Dana Abadi Salman: Tabungan Bersama Keluarga

Foto: dreamstime.com

Foto: dreamstime.com

Dana abadi Salman ITB, mungkin belum terlalu familiar di kalangan aktivis Salman ITB. Mungkin karena hal ini bukan sebuah lembaga Masjid Salman ITB. Meskipun begitu, keberadaannya bisa sangat membantu.

Dana Abadi Salman ITB sendiri adalah dana yang dikumpulkan dari jamaah Masjid Salman ITB untuk membantu mereka yang berhak. Saat ini, pengumpulan dana baru berasal dari beberapa pegawai yang bekerja di Masjid Salman ITB. Sedangkan pengumpulan dari mahasiswa dan aktivis Salman ITB belum dilakukan.

Dana abadi sendiri bukan tabungan perseorangan, tetapi tabungan bersama untuk menyangga orang-orang yang membutuhkan. Sifatnya berupa pinjaman yang harus dikembalikan lagi. Pengembaliannya pun tidak perlu bagi hasil. Hal yang menjadi prioritas adalah pengembalian dana pinjaman. Akan tetapi, dianjurkan menabung jika memiliki rezeki yang berlebih sehingga dapat menjadi maslahat bagi yang lain.

Dana pinjaman dikembalikan dalam kurun waktu satu bulan. Uniknya, cara peminjaman dana abadi harus memiliki jaminan. Jaminan berasal dari orang lain yang siap untuk membayar pinjaman jika si peminjam tidak bisa mengembalikan uangnya. Hal ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi perkawanan antara peminjam dan penjaminnya. Sehingga peminjam dana memiliki rasa tanggung jawab yang lebih tinggi.

Konsep Dana Abadi Salman ITB

Dana Abadi Salman ITB merupakan komunitas yang berada di bawah naungan kegiatan usroh (kebersamaan). Kemunculannya ada sekitar 2 hingga 3 tahun terakhir dan disebabkan oleh konsep yang muncul ketika kegiatan usroh. Konsep yang dimaksud adalah keanekaragaman kondisi dari sebuah keluarga.

Keanekaragaman keluarga  tersebut terlihat dari potensi yang dimiliki anggota keluarga yang berbeda-beda. Potensi tersebut kemudian dimanfaatkan secara optimal sesuai dengan kemampuan masing-masing. Hal ini sesuai dengan surat At Taghabun ayat 16: Bertakwalah kepada Allah sesuai dengan kemampuanmu.

Realisasinya sesuai dengan rule model-nyabersumber dari Rasulullah. Pada pelaksanaanya, guna mengoptimalkan potensi yang telah ada, bukanlah pekerjaan yang mudah. Jika memaksakan pada satu titik saja, misalkan ingin seperti berkepribadian Rasulullah dengan gamis dan jenggot. Akan tetapi, tidak menjadi tetangga dan anak yang baik, maka keinginan mengikuti sunnah rasul belum optimal.

Harapannya, dana abadi akan menghasilkan keluarga yang memiliki pribadi-pribadi yang patuh kepada Allah serta memiliki semangat juang yang tinggi dan didukung dengan keberadaan suasana keluarga  yang sehat dan harmonis. Pada akhirnya, bisa menghasilkan sebuah kekuatan Islam yang sakinah, mawadah, wa rohmah.

Tidak ada pada Zaman Rasulullah

Dana abadi pada zaman Rasulullah belum ada karena belum ada keperluan ke arah sana. Pada zaman rasul, ketika ada orang yang berbicara “lapar”, maka orang-orang akan berlomba-lomba memenuhi rasa laparnya. Sehingga kebutuhan dana abadi tidak dibutuhkan.

Sedangkan pada saat ini, setiap orang tidak menghiraukan kemiskinan yang ada. Tiap orang berlomba dan berusaha keras untuk memenuhi nafsunya sendiri. Berusaha mendapatkannya, bahkan dengan cara yang tidak halal sekalipun. Oleh karena itulah, ada usulan bagi setiap orang untuk memiliki tabungan bersama yang disebut Dana Abadi ini.

Disarikan dari wawancara redaksi SalmanITB.com dengan Dr. Agung Wiyono


Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Masjid Salman ITB © 2012 All Rights Reserved

Developed by Onnay Okheng.