Hari ini (11/3) Gempa mengguncang Jepang dengan kekuatan 8,9 Skala Richter (SR) pada pukul 14.46 waktu setempat. Badan Survei Geologi Amerika (USGS), menyatakan bahwa gempa berpusat di 130 Km sebelah timur, Sendai, di pulau utama Honshu dengan kedalaman 24,3 Km. Gempa ini menyebabkan Tsunami setinggi hingga 10 meter di kota-kota pesisir timur pulau Honshu.
Cukup banyak aktivis dan alumni Salman ITB yang sedang berada di Jepang saat ini. Salah satu yang Redaksi ketahui adalah Diah Ajeng Setiawati, alumni Majelis Ta’lim (Mata) Salman ITB. Ajeng, begitu Diah akrab disapa, sedang menjalani program master di Teknik Lingkungan Universitas Tohoku, Jepang. Universitas ini berada di kota Sendai.
Menurut japantimes.co.jp, Tsunami setinggi 10 meter teramati di pelabuhan Sendai di kota Sendai daerah administrasi Miyagi di timur laut Jepang. Sedangkan di pelabuhan Soma di kota yang sama, Tsunami teramati setinggi 7,3 meter.
Banyak kawan-kawan dari Diah menanyakan kabarnya di Jepang melalui dinding Facebook-nya. Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada respon dari Diah. Selain itu, situs Tohoku University juga tidak dapat diakses.
Belum diketahui apakah tidak dapat diaksesnya situs Tohoku University berhubungan dengan Tsunami yang melanda kota tempat perguruan tinggi tersebut berada. Namun, merujuk pada Japan Times, Tsunami menyebabkan banjir lumpur dan menghanyutkan setidaknya 20 mobil di pelabuhan Kamaishi.
Selain Diah, ada beberapa alumni dan aktivis Salman ITB yang sedang berada di Jepang. Redaksi masih menghimpun nama-nama dan peluang untuk berkomunikasi dengan mereka. Bila ada informasi tentang keberadaan alumni dan aktivis Salman ITB di Jepang, mohon hubungi Redaksi melalui halaman Facebook SalmanITB.com atau email melalui media@salmanitb.com.
Mari kita berdoa untuk keselamatan saudara-saudara kita yang sedang berada di negeri Sakura tersebut. Semoga mereka senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT. Amin.















