Dalam hitungan hari, Ramadhan 1431H akan segera berakhir. Banyak orang sudah mulai libur dan beranjak meninggalkan Bandung. Namun tidak dengan Panitia Pelaksana Program Ramadhan (P3R) Masjid Salman ITB. Sebagian dari mereka harus tetap bertahan melayani jamaah hingga tiba 1 Syawal 1431H.
Ditemui di sela-sela itikaf di Masjid Salman ITB pada Minggu (5/9) malam, M Kamal Muzakki, Ketua P3R 1431H Masjid Salman ITB, menuturkan dirinya telah jauh-jauh hari izin ke orang tuanya untuk tidak pulang hingga usai pelaksanaan shalat Idul Fitri 1431H. Meskipun begitu, tidak semua anggota P3R bisa tetap bertahan hingga Ramadhan usai.
“Di salah satu sisi, mereka (anggota P3R) menyadari komitmennya. Namun, di sisi lain, orang tua juga penting. Kalau orang tua bilang pulang, yah pulang,” ungkap Kamal. Sehingga dirinya pun tidak bisa melarang timnya yang sudah disuruh pulang oleh orang tuanya, untuk mudik lebaran.
Meskipun begitu, Kamal masih bisa bernafas lega. Pasalnya, masih ada sebagian kecil panitia yang masih bertahan hingga Ramadhan 1431H usai.
Umumnya anggota P3R yang tinggal di Bandung dan Jakarta tidak keberatan berlebaran di Salman ITB. Pun dengan sebagian penghuni asrama putra dan putri serta penerima Beasiswa Pelopor yang merupakan penghuni asrama Rumah Visi. Sebagian dari mereka berkomitmen untuk terus membantu hingga Ramadhan 1431 H berakhir.
Beberapa yang masih bertahan adalah Putri, mahasiswa Astronomi ITB 2009. Dirinya diamanahi sebagai pembantu umum divisi itikaf akhwat. Putri mengaku masih berada di Masjid Salman ITB karena ingin ikut beritikaf.
“Kalau di rumah kurang termotivasi (beribadah). Sedangkan di masjid, saya bisa lebih banyak beribadah karena termotivasi melihat ibadah orang lain,” aku Putri. “Saya juga ingin mencari ridho Allah. Jadi pelayan jamaah agar dapat pahala,” lanjutnya.
Selain Putri, Siti Nurhasanah pun tak mau kalah menjalankan amanahnya sebagai anggota P3R hingga akhir Ramadhan 1431H. “Saya dapat panggilan jiwa. Saya harus bertanggung jawab atas apa yang diamanahkan kepada saya,” sahut penanggung jawab divisi itikaf akhwat P3R salman ITB ini.
Mahasiswa asal Bandung ini mengaku bahwa menjadi panitia itikaf cukuplah menantang. Meskipun begitu, mahasiswi Fisika ITB 2009 ini melihat ada banyak manfaat yang bisa dia dapatkan dengan menjadi anggota P3R Salman ITB.
Siti mengungkapnkan, selain sebagai ladang amal, menjadi anggota P3R Salman ITB juga membuat Siti bisa beribadah dengan lebih khusyu. “Saya juga jadi kenal banyak orang dan mendapatkan banyak ilmu,” papar Siti.
Tak hanya mereka yang telah lama berada di Masjid Salman ITB saja yang membantu di hari-hari akhir Ramadhan. Mahasiswa baru penerima Beasiswa Pelopor pun turut andil meramaikan suasana itikaf Masjid Salman ITB.
Salah satunya adalah Tarlani, anggota asrama Rumah Visi. Dia menuturkan bahwa bulan Ramadhan tahun ini, baginya sangat berbeda dibandingkan tahun lalu. Ramadhan tahun-tahun sebelumnya, mahasiswa SAPPK ITB 2010 ini banyak menghabiskannya di rumah dengan keluarga. Namun, tahun ini lebih banyak di masjid.
“Lebih nyaman bila Ramadhan dihabiskan di masjid. Di kampung saya, masjid jauh. Sehingga saya tidak bisa merasakan suasana Ramadhan di masjid,” papar penerima Beasiswa Pelopor asal Cirebon ini.
Hal senada diungkapkan Eka Nurmuzaki, mahasiswa Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) ITB 2010. Menurutnya, yang membuat dirinya masih bertahan di Salman ITB menjelang akhir Ramadhan 1431H adalah pengalaman yang didapatnya selama menjadi anggota P3R Salman ITB.
“Di rumah nggak bisa banyak beraktivitas. Namun, kalau di sini, saya bisa ulangi hafalan (Alquran) saya,” ungkap Eka. “Saya juga bisa kenal banyak orang. Seru,” lanjut penerima Beasiswa Pelopor dari Kuningan ini.
Meskipun begitu, Eka dan Tarlani mengaku tidak bisa ikut shalat Idul Fitri di Masjid Salman ITB. Pasalnya, orang tua mereka telah menyuruh untuk pulang. “Sekarang tahun pertama kuliah. Tidak enak sama orang tua bila tidak pulang,” sahut Eka.
“Tahun pertama (kuliah) ini saya pulang. Namun, tahun depan saya akan jadi panitia lagi dan ikut sampai akhir (Ramadhan),” janji Tarlani. “Saya akan menggunakan kesempatan yang akan datang untuk jadi panitia sampai akhir (Ramadhan),” sambung Eka.















