Dinamika Sains, Teknologi, dan Agama dalam Sejarah

Armahedia Mazhar tengah memaparkan kuliahnya mengenai Agama, Sains, dan Teknologi (Foto: Yudha PS)

Armahedia Mazhar tengah memaparkan kuliahnya mengenai Agama, Sains, dan Teknologi (Foto: Yudha PS)

Pada Kamis malam (04/11), Divisi Pengkajian dan Penerbitan (DPP) Salman ITB melanjutkan Seri Kuliah Umumnya. Kuliah kedua ini mengangkat tema “Sains, Teknologi, dan Agama” dengan Armahedi Mahzar sebagai pembicara. Mantan dosen Fisika ITB ini, telah menulis sejumlah buku mengenai filsafat sains dan teknologi. Kini Beliau mengajar mata kuliah Psikologi Transpersonal di UPI dan Morfologi Seni di FSRD ITB.

Dalam pemaparannya, Armahedi lebih banyak mengupas perkembangan struktur sosial masyarakat manusia seiring perkembangan sains dan teknologi. Ternyata, penemuan sejumlah teori sains maupun perkakas teknologi, berperan dalam merevolusi tatanan masyarakat. Misalnya, penemuan mesin uap menimbulkan kelas baru penguasa, yaitu para industriawan.

Dalam diskusi menjelang akhir kuliah, muncul pertanyaan mengenai teori evolusi dan keberadaan Tuhan. Armahedi menerangkan bahwa Darwin hanya menemukan satu bentuk teori evolusi, yaitu evolusi biologis. Pada kenyataannya, evolusi terjadi pada tataran yang lebih luas. Contohnya adalah evolusi masyarakat seiring perkembangan teknologi.

Menutup sesi kuliah, seorang peserta lain menanyakan pandangan Armahedi mengenai pandangan Stephen Hawking yang tidak mengakui keberadaan Tuhan. Menurut Armahedi, fisikawan kondang tersebut hanya berhenti pada tataran teori, tidak menyentuh prinsip-prinsip yang mendasari sebuah teori. Prinsip-prinsip seperti simetri dan optimasi, menurut Armahedi, pada hakikatnya adalah cerminan sifat-sifat keindahan dan kebaikan Tuhan dalam ciptaan-Nya.

Serial Kuliah Umum ini berlangsung setiap Senin dan Kamis malam. Pada kuliah selanjutnya, Senin (08/11), Yasraf Amir Piliang, dosen ilmu desain FSRD ITB, akan mengupas tema “Budaya Populer dan Agama.”

One Comment;

*

*

Top