Bagaimana Agar Shalat Kita Khusyuk?

Foto: frediansyahfirdaus.blogspot.com

Foto: frediansyahfirdaus.blogspot.com

Sebelumnya, perlu kita pahami arti Khusyuk. Khusyuk mencakup 2 hal, yaitu:

  1. Khusyuk secara kalbu, yaitu sholatnya membekas, terefleksi, dan teraplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Khusyuk secara kaifyat, yaitu tata caranya benar dan tuma’ninah.

Jadi, khusyuk bukan berarti sampai tidak mendengar atau mengingat apa-apa. Dalam hadits riwayat Imam Bukhori, dikisahkan sebagai berikut:

Suatu ketika Rasul melaksanakan sholat Ashar dengan tertib dan tidak terburu-buru. Begitu sholatnya usai, beliau tidak duduk berdzikir, tetapi langsung menuju rumahnya. Sekembalinya beliau ke masjid, para Sahabat bertanya, “Mengapa Rasulullah langsung menuju rumah tanpa berdzikir?”. Dan Rasul menjawab, “Ada amanah yang belum aku sampaikan.”

Rasulullah pun dalam sholatnya masih sempat mengingat amanah yang belum selesai ditunaikannya. Hanya saja, beliau tetap berhasil mempertahankan sholat yang khusyuk dan tuma’ninah.

Lalu bagaimana sholat yang tuma’ninah dan khusyuk secara kaifyat?

Dalam hadist riwayat Imam Bukhori, diriwayatkan dari Abu Hurairah, dikisahkan sebagai berikut:

Rasulullah SAW masuk ke dalam masjid dan seseorang mengikutinya. Orang itu mengerjakan shalat kemudian menemui Nabi Muhammad SAW dan mengucapkan salam.

Rasul membalas salamnya dan berkata,”Kembalilah dan shalatlah karena kau belum shalat.” Orang itu mengerjakan shalat dengan cara sebelumnya, kemudian menemui dan mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad SAW. Beliau pun kembali berkata,”Kembalilah dan shalatlah karena kau belum shalat.”

Hal ini terjadi hingga tiga kali. Orang itu berkata,”Demi Dia yang mengutus engkau dengan kebenaran, aku tidak dapat mengerjakan shalat dengan cara yang lebih baik selain dengan cara ini. Ajarilah aku bagaimana cara shalat.”

Nabi Muhammad SAW pun bersabda: “Ketika kau berdiri untuk shalat, ucapkanlah takbir. Lalu bacalah (surah) dari Alquran yang kamu bisa dengan benar. Kemudian rukuklah hingga kau merasa tenang (tuma’ninah). Kemudian angkatlah kepalamu dan berdiri tegak. Lalu sujudlah hingga kau merasa tenang selama sujudmu, kemudian duduklah dengan tenang. Kerjakanlah hal yang sama dalam setiap shalatmu.”

Dengan mengerjakan sholat secara tuma’ninah, niscaya makna sholat meresap dalam diri dan tercermin dalam aktivitas kita sehari-hari. Rangkaian inilah yang membangun sholat khusyuk. Wallahu Alam bishawab.

Disarikan dari wawancara dengan Ustadz Andri Mulyadi, Asisten Manajer Divisi Pelayanan dan Dakwah (DPD) YPM Salman ITB mengenai Sholat Khusyuk.


Kirimkan pertanyaan Anda ke konsultasi@salmanitb.com. Setiap pertanyaan yang terpilih, akan dijawab melalui kolom Konsultasi di situs SalmanITB.com.

About author
Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Masjid Salman ITB © 2012 All Rights Reserved

Developed by Onnay Okheng.