Dibantu LPP Salman, Diknas Indramayu Siapkan Guru Hadapi UN

Tutor dari Rexa sedang menyampaikan materi (Foto: Fery AP)

Tutor dari Rexa sedang menyampaikan materi (Foto: Fery AP)

Akhir tahun ajaran sudah semakin dekat. Tak lebih dari dua bulan lagi Ujian Nasional (UN) tingkat SMA dan SMP akan dilaksanakan serempak di seluruh penjuru Indonesia. Persiapan pun mulai dilakukan secara intensif.

Tak terkecuali di Kabupten Indramayu, khususnya sekolah dengan nilai UN tahun sebelumnya (2010) di bawah rata-rata yang ditargetkan Dinas Pendidikan Kab. Indramayu. Sekolah-sekolah tersebut terdiri dari 15 SMP dan 5 SMA.

Untuk itu, Dinas Pendidikan Menengah Kabupaten Indramayu, bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) Salman ITB dan bimbingan belajar Rumah Exacta (RExa), mengadakan pelatihan bagi guru-guru di Kabupaten Indramayu. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan guru–khususnya pada mata pelajaran yang diujikan–dalam menyampaikan materi dan mempersiapkan siswanya menghadapi UN.

Acaranya sendiri diselenggarakan pada Minggu selama tiga pekan, yaitu pada 16, 23, dan 30 Januari 2011.

Berlokasi di SMA Negeri 1 Indramayu, kegiatan ini dihadiri tak kurang dari 200 guru se-Kabupaten Indramayu. Mereka yang hadir umumnya berkeinginan menambah wawasan mengajar mereka. Sehingga ada variasi dalam mengajar murid-muridnya. Selain itu, mereka juga berkeinginan agar anak didiknya lulus dengan nilai memuaskan.

Namun, ternyata hal ini bukanlah perkara mudah karena tidak semua guru di Kabupaten Indramayu berasal dari latar belakang pendidikan yang sesuai.

Hal ini pun diakui oleh Kepala Dinas Pendidikan Menengah Kabupaten Indramayu, Sudalim Gymnastiar. Menurutnya, Kabupaten Indramayu mengalami kekurangan sumber daya pengajar. Sehingga tak jarang, guru mengajar pelajaran yang sebenarnya tidak begitu dikuasainya. Sehingga para guru tidak dapat menyampaikan materi dengan maksimal.

Dampaknya, siswa kesulitan memahami materi yang diajarkan. Maka tak heran jika kemudian nilai ujian mereka tak sesuai dengan yang diharapkan.

Oleh karena itu, Sudalim berharap pelatihan ini mampu meningkatkan kualitas guru-guru dan secara keseluruhan mengangkat kualitas pendidikan di Kabupaten Indramayu.

Dalam kegiatan ini, materi disampaikan sebagaimana kegiatan belajar-mengajar di kelas pada umumnya. Tutor-tutor Rexa berperan sebagai guru, sedangkan peserta berperan sebagai murid. Tidak hanya itu, para peserta juga berperan aktif dalam simulasi membuat soal, sebagai bahan ajar untuk anak didiknya.

Selama pelatihan, peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara demi acara. Teriknya matahari tak menghalangi mereka untuk tetap bertahan hingga akhir acara. Terlihat betul bahwa mereka menyambut baik acara ini. Beberapa guru dari kelas kimia yang enggan menyebutkan namanya, menceritakan kesannya terhadap acara ini. “Menyenangkan, dapat wawasan baru. Pengajarnya (juga) menyenangkan, (sehingga) materinya jadi mudah dicerna,” ungkapnya. “Kalau bisa sih, acara kayak gini diadakan (secara) rutin, tapi jangan hari Minggu,” lanjut mereka sembari tersenyum.

*

*

Top