik dan Benarkah Bacaan Alquranku?” menyampaikan lima syarat sukses memperbaiki bacaan Alquran. Pertama, shahihun niyat atau niat yang benar. Kedua, fahmul qa’idah atau paham aturan. Ketiga, dawamul tadribat atau rajin berlatih. Keempat, iltizamut tilawah atau tiada hari tanpa membaca Alquran. Dan kelima, dawamut talaqi atau rajin mengecek bacaan kepada yang lebih ahli.

*

*

Top