Terkait meletusnya gunung Sinabung di Sumatera Utara, Korps Relawan Salman (Korsa) ITB memberangkatkan 2 relawannya ke Sumatera Utara (Sumut) pada Kamis (2/9) dini hari. Keberangkatan kedua anggota Korsa ITB ini untuk mensurvei kebutuhan pengungsi dan memasok bantuan dari Bandung.
Adalah Septian Firmansyah dan Ahmad Yahya, keduanya dijadwalkan tiba desa Sigaranggarang, kaki gunung Sinabung, kabupaten Karo, Kamis sore hari yang sama.
“Kami ingin berbagi kebahagiaan dan membawa kesenangan ke sana,” tutur Septian, koordinator Korsa ITB, ditemui menjelang keberangkatannya. Rencananya, Septian dan Yahya akan lebih banyak fokus kepada pemulihan psikologis pengungsi meletusnya gunung Sinabung. Tak heran bila pihaknya membawa infokus dan persediaan film secukupnya untuk ditonton bersama-sama pengungsi.
“Kami ingin melihat potensi membuka bioskop d Sumut,” canda Yahya, disambut tawa oleh Septian. “Bila dibilang trauma (psikologis), tidak juga, karena trauma efeknya jangka panjang. Sedangkan bencana ini bukan trauma. Ini adalah respon psikologis yang wajar,” papar alumni Elektro ITB yang kini sedang melanjutkan kuliah di jurusan Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN), Bandung.
Rencananya, Yahya dan Septian bakal ada di lokasi selama 1 minggu. Mereka akan lebih banyak mengumpulkan data kebutuhan pengungsi. “Sekarang belum apa-apa. (Fokusnya) lebih ke survei,” papar Septian. Mereka juga akan menjadi pintu masuk bantuan yang dikumpulkan oleh kawan-kawan Korsa ITB di Bandung. “Bantuan akan ditransfer ke kami nantinya,” lanjut Septian.
Disinggung mengenai keberadaan kontak mereka di Sumut, Septian mengaku belum memiliki kontak di lapangan. Alumni Penerbangan ITB ini kesulitan mengontak posko bencana yang ada di lokasi. Sehingga informasi yang didapatnya masih sangat terbatas.
Salurkan Bantuan Gempa Padang
Kepergian kedua relawan Korsa ITB ke Sumut kali ini juga dalam rangka menyalurkan bantuan gempa Padang yang terjadi beberapa waktu silam. Mereka berdua rencananya akan menyerahkan sisa bantuan sebesar 20 juta Rupiah yang berhasil dihimpun Korsa di Bandung beberapa waktu silam.
Ditanya waktu pemberian bantuan yang berjarak cukup jauh dari waktu bencana, Septian mengaku pihaknya kesulitan mengirimkan bantuan ketika itu. Keterbatasan akses ATM dan mahalnya pengiriman bantuan, dinilai Septian sebagai kendala yang membuat pihaknya tidak memungkinkan mengirimkan bantuannya. “Sekarang, sekalian ke sana (Sumut), sekalian diserahkan,” tutur Septian.
Mahasiswa S2 Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB ini mengharapkan doa dan dukungannya selama dirinya turun ke daerah bencana di Sumut. “Mohon doa dan dukungannya, yah,” pamit Septian sembari beranjak pergi ke Jakarta untuk selanjutnya terbang ke Sumut.







![Sekolah Pranikah Angkatan 14 [19 Februari 2012] Sekolah Pranikah Angkatan 14 [19 Februari 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/02/poster-SPN-50x50.jpg)


![Aksi Donor Darah dan Infaq Transfusi [10 Februari 2012] Aksi Donor Darah dan Infaq Transfusi [10 Februari 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/02/IMG_4265-50x50.jpg)

portal berita indonesia
Thursday, 30 September 2010
postinganya keren, bisa saya taruh ga artikel ini di website saya? nanti saya link balik sumbernya
Yudha P Sunandar
Thursday, 30 September 2010
Silahkan, dengan catatan mencantumkan sumber tulisannya..