Yang Perempuan, Yang Bersuara

Foto: thaimedicalnews.com

Foto: thaimedicalnews.com

Perempuan acapkali dipandang sebagai perhiasan dunia. Hal ini berlaku jika yang bersangkutan disepakati sebagai seorang pribadi yang shalihah. Namun tak jarang, perempuan menjadi biang keladi dari berbagai problematika kehidupan. Keindahan yang tersemat dalam setiap gerak-gerik kaum hawa ini, bagai pedang bermata dua. Jika ditata secara apik, tentu kemashalatan umatlah yang didapat. Jika tidak, jangankan kebaikan, malah kehancuran pekerti yang kiranya akan terjadi.

Auratunnisa, atau lazim disebut “aurat perempuan” merupakan bagian-bagian tubuh perempuan yang wajib untuk dihijabi oleh lembar kain beraneka rupa. Namun, muncul pemikiran bahwa aurat tidaklah terbatas pada bagian tubuh semata. Tutur suara dari seorang perempuan pun konon termasuk dalam kategori aurat. Hal yang terjadi, selanjutnya tentu dapat diterka. Polemik dalam berbagai lapis penganut Islam pun muncul.

Timbul pertanyaan, suara perempuan yang bagaimana yang dikategorikan sebagai aurat? Sebagian besar kalangan penganut Islam memang membolehkan bagi perempuan untuk sekedar berbicara.

“Kalau perempuan tidak boleh berbicara, mana mungkin muncul hadist-hadist yang berasal dari Aisyah?” ujar Yazid Kalam, manajer sekaligus ustadz dari Divisi Pelayanan dan Dakwah (DPD) Salman ITB, Rabu (8/2) ketika ditemui saat berakhirnya rapat koordinasi antar unit Salman ITB.

Lalu bagaimana dengan hukum nyanyian yang dilantunkan oleh perempuan? Beberapa kalangan tidak memperbolehkannya dengan alasan khawatir membangkitkan birahi kaum Adam. Namun Ustadz Yazid justru tidak mempersoalkan jika perempuan menyanyi, asal tidak bersuara manja, merayu, mendesah, dan semisalnya, yang dapat menimbulkan hasrat yang tidak-tidak dari kaum lelaki.

“Pertama, yang perlu diperhatikan adalah konten dari nyayian tersebut. Apakah mengandung muatan-muatan yang tidak-tidak? Kedua adalah penyampaian dari konten tersebut, apakah erotis atau tidak?” ungkap pria berumur 35 tahun ini.

Ditanyai mengenai tanggapannya mengenai kakak-kakak pembina PAS yang sering melantunkan nyanyian energik, Ustad Yazid tidak mempermasalahkannya.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Masjid Salman ITB © 2012 All Rights Reserved

Developed by Onnay Okheng.