Mbak Rini: “Ingin Salman Seperti Masjid di Madinah”

Rini (39) saat sedang tidak bertugas. (Foto: Yudha PS)

Perempuan yang lahir di Solo, 7 April 1972 ini memang luar biasa. Lahir dari keluarga bergolongan darah biru, tidak membuat perempuan ini kaku dalam berinteraksi dengan orang lain.

Memiliki nama Raden Roro Rini Setiawati, ia akrab di panggil Mbak Rini. Sejak tahun 2006, ia telah mengabdikan diri di Masjid Salman sebagai khadimat atau penjaga keamanan bagian akhwat. Yang mengagumkan, dia menikmati dan melaksanakan pekerjaannya dengan ikhlas.

Mungkin tidak banyak yang menyangka Rini dahulu bukan seorang Muslim. Barangkali banyak yang akan merasa kaget. Begitu pula bagi yang sudah mengenal Rini cukup lama, tanpa tahu latar belakangnya.

Dia memang berasal dari keluarga non muslim. Kedua orang tuanya berbeda agama. Karena itu pula saat SMA, Rini bersekolah di SMA Kristen Dago, Bandung.

Tapi subhanallah, hatinya terpanggil untuk memeluk Islam karena suara adzan. Dan alasannya memilih agama Islam sangat begitu tidak rumit: Islam itu sederhana.

Menjadi seorang muslim tentu ada konsekuensi yang harus ia hadapi. Baik dari dirinya sendiri, maupun dari orang-orang di sekitarnya, termasuk keluarganya. Maka keberaniannya untuk mengambil resiko dalam hidupnya, patut kita apresiasi dan teladani.

Dalam peringatan Hari Kartini  yang diperingati beberapa waktu lalu, Rini memberikan beberapa pandangannya tentang remaja dari sisi wanita Indonesia. “Remaja sekarang itu cerdas-cerdas dan hebat-hebat. Tapi sayangnya, banyak yang belum bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Banyak yang kepengaruh sama budaya luar lah,” ujar Rini saat diwawancarai.

“Saya bersyukur menjadi perempuan yang telah diberikan nikmat sampai sekarang. Apa yang telah Allah berikan itulah yang terbaik, ditambah lagi dengan nikmat iman dan Islam,” akunya.

Saat Rini belum masuk Islam, ia aktif di organisasi Nasrani. Kini ia aktif mengatur shaf jamaah Salman. Ia juga berupaya memberikan contoh yang baik dan terus mengarahkan remaja untuk tidak melenceng ke jalan yang salah.

Menjadi khadimat akhwat Salman bukan berarti tanpa tujuan. “Setidaknya, saya pingin shaf di masjid Salman ini sama rapi dan rapatnya seperti di Madinah,” tukas Rini penuh harapan.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Timeline

  • April 21, 2012 01:52

    Salman Reading Corner punya lomba Resensi Buku lho setiap bulannya, hadiahnya voucher belanja 300rb di Gn. Agung. Ikut? http://t.co/KMqxCjxA

  • April 21, 2012 01:50

    assalamu'alaikum, selamat akhir pekan, teman-teman :D

  • April 17, 2012 01:30

    Room Mate dan Budaya Kita http://t.co/8WmwCaiw

  • April 17, 2012 01:23

    Agar Finansial Tak Jadi Beban Bagi Calon Pengantin http://t.co/04O7oq07

  • April 17, 2012 01:19

    dari acara syukuran wisuda kemarin: Follow The Passion atau Lakukan yang Terbaik http://t.co/UwfCeNg6

Masjid Salman ITB © 2012 All Rights Reserved

Developed by Onnay Okheng.