Tim Perkusi SD Juara sedang berlatih untuk lomba perkusi antar SD Juara, Juni mendatang. (Foto: Fery AP)
Kemiskinan di Indonesia tak bisa dientaskan begitu saja. Salah satu caranya dengan meningkatkan mutu anak bangsa melalui pendidikan yang layak.
Sayangnya, biaya pendidikan makin mahal dari tahun ke tahun. Program Bantuan Operational Sekolah (BOS) pun tidak sepenuhnya bisa membuat mereka yang dhuafa menikmati pendidikan dengan layak. Jika hal itu tetap terjadi, sampai kapan pun kebodohan akan terus bersanding dengan kemiskinan.
Di tengah permasalahan bangsa tersebut, Rumah Zakat hadir membawa harapan bagi kaum dhuafa. Melalui SD Juara, mereka menyediakan pendidikan gratis untuk anak-anak keluarga miskin, termasuk mustahik Rumah Zakat.
Konsep Pendidikan SD Juara
Tak hanya gratis, pendidikan di SD Juara bisa dibilang berkualitas. Metode pengajarannya tidak seperti SD konvensional. Di sekolah ini siswa diarahkan untuk berkembang sesuai dengan potensinya.
Sebagai contoh, siswa bertipe kinestetis (senang bergerak) lebih diarahkan untuk aktivitas fisik, seperti futsal atau pencak silat. Siswa bertipe auditori (pendengar) diarahkan untuk bermusik melalui media perkusi, ensemble, dan sebagainya.
Konsep kelas di SD Juara adalah kelas kecil dengan dua puluh lima siswa dalam setiap kelas. Hal ini dilakukan agar peran guru lebih optimal dalam memperhatikan perkembangan proses belajar di dalam kelas.
Hal ini sesuai dengan visi Sekolah Juara. Menjadi lembaga pendidikan berkualitas yang mendorong pada kemandirian dan terinovasi dalam implementasi Information and Communication Technology (ICT).
Pendidikan Akhlak di SD Juara
Selain belajar mata pelajaran pada umumnya, siswa di SD Juara juga diarahkan untuk shalat dhuha setiap harinya. Mereka juga belajar mengaji dan menghapal alquran setiap selepas dzuhur, sebelum mereka memulai aktivitas ekstrakurikuler.
Output yg diharapkan dari proses pengajaran ini adalah siswa yang tak hanya cerdas tapi berakhlak baik. Mereka juga diharapkan terbiasa beribadah secara rutin, baik yang wajib maupun yang sunnah.
Tak hanya itu mereka pun dibekali dengan kompetensi di bidang wirausaha. Hal ini diterapkan sejak siswa duduk di kelas satu. Pembekalan ini diberikan secara bertahap hingga kelas enam. Tujuan dari program ini adalah agar siswa memiliki mental wirausaha dan kemandirian.
SD Juara didirikan 2007 di Kota Bandung. Kini jumlah SD Juara mencapai sepuluh sekolah yg tersebar di berbagai kota di Indonesia. Diantaranya Jakarta, Cimahi, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Pekanbaru, dan Medan. Bahkan sejak tahun 2010, Rumah Zakat membuka sekolah SMP Juara, juga di Kota Bandung.
Semoga saja konsep pendidikan seperti ini diterapkan juga di sekolah-sekolah lain, terutama di sekolah dengan label Islam.

















