KORSA Bantu Upgrade Kemampuan Trauma Healing Relawan Merapi

Anggota Korps Relawan Salman ITB sejenak sebelum berangkat ke Yogyakarta menggunakan kereta api. (Foto: Sunarko)

Anggota Korps Relawan Salman ITB sejenak sebelum berangkat ke Yogyakarta menggunakan kereta api. (Foto: Sunarko)

Sejak Senin (08/11) empat orang Relawan Korps Relawan Salman (Korsa) ITB untuk Merapi telah berada di Stadion Maguwo Harjo, Sleman, Yogyakarta. Di bawah nama program Jogja Recovery, mereka akan melaksanakan program trauma healing bagi warga, guru dan anak-anak setempat.

Bentuk kegiatannya bervariasi,  mulai dari simulasi, nonton bareng, pengajian, outbound hingga shalat tahajud (qiyamul lail). Keseluruhan rangkaian acara dijadwalkan rampung pada hari Ahad (14/11).

Dalam wawancara via telepon, Syifa selaku koordinator tim, mengaku tengah berkoordinasi dengan tim-tim relawan lainnya di sana. Salah satu tim relawan yang aktif di lokasi adalah Santri Tanggap Bencana (Santana) yang berasal dari pesantren-pesantren di Lamongan.

“Mereka punya orang dan tempat,  tapi skill dan manajemen trauma healing masih minim,” tutur Syifa. Karena itu, Santana dan sejumlah relawan lain dari UII dan UGM, meminta bantuan KORSA untuk meng-upgrade kemampuan mereka.

Sambil menunggu kiriman logistik dari Bandung, tim Korsa ikut bergabung bersama Santana dan kawan-kawan relawan lain untuk menceriakan anak-anak di lokasi pengungsian. “Kami menggunakan alat apapun yang kami bawa seperti alat tulis, crayon, dan kertas gambar,” ujar Frista, salah seorang anggota tim KORSA untuk Merapi, lewat telepon.

Rencananya, setelah kiriman tenda pleton datang dari Bandung, tim akan bergeser ke Telogo, dekat Candi Prambanan, sekitar 19 km dari puncak Merapi. Di sana, menurut Syifa, tim KORSA akan menjalankan programnya secara mandiri.

Bantuan Mengalir dari Jamaah

Sementara itu, markas KORSA di Salman ITB tengah sibuk mempersiapkan pengiriman bantuan logistik untuk mendukung timnya di Merapi. Bantuan tersebut berupa baju layak pakai, buku-buku bacaan sebanyak 4 koli, serbuk penjernih air 7.200 paket, dan satu buah tenda pleton.

Kecuali baju yang akan dipaketkan kemudian, seluruh bantuan akan dikirim pada hari Rabu pagi (10/11) dengan menggunakan kereta api. Dalam pengiriman bantuan tersebut, turut serta 2 orang relawan KORSA yaitu Sandro dan Dudi.

Bantuan logistik yang akan dikirim, sebagian besar berasal dari sumbangan jamaah Salman  ITB yang dititipkan lewat Rumah Amal Salman ITB. Tenda lapangan misalnya, menurut Ani Miniawati (Staf General Affair Rumah Amal), adalah sumbangan Prof. Mahsyur Irsyam, salah seorang pengurus Salman ITB yang juga muzakki tetap Rumah Amal.

Sementara bantuan buku bacaan datang dari Penerbit Mizan. “Kita mengirimkan surat permohonan ke Mizan,” tutur Johansyah, Sekretaris I YPM Salman ITB.

Di Maguwo Harjo sendiri saat ini, menurut Frista, bantuan berupa makanan dan obat-obatan sudah lebih dari cukup. “Soalnya di sini memang pusatnya pengungsian,” imbuhnya.

Manajer Divisi Pengkajian dan Penerbitan YPM Salman ITB.

One Comment;

  1. Pingback: Tweets that mention KORSA Bantu Upgrade Kemampuan Trauma Healing Relawan Merapi | Masjid Salman ITB -- Topsy.com

*

*

Top